1
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
1. Baru-baru ini, politikus Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, melontarkan tudingan bernada sinis kepada pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). pic.twitter.com/0srxUDz9CH
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
2. Menurut Irma, era SBY lebih represif menghadapi rakyat ketimbang Joko Widodo (Jokowi). Apa benar seperti itu? pic.twitter.com/GZHQG1k6c3
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
3. Di tengah nyaringnya kritikan terhadap pemerintah yang dirasa berupaya menutup pintu demokrasi, menghalangi kebebasan berpendapat, pendukung penguasa ini justru hendak membandingkan rezim ini dengan sebelumnya.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
4. Apa ini tidak mencabik baju di dada namanya? Dalam tweet ini, saya tidak akan membahas terlalu banyak dugaan pelanggaran demokrasi yang dilakukan rezim ini.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
5. Namun, lebih banyak akan membahas bagaimana sikap pemerintah terdahulu menghadapi para pengkritiknya. Setidaknya untuk menyegarkan memori kita bahwa tudingan Irma tersebut sangat mengada-ada.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
6. Tagar #ShameOnYouSBY Pada September 2014, jagat media sosial Twitter diramaikan oleh tagar #ShameOnYouSBY. pic.twitter.com/6isS6x0pgX
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
7. Kemunculan tagar itu dipicu aksi protes publik terhadap sikap Partai Demokrat yang melakukan walk out dalam sidang pembahasan RUU Pilkada.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
8. SBY yang kala itu sudah berada di penghujung masa bhakti, tidak merespon negatif protes publik itu. Tak ada pula yang melarang-larang tagar itu utk terus disuarakan, dan tidak ada pula yang melakukan sweeping terhadap demonstran yang membawa spanduk bertuliskan tagar tersebut.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
9. Cabut Mandat SBY Sedikit jauh ke belakang, Aktivis Hariman Siregar pernah menggalang massa untuk turun ke jalan pada Senin 15 Januari 2007.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
10. Aksi yang bertajuk Pawai Rakyat Cabut Mandat ini diklaim sebagai simbol ketidakpuasan rakyat terhadap kinerja pemerintah.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
11. Aksi ini diikuti sejumlah tokoh yang tergabung dalam Indonesian Democracy Monitor (Indemo) serta 52 elemen antara lain aktivis tahun 1974, aktivis mahasiswa, buruh, nelayan, dan etnis Tionghoa.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
12. Pada 2014, aksi serupa kembali terulang. Kali ini dikomandoi Hatta Taliwang. Mantan anggota DPR periode 1999-2004 dan salah satu dari 50 tokoh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN). pic.twitter.com/d5tYpvwxRW
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
13. yang sempat menjadi tersangka kasus makar di rezim Jokowi ini, menyerukan tuntutan dan melakukan upaya untuk menggulingkan kekuasaan Presiden SBY.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
14. Hatta mengirimkan surat terbuka pada MPR-DPR untuk memanggil SBY atas dugaan tidak transparan tentang utang yang masih ditanggung negara.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
15. Ia bersama Komite Nasional Penyelamat Rakyat (KNPR) juga mendorong adanya sidang istimewa untuk menurunkan Presiden SBY.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
16. Secara aturan, kedua aksi tersebut inkonstitusional. Bertentangan dengan aturan dan menyalahi konstitusi. Namun, pemerintah saat itu sama sekali tidak menanggapinya dengan represif.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
17. Tidak ada yang ditangkap, apalagi didakwa sebagai pelaku perbuatan makar terhadap pemerintahan yang sah. Terasa sekali kan bedanya dengan era sekarang ini?
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
18. Demo Kerbau SiBuYa Terakhir, pada 100 hari Pemerintahan SBY-Boediono yakni tanggal 28 Januari 2010, aktivis Yosef Rizal membawa seekor kerbau ke Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. pic.twitter.com/jsVaDeoQeZ
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
19. Di kerbau yang ia bawa itu terdapat foto SBY dan tulisan dengan cat putih "SiBuYa". Banyak yang berang dengan aksi ini karena tidak beretika menyamakan manusia dengan binatang. Apalagi yang disindir ini adalah seorang presiden, simbol negara.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
20. SBY jelas kesal saat itu. Namun meski dilecehkan, ia tidak pernah melakukan tindakan represif terhadap para pendemo itu. Mereka dibiarkan bebas menyuarakan aspirasi. pic.twitter.com/cqa7Y6Tryg
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
21. Jika ada yang salah, pemerintah juga menempuh jalur yang benar, sesuai koridor hukum yang berlaku. Seperti melaporkan kepada pihak kepolisian, bukan menggelar aksi tandingan, atau menurunkan preman bayaran. pic.twitter.com/vx5s6ear0n
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
22. Ini terbukti, seminggu setelah peristiwa tersebut, Yosef kembali turun ke jalan untuk meminta SBY-Boediono dipecat. Ia tidak mendapat perlakuan represif dari aparat dalam aksi-aksinya itu. Karena saat itu pemerintah SBY sadar, demokrasi memang berisik.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
23. Jadi, apakah Irma masih ingin juga membandingkan dengan sikap demokrasi yang dianut pemerintah saat ini? Lebih baik berpikirlah dua kali. pic.twitter.com/IBzX4xh8n5
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.