0
Bitte langsam, Awe! @awemany
Ada apa ya dengan Bu SMI? Saya masih tetap mengaguminya sebagai orang yang pintar dan berintegritas. Namun pernyataannya ke media akhir" ini sering off-side. Tekanan seperti apa ya...?
Bitte langsam, Awe! @awemany
Saya tahu apa yg bisa diserang dari kebijakan ekonomi Jokowi dan bagaimana nyerangnya. Saya juga tahu gimana cara yg bener dalam menghindari serangan balik. Hanya dengan begitu saya bisa efektif mempengaruhi persepsi orang.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Saya ngga bisa terlalu banyak ngomong soal BESARnya hutang. Itu cuma retorika. Anda mau apa"in ya tetap bakal nambah. Ngga akan kurang. Lha wong kita expect growth kok. Yg kita bisa omongin soal proporsinya. Kalau mau lebih tajam ya proporsi biaya hutang dalam APBN.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Saya juga ngga bisa main retorika osang asing. Jadi orang goblog saya nanti. Investasi asing itu sumber growth kita kok. Ada lapangan kerja dan multiplier efeknya. Kebijakan proteksi itu sering ngga efektif karena kroni. Jadi ya mari kita puter duit asing di sini. :)
Bitte langsam, Awe! @awemany
Mengelola isu harga" yg naik itu ada kerepotannya. Inflasi jaman Jokowi jelas terjaga. Dikasih data, bisa mingkem kalo diskusinya jujur.  Dimaininnya cuma dari segi merosotnya daya beli. Jadi bukan harga perse. Tapi harga relatif terhadap kemampuan membeli. Baru bunyi.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Demikian juga dengan lapangan kerja. Data yang bakal disuguhkan adalah angka pengangguran yang turun. Ini harus dilawankan dengan naik drastisnya orang yg bekerja kurang dari 35 jam seminggu. Jadi tetap lapangan kerja kurang. Gitu.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Fokus debat ekonominya itu ada pada prioritas. Balancing antara infrastruktur vs subsidi. Ini nanti ada kaitan erat dengan pilihan infrastrukturnya. Kenapa yg dipilih jalan toll dan bandara? Padahal yang mungkin dekat pada kemiskinan adalah infrastruktur air.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Kalau kita sudah masuk pada debat kebijakan pertanyaannya itu adalah siapa yg duluan untung? Saya akan argue bahwa pembangunannya Jokowi akan menguntungkan yg kaya dulu. Ini soal ketrampilan membangun narasi. Belajar. :p
Bitte langsam, Awe! @awemany
Orang yg teriak oposisi ngga kredibel itu ya perlu cermin juga. Lihat RPJMN 2015-2019nya Jokowi. Ini mah bukan cuma ngga kredibel. Bikinnya sembari halusinasi. Pertumbuhan ekonomi 7% dari hongkong. pic.twitter.com/BoiZrHhCjX
Expand pic
Bitte langsam, Awe! @awemany
Angka" di sini ngga satu pun, kecuali tingkat inflasi, yang bisa direalisasikan. Turunnya angka kemiskinan yg kemarin dibangga"kan itu melesetnya hampir 2%. Melesetnya lebih besar dari pencapaian. Apalagi soal penerimaan pajak dan lainnya.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Anda mau bilang ini berasal dari faktor yg diluar kuasa Jokowi? Ngga. Saya baca RPJMN nya. Saya menemukan tantangan" (yg kemudian jadi pembenaran kegagalan itu) ditulis di sana. Mereka tahu tantangan itu. Cuma halu aja.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Perlambatan pertumbuhan perekonomian indonesia dan global, kontraksi eksport, deindustrialisation, banyak. Disampaikan oleh teknokrat" di bapenas. Diabaikan oleh tim ekonomi Jokowi. Sepertinya begitu.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Saat membedah RPJMN di bidang ekonomi itu kelihatan jelas ngga koherennya antara cita" dan perbuatan. Pengen pertumbuhan tinggi tapi spend di infrastruktur yang impactnya ke pertumbuhan punya waktu tunggu cukup lama. Salah pikir model" begini.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Jadi, jangan sok bilang oposisi ngga kredible dulu deh. Ada oposisi yang ngawur memang. Tapi orang kayak gue juga banyak.  Orang yg paham dan ingin Indonesia lebih baik dari pada saat dipimpin oleh petugas partai.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Berkali gue bilang. Soal ekonomi mah Jokowi kartu mati. Tapi kalo lawannya tetap pakai narasi utang dan osang-aseng sih mending gue main golf aja waktu pilpres. Atau lempar koin. Kalo narasinya pinteran, baru deh gue dukung.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.