0
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
PEMBALASAN DRAWA Di tengah upacara penutupan #asiangames2018 tiba-tiba Bhin Bhin, Atung, Kaka, dan seisi stadion digemparkan oleh sesosok makhluk yang muncul dari balik kegelapan. pic.twitter.com/fqoFmC6xmI
Expand pic
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Aku datang ke sini untuk menghancurkan kalian semua!" ujar makhluk itu dengan suara penuh amarah. Tubuhnya yang hitam kelam diselingi kilatan warna-warni dari ekornya. pic.twitter.com/5h4ZgLcVFt
Expand pic
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Siapa dia?" Ketiga maskot resmi Asian Games saling bertanya, panik dan kebingungan. "Aku datang dari dunia paralel untuk menuntut balas pada kalian semua yang telah merebut eksistensinku di dunia ini! Akulah... Cendrawasih Kegelapan.... Akulah.... Drawa...," ucap makhluk itu. pic.twitter.com/fSO0924vg1
Expand pic
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Drawa...," gumam Bhin Bhin gemetar. "Kamu kenal dia?" tanya Atung.
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Tidak, tapi aku pernah mendengar namanya dari sebuah legenda. Jauh sebelum Asian Games 2018 ada sesosok maskot bernama Drawa. Orang-orang mencacinya, menolaknya, kemudian membuangnya karena ia buruk rupa," ujar Bhin Bhin. "Aku kira dia sudah mati. Ternyata aku salah." pic.twitter.com/MGnELV8fZI
Expand pic
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Malang benar dia. Tapi kenapa dia datang ke sini? Kenapa ia begitu marah kepada kita?" tanya Kaka. "Karena kita lah yang menggantikan dia sebagai maskot Asian Games 2018!" jawab Bhin Bhin pelan.
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Benar sekali!" geram Drawa. "Mereka membuangku demi kalian, hanya karena rupaku yang tak se-estetis kalian. Sejak saat itu, dendam dan kesedihan yang kurasakan telah memberiku kekuatan kegelapan, dan sekarang ... Aku lebih kuat dari kalian bertiga!" pic.twitter.com/ogETm546Xw
Expand pic
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Dia sudah terjerumus ke dalam kegelapan. Sepertinya kita tidak punya pilihan lain!" Ucap Kaka. Bhin Bhin dan Atung mengangguk setuju.
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
Drawa bergerak maju. Aura pembunuh menyeruak keluar dari sekujur tubuhnya, meletup-letup dan memusnahkan apa pun yang menghalangi. Semua penonton, official, dan atlet gemetar ketakutan.
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Akan kumusnahkan kalian semua! Asian Games 2018 ini adalah milikku! Hiaaaaaaah!" teriak Drawa sambil melancarkan serangan mematikan.
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
Pertarungan mereka tak terelakkan lagi. Bhin Bhin, Atung, dan Kaka berusaha menghentikan Drawa. Pukulan demi pukulan, hantaman demi hantaman, semuanya berhasil ditangkis dengan mudah. Ketiganya mulai kehabisan stamina, tapi Drawa sama sekali tak tergores seujung kuku pun.
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Gerakannya cepat sekali! Aku tidak dapat membaca serangannya!" gumam Atung sebelum ia terkena sabetan Drawa dan terhempas ke tanah. Padahal Atung adalah yang tercepat di antara mereka bertiga. pic.twitter.com/FHS6kqwNiX
Expand pic
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Ia terlalu kuat!" ujar Kaka, "Aku tidak bisa menahan pukulannya!" Kaka terkena pukulan di perut yang membuat ia terpental dan menghantam dinding stadion. Padahal Kaka adalah yang terkuat di antara mereka bertiga. pic.twitter.com/cTINGIgRdP
Expand pic
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Sial! Jurus-jurusnya sangat efektif. Tidak ada gerakan yang sia-sia. Dari mana ia bisa menguasai semua ini?" gumam Bhin Bhin yang semakin terpojok. Drawa tak terbendung. "Hahaha! Jadi cuma segini kemampuan kalian?"
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
Tangan Drawa mencekik leher Bhin Bhin, kemudian mengangkatnya ke udara. Bhin Bhin tak bisa bernapas. Ia berusaha berontak, tapi tak ada artinya. "Bhin Bhin!" jerit Atung dan Kaka. Mereka berusaha bangkit, tapi tubuh mereka tak sanggup. "Tamat riwayatmu!" ucap Drawa.
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
Sesaat sebelum leher Bhin Bhin remuk, tiba-tiba terdengar suara pekik elang dari balik awan. Drawa menoleh ke atas. Muncul sesosok elang bondol yang langsung menubruknya, membuat ia terjatuh dan melepaskan cengkeramannya. "Siapa kau?" geram Drawa.
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Namaku Momo a.k.a Ulung! Maskot Asian Paragames!' ujar elang bondol itu sambil memasang kuda-kuda. "Tak akan kubiarkan kamu melukai teman-temanku!" pic.twitter.com/nRp6kuh8fM
Expand pic
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
Di luar dugaan, Momo mampu mengimbangi serangan-serangan Drawa. Pukulan demi pukulan berakhir seri. Keadaan imbang. Momo melesatkan pukulan mematikan, Drawa dapat menghindar dengan mudah. Namun sesaat kemudian, Drawa menyadari sehelai bulunya jatuh ke tanah. Ia tersenyum. pic.twitter.com/Dje7lz4UAg
Expand pic
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Untuk ukuran orang yang memiliki keterbatasan, kamu boleh juga," puji Drawa. "Justru karena aku punya keterbatasan, aku berlatih dengan sangat keras!" balas Momo. pic.twitter.com/VKR30BJIDw
Expand pic
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
Baku hantam kembali terjadi. Kali ini, trio maskot Asian Games yang mulai pulih pun kembali masuk ke arena. Berempat, mereka mengepung dan menyerang Drawa secara bertubi-tubi. pic.twitter.com/7WfaNjd0nd
Expand pic
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
Keadaan berbalik. Drawa mulai kewalahan melayani serangan empat maskot itu. Dalam satu kesempatan, pukulan Kaka bahkan berhasil menghantam pipi Drawa. Drawa segera mengambil jarak dan mengatur napasnya.
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
"Menyerahlah!" ujar Bhin Bhin. "Kamu tidak akan menang melawan kami semua." "Jangan sombong dulu. Selama ini aku baru menggunakan 10% kekuatanku. Ini bukanlah wujudku yang paling sempurna!" ucap Drawa.
Muhamad Rivai @rivaimuhamad
Sesaat kemudian, Drawa mengejan. Muncullah letupan energi dari tubuhnya yang semakin lama semakin besar. Tanah bergetar, angin bertiup kencang, batu-batu beterbangan. Gelombang energi itu menyelimuti Drawa hingga tubuhnya berubah menjadi lebih kecil, tetapi lebih menakutkan. pic.twitter.com/6dxqt9MrSP
Expand pic
Load Remaining (31)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.