4
Irene @lreneviena
Dalam sebuah Diskusi Kepemimpinan Nasional, peserta diksusi bertanya: "Apa tantangan terbesar pasangan Jokowi - Maruf Amin pada Pilpres 2019?" Jawab: "Kesehatan Akal, Jiwa dan Raga. Pasangan itu diragukan memiliki ketiganya"
Irene @lreneviena
1. Salah satu keuntungan era informasi adalah akses yg mudah bagi siapa saja mencari rekam jejak politisi melalui media tracking - browsing internet. Penghapusan jejak digital oleh google, yahoo, bing dan seterusnya, rekam jejak itu tidak pasti hilang 100%. Fosil2nya masih ada
Irene @lreneviena
2. Google, Yahoo, Bing dll dapat disebut hampir sukses dlm menghapus jejak digital Jokowi, berita & foto yg dinilai merugikan pencitraan Jokowi, Ahok atau oknum2 lain yg telah bangun sekian lama dan biaya sangat besar. Namun, tetap saja fosil jejak digital itu dapat ditemukan
Irene @lreneviena
3. Sejak 10 tahun lalu hampir semua media nasional-lokal gencar membangun pencitraan semu Jokowi-Ahok. Grup Media besar: Kompas/Gramedia Grup, Tempo, Jawa Pos, First Media, Media Grup, Para Grup dll dsb dst, setiap hari gencar menanam citra palsu Jokowi-Ahok ke benak rakyat RI
Irene @lreneviena
4. Puluhan berita per media dimuat setiap hari sejak 2010, upaya membangun citra palsu Jokowi-Ahok itu dibentengi oleh puluhan ribu akun medsos di semua platform Siapa saja bersuara miring, anti, tidak setuju, kritik atau mengungkapkan fakta sebenarnya pasti dibully habis2an
Irene @lreneviena
5. Banyak tokoh nasional, ulama, politisi, aktivis, selebritis jadi korban bullying media mainstream & medsos, karena mengungkapkan suara hati, akal sehat, kebenaran, atau jijik melihat upaya pembodohan sistematis yg dilakukan timses Jokowi-ahok itu Propaganda mereka jadi racun
Irene @lreneviena
6. Propaganda Pencitraan palsu itu dilakukan melebihi propaganda Nazi pada era Hitler, Mendayagunakan platform media & teknologi yg lebih canggih dan belum tersedia pada masa itu (1932-1945) Joseph Goebbels pun pasti mengakui keunggulan propaganda yg diotaki Stan Greenberg pic.twitter.com/pxoOE1VHbk
Expand pic
Expand pic
Irene @lreneviena
7. Kebenaran menjadi monopoli tirani media dan opini. Cerdik pandai kampus dibungkam diam oleh insentif dan ancaman. Suara dan fakta kebenaran ditindas dengan penghakiman dan penghukuman. Pencitraan palsu Jokowi-ahok tercatat sbg proyek propaganda terbesar termahal terlama
Irene @lreneviena
8. Ratusan miliar per tahun hanya utk membiayai proyek propaganda Jokowi-ahok, guna membentuk opini & persepsi publik yg kondusif untuk mensukseskan grand scenario terhadap bangsa Indonesia: Pemimpin Proksi harus terwujud pada tahun 2014 dst ASING (KG) - Aseng (Cukong) - Antek
Irene @lreneviena
9. Propaganda pencitraan palsu Jokowi Ahok dilakukan di dalam dan luar negeri dg dukungan Arkansas Connection (elit P Demokrat AS), jaringan media strategis Santamaria, Greenberg, CSIS, China Overseas, Vatikan, Komintern dst Time, Forbes dst Jokowi-Ahok UNSTOPPABLE . pic.twitter.com/enDqVvFw9c
Expand pic
Expand pic
Irene @lreneviena
10. Naif jika dikatakan bhw penghargaan The Mayor Foundation, Pemimpin Muda, Tokoh Anti Korupsi dst secara kebetulan disematkan kepada Jokowi-Ahok Film propaganda "Jokowi" dsj mendadak siap tayang di bioskop seluruh Indonesia Hasil dari perencanaan/persiapan selama bertahun2 . pic.twitter.com/LIM1YnjW3i
Expand pic
Expand pic
Irene @lreneviena
11. Ketika propaganda pencitraan Jokowi-ahok mencapai puncakn@ 2012-2014, rakyat, politisi, tokoh, ulama, aktivis dll komponen bangsa dihadapkan pada pilihan: 1. Melawan pembodohan (konsekwensinya: tdk populer, dikriminalisasi dst) 2. Diam 3. Bergabung (kebagian rejeki)
Irene @lreneviena
12. Melalui media tracking kita dapat mengetahui pilihan sikap berbagai komponen bangsa terhadap propaganda pencitraan Jokowi Ahok 2012 - 2014 lalu. Sebagian besar komponen bangsa memilih berdiri di barisan Jokowi ahok atas dasar pramagtisme, oportunisme, materialisme dsj
Irene @lreneviena
13. Sebagian memilih diam membisu, mencari aman, menilai situasi, pasif. Sebagian kecil memutuskan terus menggelorakan perlawanan terhadap propaganda pencitraan palsu Jokowi Ahok yg sangat intens dan masif dilancarkan media arus utama dan medsos Rakyat awam dapat menilai sendiri
Irene @lreneviena
14. Propaganda pencitraan Jokowi Ahok intens masif dgn sebagian besar konten hoaks, fiksi, hiperbolis, dramatisasi, dsj terbukti efektif membodohi dan meracuni benak rakyat Indonesia Efektif membentuk opini & persepsi publik, mengukuhkan karakter fiksi yg ditanam propaganda pic.twitter.com/D4qsMGfWRX
Expand pic
Irene @lreneviena
15. Politics is all about perception. Persepsi dibangun oleh opini, di mana media arus utama dan medsos menjadi instrumen utama. "Kebohongan yang disampaikan berulang2 akan dianggap sebagai kebenaran ..." ~ Joseph Goebbels Doktrin propaganda ini diterapkan timses Jokowi Ahok pic.twitter.com/cTSTttjskX
Expand pic
Irene @lreneviena
16. Tahun 2012-2014 ketika propaganda pencitraan Jokowi Ahok mencapai puncaknya, Indonesia terjerumus ke jaman Jahiliyah atau jaman pembodohan Tirani media - tirani opini menggusur akal sehat dan nurani bangsa Indonesia Dua aktor utama di pentas politik berubah jadi Superman
Irene @lreneviena
17. Semua karakter tokoh pemimpin hebat dunia: Mandela, Kennedy, Bung Karno, Mahatir, Gandhi hingga sahabat nabi, Ksatria Templar/Salib dst dg mudah dilekatkan kepada Jokowi Ahok Jokowi Ahok pemimpin terbaik yang pernah dilahirkan ke dunia Jokowi ahok berkah Tuhan utk Indonesia pic.twitter.com/OMVJUVp4tP
Expand pic
Irene @lreneviena
18. Pembodohan bangsa Indonesia melalui propaganda intens masif yg terjadi di era teknologi informasi di mana akses terhadap sumber informasi & referensi mudah diperoleh publik, sungguh melecehkan akal sehat & jiwa merdeka para anak bangsa. Mengapa bisa berhasil guna/efektif ? pic.twitter.com/SoFSkKg0w0
Expand pic
Irene @lreneviena
19. Melalui media tracking, penelitian lapangan, pengumpulan data intel dan analis komprehensif, menghasilkan kesimpulan: Propaganda pencitraan (fiksi) Jokowi - Ahok berhasil krn perencanaan yg matang dan disiplin dlm pelaksanaan dari kolaborasi konspirasi global-aseng-antek. pic.twitter.com/ezSGdbczJc
Expand pic
Irene @lreneviena
20. Mewujudkan Misi "Indonesia: Presiden Proksi 2014 - Hegemoni China 2019" adalah sebuah proyek raksasa / mega project. Dimulai pada tahun 2007 s/d batas waktu tdk ditentukan Semua sumber daya Asing-Aseng-Antek dikerahkan mewujudkan misi besar ini Proxy War - AWS dilancarkan pic.twitter.com/WXnyiF3Q9v
Expand pic
Irene @lreneviena
21. Begitu banyak pihak terlibat dan skala operasi yg sangat luas , menyebabkan idak mudah menggambarkan ilustrasi dari "Misi Indonesia: Proksi 2014-Hegemoni China 2019". Ilustrasi tokoh aktivis yg intens menyelidiki Konspirasi Asing-Aseng-Antek juga masih tidak memadai. pic.twitter.com/tbqSEUWITK
Expand pic
Irene @lreneviena
22. Tdk pernah sejak RI merdeka tercipta kolaborasi/sinergi dari hampir semua elemen Kelompok Kepentingan, Minoritas, Cukong, Chinese Overseas, AS & Sekutu, China & Komintern, Vatikan & Santamaria, dll dlm satu misi seperti pada Proyek Presiden Proksi 2014 - Hegemoni China 2019
Irene @lreneviena
23. Itu sbbnya mudah bagi mrka: 1. Memobilisasi massa utk membentuk organisasi2 relawan 2. Belasan ribu kader fanatik, militan, radikal sbg inti & motor penggerak: Jaringan CSIS - Katolik & Kristen Ultrakanan, Kasebul dst 3. Konsolidasi organisasi timses 4. Penggalangan Media
Load Remaining (27)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.