0

Anda tahu siapa di belakang layar menciptakan pemain Vietnam sekarang.dialah direktur teknik asal Jerman, Hans-Juergen Gede.
ia telah bekerja di Uzbekistan, Bahrain, Malaysia, Libya, dan Azerbaijan.

Dia memiliki tugas meningkatkan kualitas sepak bola di negara itu dan mengembangkan tim-tim muda.

Selama bertugas, Gede telah membantu negara ini mengamankan satu tempat pada Piala Dunia U-20 2017.

Dia dianggap sebagai pahlawan setelah keberhasilan timnas U-23 Vietnam yang lolos sampai final pada Piala Asia U-23 2018 di China.

Ditambah pelatih asal Korea Park Hang-seo mampu membuat Vietnam sebagai semifinalis piala asia U23.

Park Hang-seo adalah mantan asistennya Guus Hiddink di Timnas Senior Korea Selatn di Piala Dunia 2002.

Hang-seo mengubah Vietnam tampil lebih pragmatis pada Piala Asia U-23 tahun ini. Mereka memasang formasi 5-4-1 atau 5-3-2. Awalnya tidak berjalan mulus karena Vietnam menelan kekalahan 2-1 dari negara asal sang pelatih pada laga perdana Grup D.

"Para pemain Vietnam sering merasa bingung ketika menghadapi pemain lawan yang lebih besar dan lebih tinggi. Namun, saya rasa kami mampu mengalahkan mereka jika bermain penuh percaya diri. Saya harus mengubah sikap para pemain ketika menghadapi pemain yang bertubuh lebih besar," tukas Hang-seo.

Saya ingin timnas juga percaya diri seperti pemain Vietnam.

Postur tubuh rupanya dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat. Ketika melawan Irak di perempat-final, pemain Vietnam tampil all-out. Mereka meladeni pemain Irak dalam duel satu lawan satu. Pressing ketat yang diperagakan Vietnam membuat Irak kewalahan. Tiga gol yang disarangkan Vietnam ke gawang irak bahkan bermula dari umpan silang.

"Tidak ada yang namanya keberuntungan hingga mukjizat datang. Mukjizat datang berkat darah dan keringat," cetus Hang-seo usai pertandingan.

Keberhasilan Vietnam menembus babak final Piala Asia U23 bisa dibilang buah dari keberhasilan pembinaan pemain muda yang dilakukan VFF sebagai induk organisasi sepakbola Vietnam. Pembinaan pemain muda di Vietnam tidak hanya menjadi fokus federasi, namun juga kesebelasan, dengan akademi sepakbola yang menunjang kemampuan pesepakbola muda.

Setidaknya, ada dua kesebelasan Vietnam yang terkenal memiliki akademi sepakbola terbaik, Hoang Anh Gia Lai dan Hanoi FC. Akademi sepakbola Hoang Anh Gia Lai bahkan berafiliasi dengan klub asal Inggris, Arsenal.

Proses pembinaan pemain muda di Vietnam tidak hanya berfokus pada metode latihan mutakhir atau pencarian bakat yang dilakukan secara selektif. Lebih dari pada itu, untuk menunjang kemampuan para pemain mudanya, kesempatan tampil secara kompetitif di kompetisi resmi pun dilakukan. Hasilnya, regenerasi pemain di tim nasional berjalan berkesinambungan.

Di skuat Vietnam U23 saat ini, ada dua generasi yang mendominasi daftar skuat tim asuhan Park Hang-Seo. Generasi pertama adalah mereka yang sebelumnya tergabung di skuat Vietnam pada ajang Piala AFF U-19 2013 seperti: Nguyen Van Toan , Vu Van Thanh, Pham Duc Huy, Nguyen Phong Hong Duy, Nguyen Cong Phuong, dan Luong Xuan Truong.

Sementara generasi kedua, merupakan pemain-pemain yang sebelumnya mampu menembus babak semifinal Piala Asia U-19 2016 dan putaran final Piala Dunia U-20 2017 seperti: Nguyen Quang Hai, Truong Van Thai Quy, Ha Duc Chinh, Doan Van Hau, hingga Bui Tien Dung.

Generasi Nguyen Van Thoan dan Nguyen Quang Hai saling bahu membahu dalam skuat timnas Vietnam U23 saat ini. Dua generasi tersebut telah tergabung dalam skuat yang sama di ajang SEA Games 2017. Andai mampu mempertahankan kesolidan dan kemampuan bermainnya, bukan tidak mungkin skuat Vietnam yang berlaga di Piala Asia U23 saat ini merupakan generasi emas yang akan membangkitkan prestasi sepakbola Vietnam di level senior kelak.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.