0
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Kemarin ada yang nanya pendapat saya tentang pedophilia. Saya sengaja tidak menjawab karna dalam suasana panas, diskusi ilmiah susah dibangun. Dan dalam diskusi ilmiah, perbedaan pendapat itu wajar, namun harus berdasar. Nah ini pendapat dan dasar saya
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Pertama, apa itu gangguan pedofilia? Yaitu fantasi seksual, dorongan, atau perilaku seksual berulang dengan anak pra-pubertas (rerata 13 thn atau kurang) selama paling tidak 6 bulan pic.twitter.com/y7XZk2SHIF
Expand pic
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Masih ttg kriteria diagnosis pedofilia: mereka memanifestasikan dorongan ini menjadi perilaku, dan hal ini menimbulkan distres serta disability dalam menjalani kehidupan sehari-hari
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Kriteria terakhir, mereka harus minimal berusia 16 tahun, yaitu cukup dewasa memang. Bukan anak anak suka sama anak anak. Itu bukan pedofilia, itu namanya anak anak kebanyakan nonton sinetron
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Nah ini klasifikasi gangguan preferensi seksual yang satu rumpun dengan pedofilia. Selanjutnya akan kita bahas dari sudut pandang psikiatri (psikodinamik), kenapa seseorang menjadi pedofilia pic.twitter.com/lk5TAm6x0X
Expand pic
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Dari sudut pandang klasik, pedofilia dianggap menggambarkan narcissistic object choice. Pedofile melihat anak sebagai gambaran dirinya sendiri sebagai anak. Mereka sering menganggap diri kurang mampu untuk membangun hubungan dewasa, sehingga 'memilih' anak untuk objek cinta
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Dari penelitian klinis, sekitar 60% pedofil memiliki gangguan kepribadian; 20% memiliki gangguan narsisistik, dan 22,5% memiliki gangguan antisocial. Aktivitas seksual bersama anak berfungsi untuk meningkatkan harga diri yang rapuh pada gangguan ini
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Banyak pedophile memilih profesi yang dikelilingi anak anak. Karena anak anak itu mudah menerima, memuji, yang kesemuanya ini dibutuhkan untuk mendorong harga diri positif pedophile. Jenis penerimaan ini jarang diberikan oleh orang dewasa, iya kan? 😊
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Sebaliknya dari penerimaan ini, pedophile juga mengidealisasikan anak-anak. Sehingga aktivitas sosial terkait dengan fantasi bawah sadar dari object ideal masa kecil atau diri ideal dari nirsadar. Oke bahasanya mulai susah ya, saya jg bingung bikin bahasa gampangnya 😂
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Fagan (2005) juga menemukan bahwa pedophile juga merupakan korban dari kekerasan seksual masa anak, sehingga sensasi kemenangan dan kekuatan sangat mewarnai perubahan trauma pasif menjadi tindakan aktif kepada anak anak Korban yang akhirnya menjatuhkan korban lain
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Seksualitas tidak pernah sederhana. Tidak sesederhana sesuatu itu benar atau salah, hitam atau putih, sangat kompleks dan multidimensi. Sehingga saya sering menghindari bahasan topik ini, karna jelas pandangan saya pasti bias hanya dari sudut pandang psikiatri saja Demikian 😊

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.