6
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Fwd dr Miranda Goeltom DOLLAR, UMR DAN BERAS JELANG REFORMASI DAN ERA JOKOWI Beberapa waktu terakhir banyak orang membandingkan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar sudah menyamai kegentingan seperti 20 tahun lalu menjelang reformasi.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Mereka meng-identikan situasi ekonomi yang sama darurat nya dengan situasi di jelang kejatuhan Soeharto. Apakah benar demikian? Mari kita bandingkan data data nya antara Dollar, UMR dan harga beras.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
*Pertama, Nilai Dollar dan UMR 😗 Nilai tukar Dollar di akhir Agustus 1997 berada di kisaran 1 USD senilai Rp 2.500,-. Sementara pada saat yang sama, UMR (Upah Minumum Regional) DKI di tetapkan Rp 172.500 per bulan atau sekitar 69 USD per bulan.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Dlm waktu tdk lebih dr 10 bln dr jelang akhir Agustus 1997 hingga rentang Januari-Juli 1998 nilai tukar Dollar merayap naik lalu melonjak mendekati Rp 16,800. Disaat Dollar menyentuh Rp 16.800 itu UMR DKI ada di angka Rp 192.000/bln atau satu bulan UMR setara dengan 11,4 USD.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Dari 1997 ke 1998 kenaikan UMR hanya Rp 20.000 atau sekitar 13% sementara kenaikan nilai Dollar mencapai 600%.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Berdasar data itu maka turunnya daya beli masyarakat saat jelang Reformasi memang sangat tajam. UMR 1997 yang setara dengan 69 USD di tahun 1998 terjun bebas menjadi setara dengan 11,4 USD. Situasi ini disisi lain jg membuat banyak perusahaan yg gulung tikar diikuti PHK massal.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Sekarang kita bandingkan dengan situasi hari ini di era pemerintahan Jokowi. Pada saat Jokowi dilantik menjadi Presiden, Oktober 2014 nilai tukar Dollar berada di kisaran Rp 12.200,- pada saat yang sama UMR DKI berada di angka Rp 2.441.000 per bulan.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Artinya di bulan Oktober 2014 UMR DKI setara dengan 200 USD. Hari ini Juli 2018 nilai tukar Dollar ada di kisaran Rp 14.400,- sementara UMR DKI Rp 3.648.000 per bulan atau setara dengan 253 USD.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Dari Oktober 2014 hingga Juli 2018 Dollar merayap naik Rp 2.200 atau sekitar 18% sementara kenaikan UMR DKI dari Rp 2.441.000 menjadi Rp 3.648.000 atau naik sekitar Rp 1.200.000,- yaitu sekitar 49% dari Oktober 2014.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Perbandingan kurs Dollar dengan UMR saat ini menunjukan bahwa naik nya kurs Dollar sebesar 18% tidak berdampak pada daya beli seperti pada situasi Mei - Juli 1998 dikarenakan pada kurun waktu yang sama saat ini UMR justeru mengalami kenaikan 49%.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Jika di konversi dengan Dollar maka dari tahun 2014 hingga 2018 UMR naik 26% dari 200 USD menjadi 253 USD.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Jika di bandingkan dengan nilai tukar Dollar dan UMR pada Mei - Juli 1998 maka situasi nya tentu jauh berbeda karena UMR Mei - Juli 1998 setara dengan 11,4 USD.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Sementara dengan nilai tukar Dollar hari ini UMR setara dengan 253 Dollar artinya daya beli Rakyat jika menggunakan UMR sebagai alat ukur justeru lebih besar 23 kali lipat dari Mei - Juli 1998.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
*Kedua, UMR dan Harga Beras.* Mari kita bandingkan daya beli Masyarakat tahun 1998 dan hari ini dengan menggunakan perbandingan UMR dan harga Beras. Pada Juli 1998 besaran UMR Rp 192.000 per bulan. Harga beras medium saat itu Rp 2800 per kilogram.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Artinya pada saat itu Rakyat dengan UMR nya hanya dapat membeli 69 kg beras perbulan.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Saat ini UMR Rp 3.648.000 per bulan sementara Harga beras Medium sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) berada di kisaran Rp 9.500 hingga Rp 10.000 per kg. Dengan demikian saat ini setiap bulan Rakyat bisa membeli 364 kg beras hingga 384 kg beras per bulan.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Jika dibandingkan kemampuan Rakyat membeli beras tahun 1998 dan saat ini maka kemampuan membeli beras naik dari 69 kg menjadi 384 kg per bulan atau naik sekitar 315 kg lebih banyak per bulan. Peningkatan ini hampir 6 kali lipat dari tahun 1998.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Dari perbandingan perbandingan tersebut di atas maka tentu tidak tepat jika nilai tukar Dollar hari ini yang berada di kisaran Rp 14.400 di samakan dengan kegentingan ekonomi yang sama dengan tahun 1998.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Hanya ada dua kemungkinan kenapa ada ada orang orang yang menyamakan nilai tukar Dollar hari ini sudah segenting 20 tahun lalu.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Pertama mereka itu hanya melihat angka Dollar tapi tidak mengetahui angka angka lainnya termasuk UMR artinya data yang di miliki orang orang itu sangat minim sementara nafsu bicara mereka sangat besar.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Kedua, mereka paham data data tersebut di atas tapi mereka mencoba mendramatisir situasi seolah menakutkan dan berbahaya. Opini ini bisa jadi di desain untuk tujuan politik.
Aku Bukan Ustadz @Kece_Bonggolo
Desainer opini bermotif politik itu tentu berharap Rakyat percaya bahwa nilai tukar Rupiah terhadap Dollar di pemerintahan Jokowi seolah olah sedang berada dalam situasi yang persis sama dengan situasi 20 tahun lalu. 19 - Juli - 2018 Salam, Miranda Gultom

Comment

Login and hide ads.