"Banjir Impor Yang Berujung Saling Tunjuk Diantara Kementrian(?)" by @Andini_Resakih

0
Andini Resakih @andini_resakih

Kena getah, tapi gak sempat mencap manis buahnya emang sering terjadi. Sabar aja diperbanyak kompasiana.com/andreaspalupes… pic.twitter.com/4AmPICM3PD

30/08/2018 21:52:45 WIB
Expand pic

Siapa yang makan nangka, siapa yang kena getahnya. Pemeo itu berlaku saat kita melihat kondisi Enggartiasto Lukita saat ini, Kementerian Perdagangan yang dipimpinnya terkena getah akibat kampanye negatif lawan-lawan politik pemerintah. Khususnya dalam urusan impor mengimpor.

Baru-baru ini, ekonom Faisal Basri menuduh Menteri Perdagangan kebablasan mendatangkan barang-barang ke Indonesia, tanpa rekomendasi dari kementerian teknis terkait.

Untung saja tuduhan itu tidak kadung berkembang menjadi isu liar. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Karyanto Suprih buru-buru mengklarifikasi bahwa importasi barang itu bukan maunya Kemendag semata. Tapi berdasarkan keputusan rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Anak buah Karyanto menjelaskan, dalam membuat keputusan, Kemendag selalu berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Dalam hal kebijakan tidak menyertakan rekomendasi untuk impor barang tertentu, Kemendag sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dalam hal mekanisme pertimbangan teknis sebelum izin impor diterbitkan.

"Maraknya impor bukan itu satu-satunya (penyebab). Tidak perlu menanggapi pendapat pengamat, silakan saja diteliti apa penyebab utamanya," kata Karyanto seperti dikutip dari Kompas.com hari ini.

Lagipula, bila bicara impor, sebenarnya pemerintah sudah berniat untuk mencegah semakin banyak barang asing masuk ke dalam negeri. Khususnya barang-barang konsumsi.

Sedangkan impor barang modal adalah fenomena yang tidak bisa kita cegah. Alasannya, barang-barang modal itu diperlukan agar industri kita bisa mengolahnya dan membuatnya menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Oleh karena itu, kalaupun negeri kita ini dibanjiri barang impor, kita harusnya lebih menyalahkan Kementerian Perindustrian karena tidak mampu membina industri dalam negeri agar bisa mencukupi kebutuhan barang-barang konsumsi dalam negeri.

Toh Kementerian Perindustrian sendiri mengakui bahwa mereka mesti terus mengajak industri dalam negeri untuk menggenjot kapasitas produksinya dan hilirisasi.

Seperti disampaikan oleh Sekjen Kemenperin, Haris Munandar hari ini, tujuan pihaknya menggenjot industri agar industri dalam negeri bisa mengisi pasar domestik agar tidak tergerus produk impor. Menurutnya jika aktivitas industri manufaktur berjalan baik, akan membawa efek berantai positif bagi perekonomian. Antara lain naikknya penerimaan devisa dari eskpor sehingga mampu mengurangi defisit neraca perdagangan.

URL KOMPASIANA Impor Tinggi? Tanya Menteri Industri Siapa yang makan nangka, siapa yang kena getahnya. Pemeo itu berlaku saat kita melihat kondisi Enggartiasto Lukita saat ini, Kementerian Perdagangan y
Andini Resakih @andini_resakih

Pemeo itu berlaku saat kita melihat kondisi Enggartiasto Lukita saat ini, Kementerian Perdagangan yang dipimpinnya terkena getah akibat kampanye negatif lawan-lawan politik pemerintah. Khususnya dalam urusan impor mengimpor.

30/08/2018 21:52:45 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Baru-baru ini, ekonom Faisal Basri menuduh Menteri Perdagangan kebablasan mendatangkan barang-barang ke Indonesia, tanpa rekomendasi dari kementerian teknis terkait.

30/08/2018 21:52:46 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Untung saja tuduhan itu tidak kadung berkembang menjadi isu liar. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Karyanto Suprih buru-buru mengklarifikasi bahwa importasi barang itu bukan maunya Kemendag semata.

30/08/2018 21:52:46 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Tapi berdasarkan keputusan rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

30/08/2018 21:52:47 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Anak buah Karyanto menjelaskan, dalam membuat keputusan, Kemendag selalu berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

30/08/2018 21:52:47 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Dalam hal kebijakan tidak menyertakan rekomendasi untuk impor barang tertentu, Kemendag sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dalam hal mekanisme pertimbangan teknis sebelum izin impor diterbitkan.

30/08/2018 21:52:48 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

“Maraknya impor bukan itu satu-satunya (penyebab). Tidak perlu menanggapi pendapat pengamat, silakan saja diteliti apa penyebab utamanya,” kata Karyanto seperti dikutip dari Kompas.com hari ini.

30/08/2018 21:52:49 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Lagipula, bila bicara impor, sebenarnya pemerintah sudah berniat untuk mencegah semakin banyak barang asing masuk ke dalam negeri. Khususnya barang-barang konsumsi.

30/08/2018 21:52:49 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Sedangkan impor barang modal adalah fenomena yang tidak bisa kita cegah. Alasannya, barang-barang modal itu diperlukan agar industri kita bisa mengolahnya dan membuatnya menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

30/08/2018 21:52:50 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Oleh karena itu, kalaupun negeri kita ini dibanjiri barang impor, kita harusnya lebih menyalahkan Kementerian Perindustrian karena tidak mampu membina industri dalam negeri agar bisa mencukupi kebutuhan barang-barang konsumsi dalam negeri.

30/08/2018 21:52:50 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Toh Kementerian Perindustrian sendiri mengakui bahwa mereka mesti terus mengajak industri dalam negeri untuk menggenjot kapasitas produksinya dan hilirisasi.

30/08/2018 21:52:51 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Seperti disampaikan oleh Sekjen Kemenperin, Haris Munandar hari ini, tujuan pihaknya menggenjot industri agar industri dalam negeri bisa mengisi pasar domestik agar tidak tergerus produk impor.

30/08/2018 21:52:51 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Menurutnya jika aktivitas industri manufaktur berjalan baik, akan membawa efek berantai positif bagi perekonomian. Antara lain naikknya penerimaan devisa dari eskpor sehingga mampu mengurangi defisit neraca perdagangan.

30/08/2018 21:52:52 WIB
Andini Resakih @andini_resakih

Naaaah gimana menurut analisa kalian wahai netizen yang budiman?? gimana pendapat kalian

30/08/2018 21:52:53 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!