0
Retweet Team @re_kultwit
Media massa memang memiliki pengaruh yang sangat sentral dalam pembentukan opini publik sehingga dalam hal ini informasi yang diberikan dapat mempengaruhi keadaan komunikasi sosial pada masyarakat.
Retweet Team @re_kultwit
Masyarakat awam pun banyak yang menelan mentah-mentah berbagai informasi yang diberitakan pada sebuah media, padahal di sisi lain berita tersebut ada kemungkinan memiliki ketimpangan yang harus diverifikasi.
Retweet Team @re_kultwit
Berbagai informasi yang kemudian masuk tanpa mengindahkan sisi objektivitas itulah yang kemudian menjadi permasalahan. Dan lewat media massa inilah kemudian propaganda bisa terlaksana dengan baik.
Retweet Team @re_kultwit
Propaganda yang tak berimbang tentunya memiliki kepentingan-kepntingan yang biasanya berkenaan dengan kepentingan politik, bertujuan untuk menjatuhkan figur atau tokoh-tokoh tertentu dan berusaha menaikan pamor tokoh tertentu.
Retweet Team @re_kultwit
Sebagai gambarannya adalah ketika Pemilu berlangsung para kontestan dengan menggunakan media berusaha mepromosikan dirinya melalui partai yang mengusungnya.
Retweet Team @re_kultwit
Dengan begitu mereka berusaha mempropagandakan dirinya agar mendapat simpati masyarakat sehingga banyak yang memilih.
Retweet Team @re_kultwit
Kemudian untuk memperoleh suara yang banyak, tak sedikit diantara mereka yang melakukan praktik Black Propaganda. (Menggunakan cara-cara yang licik dengan menghasut dan mengadu domba)
Retweet Team @re_kultwit
Propaganda merupakan salah satu bentuk komunikasi massa. Berasal dari kata propagare yang berarti menyebar, berkembang, dan mekar.
Retweet Team @re_kultwit
Ya, kontrol opini atau penggiringan isu. Manipulasi alam bawah sadar para pembaca dengan terus memproduksi narasi, baik tendensius, aroma stigma, hingga pembunuhan karakter.
Retweet Team @re_kultwit
Sebelum penetapan resmi capres dan cawapres yang akan ikut serta dalam kontestasi politik 2019, media sosial menjadi sangat ramai dengan berbagai opini hingga tebak-tebakan yang sangat rumit.
Retweet Team @re_kultwit
Pihak lawan politik menggunakan media sebagai alat penggiringan opini, bertujuan membuat gejolak media sosial terutama akar rumput merespon.
Retweet Team @re_kultwit
Kemudian para politisi atau kader parpol begitu liar menafsirkan headline media, seakan berita media adalah berita resmi dari sejumlah partai oposisi.
Retweet Team @re_kultwit
Saling serang argumen dengan narasi media, yang padahal belum tentu benar apa yang tertulis dalam media. Tidak melihat narasi utuh berita, apalagi memperhatikan perkara kaidah berita, atau setidaknya meredam strategi yang tersimpan rapih di balik meja pertarungan.
Retweet Team @re_kultwit
Jaring media ditebar dan mengkondisikan yang seharusnya bisa bersatu dibuat tidak bersatu. Rangkaian narasi saling menyudutkan ditujukan pada tiap parpol yang menjadi oposisi.
Retweet Team @re_kultwit
Inilah teknik penggiringan opini, ditambah simpatisan parpol yang aktif di medsos juga berkomentar, seakan membenarkan narasi headline, menganggap bahwa apa yang tertera di headline adalah kebenaran, emosional, hingga brutal menyerang sesama oposisi.
Retweet Team @re_kultwit
Kalian ini adalah korban, dan masuk dalam pola permainan dengan tools propaganda bernama media. pic.twitter.com/aD8LAnrzqk
Expand pic
Retweet Team @re_kultwit
Kalo kata Napoleon Bonaparte, perang adalah informasi. Tetapi melihat para elit parpol yang menjadi korban disinformasi tentu sangat disayangkan.
Retweet Team @re_kultwit
Ingin memenangkan kontestasi, tetapi sibuk saling cakar karena teknik propaganda yang masif.
Retweet Team @re_kultwit
Selain itu, outlet berita online mainstream ikut dilibatkan sebagai senjata pamungkas, dengan menggunakan teknik framingnya. Manipulasi media adalah senjata propaganda modern dalam mempengaruhi publik
Retweet Team @re_kultwit
Aktivitasnya menggunakan teknik astroturfing, clickbait, pengalihan isu, troll, ad populum, manipulasi opini publik, dan teknik lainnya yang digerakan secara terorganisir.
Retweet Team @re_kultwit
Kekonyolan ini tetap terjadi, buta dengan kontestasi dengan kesepakatan nyata, namun masih saja ada para politisi yang konon ingin memperbaiki bangsa saling serang padahal masih satu sekoci. Inilah yang dimaksud dengan politisi yang menjadi korban headline media.
Retweet Team @re_kultwit
Berbagai metode propaganda akan dilakukan. Ini baru awal... Yah, mulai dari pecah suara, meramu gesekan, framing busuk, pembunuhan karakter, hingga fitnah dan hoax yang akan semakin masif.
Retweet Team @re_kultwit
Sekali lagi, selain politisi yang menjadi korban headline media, pendukung yang Die hard bakalan jadi korban juga.
Retweet Team @re_kultwit
Sebab, orang akan percaya apa pun, asalkan mereka diberitahu itu sangat sering dan cukup tegas, dan oposisi akan dibungkam dan tertahan dalam kesedihan.
Retweet Team @re_kultwit
Ini yang ditakutkan, terbiasa mengisi memori kepala dengan kebencian tanpa nalar, membuat akhirnya sebagian orang tak bisa membedakan mana jebakan yang harus diolah atau menjadi bagian dari perjuangan.
Load Remaining (20)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.