2
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
Dalam kasus Meiliana, seminggu setelah kerusuhan (30/6/16) di Tanjung Balai, saya terjun ke lokasi untuk lakukan riset lapangan. Hasilnya berupa artikel ilmiah, terbit minggu depan di jurnal nasional terakreditasi. Semoga membantu memahami masalahnya. Berikut penampakkannya: pic.twitter.com/mi7aWM1TKh
Expand pic
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
Masih soal Meiliana, azan & kerusuhan di Tanjung Balai tahun 2016. Berikut sedikit cuplikan hasil riset saya seminggu setelah kerusuhan. Artikel utuh ini terbit minggu depan di jurnal nasioanal. Semoga dapat dirujuk @republikaonline @detikcom @kompascom @SINDOnews @merdekadotcom pic.twitter.com/f4khhxUsMV
Expand pic
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
Walau kemarau, tidak ada hujan tapi di kampung yang dikelilingi sawah ini tiap malam selalu terdengar ramainya suara kodok. Suara ini mengganggu ibadah malam dan konsentrasi menulis says. Jika saya minta suara kodok dikecilkan, apakah saya melakukan penistaan terhadap kodok?
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
1) Bismillahirrohmanirrohim Banyak pihak yang japri dan mention saya di media sosial. Mereka bertanya soal bagaimana sebenarnya kasus Meiliana dalam kerusuhan di Tanjung Balai? Mereka ingin tau hasil riset yang saya lakukan terkait kerusuhan tersebut #TanjungBalai #Meiliana
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
2) Saya memang melakukan riset lapangan terkait kerusuhan yang terjadi tanggal 29 Juli 2016 tersebut. Seminggu setelah kerusuhan tersebut, saya tiba di Tanjung Balai, Sumatera Utara untuk melakukan riset lapangan. #TanjungBalai #Meiliana
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
3). Sebagai peneliti media dengan minat Media Sosial dan Gerakan Sosial, saya tertarik meneliti kerusuhan tersebut karena Kapolri @DivHumas_Polri Bpk. Tito langsung turun ke lapangan dan menyatakan kerusuhan dipicu oleh media sosial liputan6.com/news/read/2565… #TanjungBalai
URL liputan6.com 268 Kapolri: Kerusuhan Tanjungbalai Dipicu Pesan di Media Sosial Atas kerusuhan ini, polisi telah menahan sembilan orang, yang diduga ikut ‎melakukan perusakan tempat ibadah dan rumah.
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
4). Sebelum terjun ke lapangan untuk meneliti, saya lakukan tahap pra riset dengan menncari calon narasumber yang kompeten dan mendisain rumusan awal masalah yang akan diteliti sbb: Bagaimana penggunaan medsos dapat memicu kerusuhan rasial di Tanjung Balai? #Meiliana
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
5). Untuk menyegarkan ingatan, sedikit dan ringkas saya review kerusuhan di Tanjung Balai tsb: a. Meiliana keberatan dengan suara azan di mesjid depan rumahnya. b.Takmir mesjid meminta klarifikasi c. Aparat memediasi d. Warga berkrumun e. Mediasi buntu f. Warga marah g. Rusuh
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
6). Saya termasuk yang tidak mudah percaya hanya karena #Meiliana keberatan dengan suara azan kemudian ratusan atau ribuan warga berkrumun marah dan meluapkan kemarahannya dengan membakar 8 vihara di #TanjungBalai Apa yang sebenarnya sedang terjadi hingga warga mudah tersulut?
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
7). Seminggu setelah kerusuhan di #TanjungBalai saya tiba di lokasi dan mencari akses untuk dapat mewawancarai #Meiliana Tapi gagal karena menurut informan saya di kepolisian, selain masih shock, Meiliana sementara diamankan di tempat yang dirahasiakan.
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
8). Di lapangan, data penelitian saya peroleh dengan wawancara mendalam terhadap sejumlah naraumber yang memiliki kompetensi. Di anatarnya adalah Kapolres #TanjungBalai saat itu Bpk. AKBP Ayep Wahyu G pic.twitter.com/uFTVEpobvo
Expand pic
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
9). Selain Kapolres #TanjungBalai saya juga melakukan wawancara dengan Ketua MUI, aktivis, pemuda, seniman, dosen, politisi dan penggiat media sosial di Tanjung Balai. Secara umum informasi yang saya peroleh dari informan tersebut sangat mengagetkan. ADA KONFLIK LATEN.
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
10). Karena wawancara terpisah, satu inforamasi dari informan akan saya konfrontir dengan informan lain. Itu dimaksudkan untuk mendapatkan data lapangan yang otentik. Data otentik kembali saya cek silang dengan sejumlah literatur. Misalnya, seorang informan menyebut #TanjungBalai
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
11). TanjungBalai sebagai kota religius. Saya cek data BPS 2015 terdapat 54 mesjid, 98 musholla, 26 gereja & 9 vihara di Tanjung Balai. Berbagai literatur yang saya rujuk juga menjelaskan posisi #TanjungBalai sebagai kota Kesultan Melayu Asahan yang dikelola dengan nuansa religi.
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
12). Dari semua proses tersebut saya menemukan benang merah sebagai petunjuk awal untuk di analisis, kerusuhan terkait dengan: a. Politik Pilkada karena keberpihakan kekuasaan pada kelompok etnik tertentu. b. Kontroversi penggunaan lahan kompleks vihara hasil reklamasi sungai
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
13). c. Keberadaan patung Buddha di atas vihara, secara imajiner segaris dengan arah kiblat. Ada perasaan warga saat sholat menyembah patung. d. Sikap arogansi #Meiliana saat dikonfirmasi soal keberatanya terhadap suara azan. e. Ada dukungan moril karena sebelumnya Wapres @Pak_JK
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
14). .... pernah keberatan dengan suara dari speaker mesjid m.detik.com/news/berita/31… e. Sebagai etnis Tionghoa, #Meiliana dinilai warga bersikap arogan karena adanya pengaruh Ahok @basuki_btp yang saat itu sudah mulai menjadi kontroversi.
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
15). Dari informasi sebagai petunjuk awal tersebut, sejak awal saya menduga 'ada sesuatu' dibalik kasus #Meiliana yang menimbulkan kerusuhan di #TanjungBalai Sementara aktivitas di media sosial hanya medium untuk mencurahkan 'sesuatu' tersebut.
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
16). Saya akan ulas sedikit beberapa hal laten yang saya sebut sebagai 'sesuatu'. Informasi saya olah dari informan saya. Pertama, terkait lahan komplek vihara tempat patung Buddha berdiri. Lahan tersebut hasil reklamasi pantai yang awalnya untuk tempat wisata. Tapi...
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
17). .... dijadikan kompleks ibadah. Padahal tidak jauh dari situ ada situs 'Balai' semacam rumah panggung besar sebagai titik kumpul warga saat Sultan Sejumlah Kerajaan Melayu melintasi sungai. Ada nilai historis, religi dan budaya di titik tsb.
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
18). Warga #TanjungBalai menilai pembangunan kompleks vihara tersebut bermasalah tapi dapat berjalan karena mendapat dukungan dari incumbent yang akan maju dan terpilih kembali sebagai Walikota.
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
19). Namun demikian, awalnya warga #TanjuntgBalai juga tidak perduli dengan pembangunana vihara tersebut hingga berdiri patung Buddha yang secara imajiner segaris dengan arah kiblat. Posisi patung ini meresahkan karena dianggap mengganggu ibadah warga muslim.
Iswandi Syahputra @Iswandisyah
20). Menurut riset Irwansyah (2013) yang saya rujuk, sedikitnya ada 12 kali masyarakat berkirim surat pada Pemda yang meminta agar patung Buddha tersebut diubah posisinya (bukan diturunkan apalagi dirobohkan). Pada sisi lain baik Pemda atau pemuka agama Buddha mungkin...
Load Remaining (45)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.