GAS MELON LANGKA. PERTAMINA POLAH JOKOWI KEPRADAH | By @PartaiSocmed

Demi jualan gas non subsidi yg lebih menguntungkan dibanding gas subsidi lagi2 Pertamina menjadikan Pemerintah sebagai kambing hitam. Kesan yg dimunculkan adalah untuk menghemat subsidi.
LPG Jokowi gasmelon law publicpolicy pertamina
1
#99 @PartaiSocmed
GAS MELON LANGKA. PERTAMINA POLAH JOKOWI KEPRADAH pic.twitter.com/xgBXyljsZT
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Sebelumnya perlu kami tekankan disini bahwa gas melon subsidi 3 kg BUKAN UNTUK ORANG MISKIN! Jika Pertamina bilang gas melon subsidi 3 kg hanya untuk orang miskin maka itu adalah pembodohan demi keserakahan BUMN itu saja. Berikut penjelasannya:
#99 @PartaiSocmed
Awalnya pengadaan gas subsidi 3 kg yg lebih populer disebut gas melon ini berasal dari program konversi minyak tanah ke gas LPG di era pemerintahan SBY dulu. Mengapa dilakukan konversi? Sebab harga minyak dunia melonjak dan subsibi minyak tanah jadi terlalu besar.
#99 @PartaiSocmed
Maka di produksilah tabung2 gas 3 kg dan diberikan secara GRATIS kepada masyarakat agar mereka mau berpindah dari minyak tanah yg subsidinya besar ke gas LPG yg subsidinya lebih kecil
#99 @PartaiSocmed
Jadi gas subsidi 3 kg dianjurkan untuk dipakai semua rumah tangga dan UMKM. Dengan ikut berpindah dari minyak tanah ke gas LPG (yg subsidi sekalipun) masyarakat sudah sangat membantu pemerintah
#99 @PartaiSocmed
Proses konversi minyak tanah ke gas LPG itupun diatur dalam Perpres no 104 tahun 2007. Dimana pasal 3 poin 1 disebutkan: "Penyediaan dan pendistribusian LPG tabung 3 kg hanya diperuntukkan bagi RUMAH TANGGA dan USAHA MIKRO" Tidak disebut bagi RUMAH TANGGA MISKIN. pic.twitter.com/zqqd6PX5am
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Dan benar saja, semenjak dilakukan konversi dari minyak tanah ke LPG (bersubsidi) hingga tahun 2017 negara sudah berhasil berhemat 197 trilyun! pic.twitter.com/u8GkLHX7Kk
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Kesimpulannya: 1. Tidak benar bahwa gas melon hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin. 2. Dan dengan konversi minyak tanah yg subsidinya tinggi ke gas melon yg subsidinya lebih rendah pemerintah tepah menghemat 197 trilyun.
#99 @PartaiSocmed
Lantas kenapa sekarang ujug2 di framing seolah2 gas subsidi 3 kg itu hanya untuk orang miskin saja? Bahkan Pertamina dengan lancangnya menulis di tabung2 melon seperti ini? Apa tujuannya? pic.twitter.com/FnTOr75e5P
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Alasannya sederhana. Sama seperti framing premium hanya untuk orang miskin dan pertalite untuk yg mampu, demikian juga framing dari Pertamina terhadap gas melon dan gas pink.
#99 @PartaiSocmed
Sebagaimana kita ketahui bahwa Pertamina mengeluarkan produk gas LPG 3 kg non subsidi setelah jauh sebelumnya juga mengeluarkan yg 5,5 kg. Saat itu framing gas subsidi 3 kg hanya untuk masyarakat miskin sudah mulai gencar ditiupkan.
#99 @PartaiSocmed
Padahal itu tidak benar. Gas 3 kg subsidi sejak awal tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin tetapi untuk semua kalangan agar negara bisa menghentikan subsidi minyak tanah yg tinggi itu.
#99 @PartaiSocmed
Selain Perpres no 104 tahun 2007 juga ditegaskan lagi dalam Kepmen ESDM tahun 2017. Perhatikan poin Keempat dimana hanya disebutkan RUMAH TANGGA saja, bukan rumah tangga pra sejahtera. pic.twitter.com/G0Qy94IIRP
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Kembali ke laptop. Demi jualan gas non subsidi yg lebih menguntungkan dibanding gas subsidi lagi2 Pertamina menjadikan Pemerintah sebagai kambing hitam. Kesan yg dimunculkan adalah untuk menghemat subsidi.
#99 @PartaiSocmed
Padahal Pemerintah sudah sangat happy dengan penghematan subsidi yg dihasilkan dari konversi minyak tanah ke LPG bersubsidi itu dan menyatakan tak akan mencabut subsidi LPG 3 kg pic.twitter.com/d36TONZe3c
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Dan Pemerintah sudah menegaskan bahwa di rilisnya gas 3 kg non subsidi adalah aksi korporasi. Tahu arti aksi korporasi? Artinya aksi cari untung. Tidak ada urusannya sama sekali dengan Pemerintah! pic.twitter.com/hwJLPY6uwS
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Nah, jika di pasaran ada dua produk yg sama dengan harga yg berbeda jauh (disparitas harga), maka kira2 konsumen memilih yg mana?
#99 @PartaiSocmed
Dan agar gas 3 kg non subsidi Pertamina laku maka yg bisa dilakukan Pertamina adalah dua hal jahat ini: 1. Menulisi tabung gas "Hanya untuk masyarakat miskin". Padahal peraturannya untuk semua rumah tangga. 2. Sebagai pemain monopoli akan melangkakan gas subsidi dr peredaran.
#99 @PartaiSocmed
Dan fakta di lapangan gas elpiji memang ditulisi "Hanya untuk masyarakat miskin" agar mereka yg sesungguhnya berhak jadi malu membeli, serta terjadi kelangkaan gas melon di beberapa wilayah. Semua itu tak lain tujuannya adalah untuk konversi gas bersubsidi ke non subsidi pic.twitter.com/4vkAsEmTeu
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Tapi jika konversi minyak tanah ke gas LPG tujuannya adalah menghemat keuangan negara maka konversi gas subsidi ke non subsidi ini murni proyek Pertamina sebagai perusahaan demi meraup keuntungan pic.twitter.com/DKQu3xXXAj
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Dengan fakta tersebut maka layakkah kita mem-bela2 keserakahan Pertamina yg menyengsarakan rakyat itu? Ingat, direksi BUMN dapat tantiem besar ketika perusahaannya untung. Anda dapat apa?
#99 @PartaiSocmed
Dan setelah jelas duduk perkaranya seperti ini, maka mengejek mereka yg memilih beli gas subsidi tentulah jika tidak orang kaya pasti orang bodoh. Sebab gas subsidi adalah hak semua masyarakat dan Pemerintah sama sekali tidak berencana mengurangi subsidi gas.
#99 @PartaiSocmed
Terakhir, dari aksi korporasi Pertamina itu semua pihak dirugikan, baik rakyat Indonesia sebagai konsumen, Pemerintah dan Jokowi sebagai Presiden. Satu2nya pihak yg diuntungkan adalah Pertamina sendiri.
#99 @PartaiSocmed
Sekian kultwit kami. Semoga kita tidak jadi orang bodoh yg membela keserakahan Pertamina. Belalah kepentingan rakyat! Terimakasih.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.