2
FERDINAND HUTAHAEAN @Ferdinand_Haean
Kabarnya, Dolar akan terus naik. Benarkah bu Menteri @KemenkeuRI ? Pak @jokowi bapak kira2 akan bikin kebijakan apa utk menekan nilai tular ini? Sementara The FED juga akan menaikkan suku bunga. Duhh.. Pilpres bisa ga jadi nih..!!
FERDINAND HUTAHAEAN @Ferdinand_Haean
Inilah kalimat yg kualitas daya mikirnya cm sekelas comro, itupun combro angus..!! Duniamu terlalu sempit bung @TeddyGusnaidi sesempit pola pikirmu. Coba kau bisnis yg benar, jgn bisnis buzzer biar tau dampak dolar tinggi. twitter.com/samuelmanaf4/s…
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
Politikus combro mana ngerti bahwa kenaikan nilai tukar dolar itu disebabkan dua hal, bisa karena external bisa karena internal. Kalau sekarang ini karena external dan ekonomi internal sehat Zaman SBY, kenaikan nilai tukar karena kecerobohan internal. Import dan subsidi gila2an. twitter.com/LawanPoLitikJW…
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
Karena kebijakan Presiden SBY melakukan impor BBM dalam jumlah besar dan melakukan subsidi BBM yang sangat besar, membuat neraca perdagangan Indonesia defisit sehingga dolar menembus Rp.12.000,-, Ini contoh dolar naik karena keteledoran internal. Politikus Combro mana ngerti 😄 twitter.com/TeddyGusnaidi/…
FERDINAND HUTAHAEAN @Ferdinand_Haean
Pemikiran combro mu coba tanya ke Diaz. Dia pasti tertawakan kamu yg cm bandingin dolar dgn comro. Bicara external, saat ini tdk ada krisis global sprt 2008. Anjloknya rupiah krn mmg ekonomi kita rapuh dan presidennya tdk mampu urus negara. twitter.com/teddygusnaidi/…
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
Yang bilang 2008 siapa? Kalau ngak paham soal kerusakan yang dibuat SBY sehingga dolar melonjak, jangan komentar. Di politik itu ngak butuh ngotot, tapi kemampuan intelektual. Kalau cuma ngotot jadi centeng aja. Kalau cuma bunyi, kentut juga bunyi. Hahaha.. #PolitikusCombro twitter.com/LawanPoLitikJW…
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
1. Harga dolar naik saat ini bukan karena ekonomi negara kita lemah, tapi karena terimbas defisit perdagangan Amerika serikat. Ditambah lagi perseteruan dagang antara Amerika & china. Soal ini bisa kalian googling untuk mendapatkan penjelasan kenapa dolar menguat terhadap rupiah.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
2. Saya mau jelaskan bahwa krisis moneter tahun 1997 itu terjadi dan bisa diatasi. Tapi dolar kembali menguat hingga tembus 16.650 pada bulan juni 1998 dikarenakan terjadi kerusuhan massal dan jatuhnya rezim orde baru. Ekonomi internal tumbang pada titik rendah.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
3. Jadi harus dipahami bahwa krisis moneter itu terjadi bukan karena kesalahan urus negara tapi karena terimbas masalah dunia. Negara tinggal mensiasati bagaimana kenaikan dolar tidak begitu berimbas besar pada kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
4. Krisis ekonomi yang berdampak sangat besar pada harga-harga kebutuhan pokok saat itu karena kerusuhan dan jatuhnya rezim orde baru. Bukan lagi masalah dunia, tapi masalah internal bangsa ini. Hal tersebut tidak terjadi di rezim Jokowi. Keamanan stabil dan ekonomi stabil.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
5. Begini perbandingan simpelnya.., di tahun 1996, sebelum harga dolar naik, mayoritas masyarakat hanya mampu beli rokok ketengan. Makanya di berbagai warung zaman itu, rokok Sampoerna misalnya banyak dijual ketengan. Daya beli masyarakat ada tapi terbatas.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
6. Di era ini, harga dolar tinggi, tapi warung sudah jarang menjual rokok ketengan, karena masyarakat mampu membeli rokok perbungkus. Ini perbandingan yang paling mudah dan paling menyentuh kondisi riil di masyarakat. Sebelum harga dolar melonjak dan setelah harga dolar melonjak.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
7. Artinya, ekonomi masyarakat di zaman orde baru sebelum krisis moneter tahun 1997, dimana harga 1 dolar masih Rp. 2000,- lebih rendah dibandingkan ekonomi masyarakat zaman sekarang yang harga 1 dolar di atas Rp. 14.000,-
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
8. Melonjaknya nilai tukar dolar hingga Rp.16.650,- di tahun 1998 bukan masalah eksternal tapi masalah internal. Kerusuhan massal dan jatuhnya rezim orde baru membuat ekonomi nasional anjlok hingga harga-harga kebutuhan pokok melonjak tinggi. Itu masalah utamanya.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
9. Rezim Presiden Habibie, Gus dur dan Megawati berhasil menurunkan kembali nilai tukar dolar dibawah Rp. 10.000,-. tapi bukan itu yang terpenting.., yang terpenting adalah mengembalikan ekonomi negara yang anjlok pasca kerusuhan dan pergantian rezim. Dan mereka berhasil.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
10. Dolar kembali bermasalah ketika kebijakan Presiden SBY melakukan impor BBM dalam jumlah besar dan melakukan subsidi BBM besar-besaran ke masyarakat, membuat neraca perdagangan Indonesia defisit sehingga dolar menembus Rp.12.000,-, ini terjadi karena keteledoran pemerintah.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
11. Di zaman Jokowi, subsidi BBM dicabut, kebijakan-kebijakan era SBY yang melemahkan perekonomian nasional diperbaiki sehingga ekonomi masyarakat kembali menguat dan perekonomian negara sehat. Kenaikan dolar saat ini terjadi karena persoalan eksternal, bukan seperti di zaman SBY
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
12. Walau harga dolar naik karena masalah eksternal, tapi tdk berpengaruh besar seperti pasca kerusuhan & jatuhnya rezim orde baru, karena ekonomi internal sehat. Masalah eksternal ini bisa disiasati dgn perbanyak ekspor, meminimalkan impor & negosiasi pembayaran yg jatuh tempo.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
13. Tahun 1998, masyarakat merasakan lonjakan kenaikan harga, bukan karena krisis yang diciptakan external, tapi karena saat itu kondisi ekonomi negara rapuh ditambah terjadi kerusuhan dan tumbangnya rezim orde baru.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
14. Siapapun Presidennya, pasti harga dolar akan seperti sekarang ini, kecuali Presidennya bisa menghentikan perang dagang antar negara-negara besar. Yang dilihat itu adalah apakah ekonomi negara ini sehat atau tidak. Kalau sehat, gak begitu pengaruh besar kenaikan harga dolar.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
15. Jadi kalau ada yang teriak-teriak kenaikan harga dolar karena salah pemerintah, itu bodoh, karena ini tidak ada hubungannya dengan pemerintah. Pemerintah salah kalau membiarkan ekonomi rakyat terganggu karena kerusuhan hingga stabilitas keamanan negara tidak stabil.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
16. Karena kalau sampai terganggu stabilitas keamanan negara seperti tahun 1998, maka itu akan berdampak pada ekonomi internal negara ini. Itu yang menyebabkan kenaikan harga melonjak tinggi. Bukan masalah perang dagang amerika dan china.
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
17. Lihatlah, harga dolar sejak Jokowi menjabat di atas Rp.12.000,-  hingga hari ini di atas Rp. 14.900,-, apakah harga-harga melonjak tinggi dan berimbas pada perekonomian masyarakat? tidak kan? Karena ekonomi negara ini sangat sehat dan stabil. Lalu kenapa diributkan?
Teddy Gusnaidi @TeddyGusnaidi
18. Bakwan yang saya makan pagi tadi harganya satu Rp.1000,- saya tanya istri saya, katanya harga ini sudah dari tahun lalu. Padahal dolar tahun lalu Rp. 13.000,-. Kenapa masih sama? karena ekonomi kita sehat. Stabilitas keamanan masih terkendali dengan baik.
Load Remaining (12)

Comment

Panji @panji_2012 05/09/2018 20:07:39 WIB
Ferdinand kalah jauh sama Teddy....malu-maluin Demokrat
Login and hide ads.