3

Keluhan Meiliana terhadap volume pengeras suara masjid yang dinilainya terlalu keras menuai kontroversi.

perkara itu bermula saat Meiliana mendatangi tetangganya di Jalan Karya Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Balai Kota I, Tanjung Balai Selatan, Tanjung Balai, Jumat (22/7/2016) pagi. Dia berkata kepada tetangganya, "Kak tolong bilang sama uwak itu, kecilkan suara mesjid itu kak, sakit kupingku, ribut," sambil menggerakkan tangan kanannya ke kuping kanan.

Permintaan Meiliana disampaikan ke BKM Al Makhsum. Jumat (29/72016) sekitar 19.00 WIB, pengurus masjid mendatangi kediamannya dan mempertanyakan permintaan perempuan itu.

"Ya lah, kecilkanlah suara mesjid itu ya, bising telinga saya, pekak mendengar itu," jawab Meiliana.

Sempat juga terjadi adu argumen ketika itu. Setelah pengurus masjid kembali untuk melaksanakan salat isya, suami Meiliana, Lian Tui, datang ke masjid untuk meminta maaf.

Namun kejadian itu terlanjur menjadi perbincangan warga. Masyarakat menjadi ramai. Sekitar pukul 21.00 WIB, kepala lingkungan membawa Meiliana ke kantor kelurahan setempat. Sekitar pukul 23.00 WIB, warga semakin ramai dan berteriak.

Bukan hanya itu, warga mulai melempari rumah Meiliana. Kejadian itu pun meluas. Massa mengamuk membakar serta merusak sejumlah vihara dan klenteng serta sejumlah kendaraan di kota itu.

Peristiwa itu pun masuk ke ranah hukum. Meiliana dilaporkan ke polisi. Komisi Fatwa MUI Provinsi Sumatera Utara membuat fatwa tentang penistaan agama yang dilakukan Meiliana.

Story Berujung Diamuk Massa Lalu Dijadikan Terdakwa, Kasus Warga Komplain Speaker Masjid Dekat.. Tak terima pada komplainnya soal speaker masjid, warga mulai melempari rumahnya lalu melaporkannya ke polisi. 2347 pv

Pengadilan Negeri Tanjung Balai memvonis bersalah terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Meiliana, dan menghukumnya dengan 18 bulan penjara

Saidiman Ahmad @saidiman
Suara yang kita anggap merdu dan membuat nyaman belum tentu merdu dan nyaman di telinga orang lain. Jadi kalau mereka keberatan suara itu kau perdengarkan terus-menerus padanya, itu wajar sewajar-wajarnya. Coba bayangkan dirimu di posisi mereka.
Sahnal Layyin @S_L_H_97
@saidiman Serius sampai divonis 1,6 tahun? Kok bisa? Memangnya dia protes dengan suara kasar atau baik-baik? Apakah harus diselesaikan dengan berakhir dipenjara? Tidak bisa disosialisasikan dengan baik? Mana Islam rahmatan lil alamin? Kita harus beda dengan agama lain dalam menjaga Islam
Beka Ulung Hapsara @Bekahapsara
Karena meminta suara azan dikecilkan volumenya, Meiliana divonis penjara 18 bulan karena dianggap menista agama.. Kewarasan dan keadilan diuji kembali di negara demokrasi ini
Hery 0910 @Hery091068
@gm_gm Yg bakar vihara nya malah bebas merdeka ya...?
AR C G @junichirich
@gm_gm tdk masalah adzan sebagai panggilan shalat melalui pengeras suara tetapi membalas dgn membakar vihara itu sangat barbar dan memalukan umat muslim juga.. jd hrs nya yg membakar jg kena penistaan agama yg lebih berat donk..
#JokowiTakutFPI👎 @wakilgubernurKW
Rasakan Meliana kapir! Kalau kalian Protes volume pengeras suara mesjid itu adalah penistaan! Kalian pantas dipenjara! Kalau kami bakar vihara dan kelenteng kalian itu hanya reaksi atas ketidak adilan kalian. Inilah keadilan Inilah toleransi. camkan! pic.twitter.com/66pPKIFrPV
Expand pic
Expand pic
#JokowiTakutFPI👎 @wakilgubernurKW
"Ada enam vihara dan kelenteng yang diserang beberapa ratus warga. Namun kebanyakan, pembakarannya dilakukan pada alat-alat persembahyangan, dan bangunannya sendiri tidak terbakar habis," kata juru bicara Kepolisian daerah Sumatera Utara, Kombes Rina Sari Ginting pic.twitter.com/3E0u1fS3mT
Expand pic
#JokowiTakutFPI👎 @wakilgubernurKW
Kami terus mendalami, dan menyelidiki siapa pelaku-pelakunya, siapa dalangnya. Mereka pasti ditindak, karena ini merupakan perbuatan pidana," tegasnya. Adapun 7orang yg sudah 'diamankan' terkait dugaan penjarahan saat kejadian, bukan pada tindakan perusakan dan pembakaran
Mrs Ben Nett @zenkdelya
@saidiman jujur saja saya muslim tp sangat tidak setuju dengan putusan hakim sebaiknya dewan masjid berbenah saja seharusnya suara adzan itu membuat hati tersentuh, mohon @Pak_JK buat seleksi untuk marbot karna di tempat sy jg suara adzan malah membuat sakit telinga
si RAJA TUO @marshall_marbun
@gm_gm Di luar negeri jelas aturan main dan sanksi penggunaan pengeras suara di masjid / tempat umum. Disini hanya sekedar mengharap kesadaran masyarakatnya melalui kaidah petunjuk dari dirjen bimas, tanpa sanksi. Masalahnya.. masih sulit berharap Kesadaran akan Ketertiban di negara ini pic.twitter.com/sqE0XoYSws
Expand pic
Expand pic

Tulisan salah seorang saksi ahli usai vonis pada Meilana

Tunggal Pawestri @tunggalp
Mas @Rumadi04 aku baca tulisan sampeyan di facebook. Mbrebes mili. Makasih mas sudah membantu...
hehe- @pengensugihcuk
@tunggalp @Rumadi04 Protes suara toa azan terlalu keras, dibui. Protes ada KKR, cuma disuruh minta maaf. Kasian sama theist jaman now.
Av🍁t⚔r🌟🌟🌟🌟🌟☕🌞99🇲🇨 @avatarcs99
@tunggalp @Rumadi04 Salah satu masalag terbesar hukum diIndonesia adalah Penegak Hukum-Aparat Hukum Pengadilan sering Terintimidasi dan tersandera oleh Tuntutan Massa Sehingga Hukum sulit berjalan Objektif, adil dan mengikuti kaidah2 hukum

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.