0
Fathur Rizky @fathur_rizk
Wah ternyata kebijakan yang Mentan ambil berdampak signifikan banget ke civitas akademis IPB, sampe bikin kampus IPB terbelah, ada apa ya kira-kira? Silahkan baca tulisan saya, ini kompasiana.com/ayuritmalina/5… pic.twitter.com/XKhKPUuUPs
Expand pic
URL KOMPASIANA 1 IPB Terbelah Karena Mentan Amran Sulaiman Bila ada satu hal yang sukses dilakukan menteri pertanian Amran Sulaiman, itu bukanlah menciptakan swasembada pangan di Indonesia. Karena kenyataanya,
Fathur Rizky @fathur_rizk
Apasih kesuksesan menteri pertanian Amran Sulaiman? Suksenya itu menciptakan swasembada pangan. Karena kenyataanya, kebijakan Menteri Amran Sulaiman sukses membelah IPB. Khususnya pandangan akademisi kampus pertanian terkait produksi sebenarnya beras Indonesia.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Di satu sisi, ada Peneliti Pusat Studi Bencana Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Koordinator Nasional Indonesia Food Watch, Pri Menix Dey yang meragukan kebijakan impor beras demi menjaga stabilitas pasokan.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Menurut Pri Menix, apabila pemerintah tetap ngotot memaksa tambahan impor, maka dipastikan akan mubazir dan menekan harga gabah petani. Sehingga petani akan terus merugi dan terus berada di dalam lingkaran setan kemiskinan. Efek lanjutannya adalah gairah bertani menurun.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Pri Menix adalah pakar dari IPB yang mendukung Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan menganggap Amran beserta jajaranya selalu di lapangan, menggerakkan tanam padi dan memacu produksi.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Ia malah menuduh, bahwa ada beberapa pengamat pertanian yang memutarbalikkan informasi. Ia meragukan integritas para pengamat tersebut, bahkan menduga para pengamat pendukung impor beras itu sebagai bagian dari mafia beras.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Tuduhan itu ia alamatkan kepada beberapa pengamat yang juga satu kampus dengannya di IPB. Sebelum Pri Menix bicara kebijakan Amran Sulaiman, ada Ketua Umum Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa memprediksi Impor beras akan terjadi pada tahun ini.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Guru Besar di IPB ini punya data bahwa 50 persen daerah penghasil padi mengalami gangguan berupa kekeringan saat masa tanam. Bahkan Andreas bersama ekonom INDEF Rusli Abdullah mengklaim tata kelola beras Tanah Air terlampau buruk yang berdampak pada tingginya harga produksi.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Dwi Andreas Santosa mengapresiasi kebijakan pemerintah yang mengizinkan impor 2 juta ton beras tahun ini. Alasannya, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog akan menjadi patokan harga beras pada awal tahun 2019.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Semakin tinggi stok CBP, maka harga beras di tingkat konsumen akan semakin terjaga. “Kebijakan impor beras itu sangat tepat, tapi pengelolaannya harus hati-hati,” kata Dwi, beberapa waktu lalu.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Menurut Pri Menix, Cara pandang seperti itu subjektif dan ruang lingkung sempit. Seharusnya mengkaji kondisi perberasan secara komprehensif. Misal, kebijakan impor beras bisa saja diputuskan mengingat tahun ini tahun politik,” demikian Pri Menix Prof. Dwi Andreas Santosa.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Alih-alih sejalan dengan sang guru besar pertanian, Pri Menix berpendapat bahwa banyak terobosan peningkatan produksi yang telah dilakukan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Misalnya sejak 2015 hingga kini telah direhabilitasi jaringan irigasi 3,2 juta hektar, mekanisasi 380 ribu unit alat mesin, subsidi benih dan pupuk, asuransi 1 juta hektar pertahun dan lainnya.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Untuk itu, Pri Menix mengingatkan para pengamat agar perlu juga bersikap dewasa dan jujur mengedepankan intelektualnya dalam menyoal kondisi perberasan. Artinya, jangan melupakan prestasi dan kerja keras yang dilakukan pemerintah.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Mungkin ada hal lain yang dilupakan oleh Pri Menix dan pendukung gagasan anti impor Menteri Pertanian Amran Sulaiman bahwa bila stok beras menipis, akan terjadi kenaikan harga yang tentunya meresahkan dan makin memberatkan masyarakat.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Kekhawatiran kenaikan harga karena pasokan, menurut Prof. Dwi Andreas, telah muncul sejak awal Agustus. Menurut Prof. Dwi Andreas, harga gabah kering (HKP) petani mengalami kenaikan Rp200-Rp300. Akibatnya, dia perkirakan, harga beras di tingkat konsumen akan naik sampai Rp500
Fathur Rizky @fathur_rizk
Sementara itu, berdasarkan data dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) dan World Bank, perbedaan harga acuan beras dunia dengan harga beras Indonesia terus melebar. Indonesia bahkan menjadi negara dengan harga beras paling mahal se-Asia Tenggara
Fathur Rizky @fathur_rizk
Dwi memaparkan, impor memang bukanlah solusi jitu untuk meredam atau menurunkan harga beras. Pasalnya, lanjutnya, tata kelola beras Tanah Air terlampau buruk yang berdampak pada tingginya harga produksi.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Situasi itulah yang membuat harga beras terus berada pada posisi stabil tinggi dan semakin sulit untuk turun kembali. Kondisi itu diamini oleh ekonom Indef Rusli Abdullah.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Dia menilai, dengan amburadulnya tata kelola pertanian nasional dan banyaknya mata rantai distribusi beras, membuat harga beras akan terus naik.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Belum lagi luasan lahan produksi padi di Indonesia yang memang terbatas dan banyaknya komponen pertanian seperti pestisida dan pupuk yang bahan bakunya harus diimpor, sehingga sangat rentan terpapar nilai tukar rupiah.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Melihat masih banyaknya masalah yang melilit produksi beras dalam negeri, ada baiknya Menteri Pertanian Amran Sulaiman hati-hati bicara. Bukannya menyelesaikan masalah, ia malah bisa membuat makin banyak pihak terbelah.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Duuh sedih saya bacanya ada lagi pejabat yang tertangkap korupsi. Di institusi kementerian pertanian pula. Kasian para petani monggo silahkan dibaca-baca kompasiana.com/ayuritmalina/5… pic.twitter.com/PPwqdNxBSC
Expand pic
Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.