2
Zulfikar Akbar @zoelfick
Indonesia sudah bertahun² dikuasai isu berbau agama. Bahwa pemeluk satu agama lebih berhak atas segalanya di sini, telah menjadi narasi yang terus dimainkan. Apa kita lupa, di daerah tertentu, isu ini pernah berakhir dengan pertumpahan darah dan pembunuhan besar²an?
Zulfikar Akbar @zoelfick
Sampai kemudian saya belajar dari teman² Nasrani, penganut ajaran Budha, dan Hindu, untuk menemukan nilai² yang lebih humanis. Membuka diri, berat, seperti perihnya bgm menguliti diri sendiri. Ini saya lakukan demi bisa tiba di titik lebih dalam sbg manusia.
Radikal Merdeka @EmhadyZ
@zoelfick Yg benar adalah dari dulu tdk ada perang krn alasan agama tapi yg ada adalah dibungkus agama. Penyebab utama perang2 adalah ekonomi/dagang, penguasaan daerah/SDA, agresi wilayah, ekspansi, perebutan kekuasaan, intrik di kerajaan2, takut kehilangan kedudukan dsb.
// Jax @JackVardan
Sudah tau berapa tebal buku sejarah yang berisi pertikaian. Lah kok narasi anda malah melulu meributkan yang dianggap sensitif dari sejarah. Anda belum selesai dengan tafsir sendiri, sekarang melebar lakukan monsterisasi agama sendiri. Layak tidakah anda meneriakan toleransi? twitter.com/zoelfick/statu…
// Jax @JackVardan
Untuk jiwa-jiwa yang belum selesai dengan tafsirnya sendiri. Gua rasa, petikan ceramah Tuan Guru Abdul Somad, layak diamalkan. Berpegang pada Mahzab dan juga ulama yg lurus. Bukan berfantasi liar hingga menganggap agamanya sendiri macam monster. Selesaikan egomu.
// Jax @JackVardan
Jangan jadi liberal tanggung. Kalau masih belum selesai dari diri sendiri. Tapi pengasong islam liberal itu hanya produk daur ulang alias plagiat pemikiran, yang nyadur total pemikiran usang orientalis barat dengan topeng; multikulturalisme, pluralisme, kegagalan barat diimpor
// Jax @JackVardan
Sama halnya ketika "pabrik terorisme" yang diusung barat, untuk memalak negara-negara yang kaya sumber daya alam, dengan menciptakan perang. Mereka ekspor narasi radikalisme bermodal; topeng nuklir (penggulingan saddam) dan (9/11) brand radikalisme dan teroris.
// Jax @JackVardan
Di jaman now, "Corporated Warriors" hal yang lebih ekstrim dari sekedar "pabrik terorisme", operasi terang-terangan, menciptakan group siluman yang digerakan oleh sejumlah korporasi, industri senjata, sampai geo-strategi. Belajarlah dari Syria, Libya, dan Rohingya.
// Jax @JackVardan
Kita kupas perkara Rohingya sedikit, meski udah gua tulis di web @ParadokNetwork tentang group siluman dan kejahatan korporasi yang memanfaatkan "agama" sebagai bahan baku pencaplokan wilayah dan kepentingan korporasi.
// Jax @JackVardan
Konflik rohingya, sampai saat ini dampaknya luar biasa, berapa orang jadi korban? Anak-anak, wanita, dan lansia? Lantas apa yang terjadi pasca konflik? Tangisan, pasti! Darah mengalir, dokumentasi yang saya dapatkan dari jurnalis dan bloger Myanmar jauh lebih sadis.
// Jax @JackVardan
Rakhine, dimana lokasi tersebut kini sudah dalam proses pembangunan pelabuhan terbesar dan kilang minyak serta pipa migas yang tersambung sampai China. Tepatnya di Kyaukpyu. Silahkan searching boong fantat gua belah pinggir.
// Jax @JackVardan
Ada korporasi besar asal China yang bermain pasca konflik. Yaitu, Citic group. Alhasil, pekerja juga masuk dari China. Lagi, ini bagian pola Yida Yilu yang akan tersambung ke Hambantota, Srilanka yang sebelumnya hak kelolanya jatuh ke China selama 99 tahun, gagal bayar utang.
// Jax @JackVardan
Di Hambantota,yang bermain adalah Merchant China Group, korporasi asal China yang juga akhirnya mengancam wilayah hutan Hambantota 11,5 km persegi. Pola yang sama, jebakan utang / debt trap diplomacy tanpa tren relijius persekusi seperri yang dialami Rohingya dan Uyghur.
// Jax @JackVardan
Apakah yakin ajaran Budha dalam konteks sebenarnya bisa berbuat keji sesama makhluk? Lantas siapa pelaku sebenarnya yang memakai baju biksu untuk membantai Muslim rohingya? Apa jangan-jangan keduanya ada group siluman yang saling provokasi, saat konflik pecah mereka sembunyi?
// Jax @JackVardan
Inilah tugas dari group siluman "Corporated Warriors" yang umumnya selalu ada di wilayah konflik. Sementara seteru korporasi perang opini di Media, hingga salah satunya mem-blow up hingga memakai senjata andalannya bernama UN yang padahal bagian bandit korporasi ditanam.
// Jax @JackVardan
Sama seperti kasus di Syria; dimana media yang punya kepentingan itu main. Perang opini; antara group sputnik dan xinhua versus Wsj, guardian, time, dll. Sama saja, mereka mesin pembunuh dan bagian dari pola "corporated warriors" yang berebut kue.
// Jax @JackVardan
Makanya, gua pribadi kaget. Ketika ada sebuah negara yang punya banyak suku, macam agama, dan mungkin posisinya yang strategis, tapi narasi lingkaran penguasa, disambung media pro rezimnya, melulu meributkan radikalisme; hantu semu yang jadi angin segar pihak group siluman tadi.
// Jax @JackVardan
Lucunya lagi, ingin undang investor, bangun industri pariwisata, tapi lingkaran penguasa malah mengadu domba anak bangsa dgn menuding sesama anak bangsa dengan tuduhan; radikal, anti-bhineka. Ibarat menciptakan anti virus, yg padahal virus, membersihkan kotoran dengan air kencing
// Jax @JackVardan
Ditambah lingkarang penguasa; yang memelihara pengidap islamophobia malu-malu kucing; kata "kafir" yang pdhl terminologi agama, diskusi perkara sejarah "khilafah", sensitif dengan "syariah", padahal "liberalis, sosialis, marxisme" melenggang jadi bahan diskusi. Tolol paripurna
// Jax @JackVardan
Menciptakan hantu radikalisme, yang disematkan pada mayoritas agama sama saja memantik perpecahan. Lantas jika ledakan sosial itu muncul, siapa yang disalahkan? Ini mayoritas, pak, bu, om, tante, opung. Persatuan juga semu.
// Jax @JackVardan
Apalagi, kalangan plagiat pemikiran orientalis barat, dari mulai Transjakarta belum ada, sampai ada MRT, melulu belum berdamai dengan tafsirnya sendiri. Hal sensitif mereka usung; baik politik, sampai istilah cingkrang, onta, bahkan nama ke-arab"an juga dibuat pusing.
// Jax @JackVardan
Setelah "fabrikasi radikalisme dan islamophobia gagal" di eropa dan amerika, bahkan jadi blunder karena islam semakin pesat. Jika ada rejeki; mampirlah ke moskow di idul fitri; saksikan gelegar takbir di bumi bekas komunis. Islam menjadi daya tarik, menjadi kebutuhan ruh.
// Jax @JackVardan
Kalau saja anda pernah melihat dengan mata kepala anda sendiri! Usus terburai, luka leher menganga, korban perkosaan dan jasad muslimah yang tadinya berhijab dipasung dengan kawat ditelanjangi, niscaya anda akan Berhati-hati, dan menerima perbedaan di bumi yang tengah damai.
// Jax @JackVardan
Industri radikalisme dan islomophobia di barat perlahan selesai. Silahkan dicoba, anda hujat, anda caci, muslimah berhijab, bercadar, di london, berlin, moskow, dan den haag, anda akan dapat bonus yang lumayan. Di permalukan masyarakat modern, yang belum tentu dia muslim.
Load Remaining (1)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.