4
// Jax @JackVardan
Kang ridwan kamil coba research, dari mana terminologi "kecebong" dan "kampret", itu terminologi yang diciptakan buzzer yang sama. Satu pihak menciptakan dua terminologi, jangan tunjuk pihak lainnya. Cari sumber apinya padamkan, jangan siram bensin. twitter.com/ridwankamil/st…
// Jax @JackVardan
Buat Kang @ridwankamil berikut asal usul "kecebong" dan "kampret", agar tahu siapa yang ciptakan terminologi di media sosial itu. Pihak yang sama yang ciptakan terminologi media sosial itu. Tolong ditegur mereka itu. Makasih, sekian. paradok.hol.es/bapak-kampret-…
Story "Bapak Kampret Nasional Dan Kangmas Kecebong" by @JackVardan Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 2944 pv 14
// Jax @JackVardan
Istilah "kecebong" diciptakan mereka sendiri. Launching kaos pula, giliran viral, kenapa malu? Istilah "kampret" diciptakan oleh @Dennysiregar7 pasca bikin blunder di ILC, dia tulis di blognya. Maka pantas disebut "Bapak Kampret Nasional". Jadi siapa sebenarnya yang biadab?
// Jax @JackVardan
Dulu pernah gua tuit kalo ada misi raup suara milenial dengan kembang biak akun-akun random seolah netral atau sok acuh sama politik. Gimana cara kerjanya. Kita bahas deh. Dikit nyelekit.
// Jax @JackVardan
1. Akun-akun ini sebetulnya circle atau gerombolan. Sebenarnya mereka gak bisa kuat kalo gak saling sokong sesamanya. Mulai nongkrong sampai kopdar.
// Jax @JackVardan
2. Akun ini pas 2014, branding dirinya jadi akun belagak netral: belagak bahas cinta, anti politik, sedikit aroma SJW, bahas film, sampai sok tuit komedi.
// Jax @JackVardan
3. Maaf, selepas 2014. Afiliasinya ada yang belagak cerita horor, video atau hal-hal absurd, semua menargetkan milenial dan giring, bahwa politik itu aroma busuk. Topeng buat bonsai jiwa kritis anak muda di medsos.
// Jax @JackVardan
4. Masuk fase penetapan capres dan cawapres. Mulai kelihatan aslinya. Tapi, kata siapa mereka sejak lama gak bahas politik? Akun satu elegan sok anti politik, tapi begitu jadi admin akun lainnya, sangarnya lebih serem dari ketek thanos.
// Jax @JackVardan
5. Giring dan tarik anak-anak muda buat anti politik. Kadang masukin dikit politik dengan intrik dan teknik propaganda. Bahas kardus, gak perlu ekstrim, cukup bikin adonan narasi kardus. Kemudian media dan akun trol sahut menyahut narasi kardus. Lahirlah stigma "kardus".
// Jax @JackVardan
6. Group kuaci dikasih nyawa, yang belagak eksklusif di depan akun-akun milenial. Bahas cinta, kuliner, masuk momen pas follower berjibun, tingkat influence tinggi, masuk mereka mulai hantam lawan bos besarnya.
// Jax @JackVardan
7. Atau paling enggak endorse deh dengan main propaganda anti calon ini itu, spin berita lama terkait salah satu calon, narasi bercanda, tapi ya itu gaya akun cuci otak milenial.
// Jax @JackVardan
8. Simple kalau mau lihat. Setahun lalu banyak seliweran seleb tuit anti politik. Tapi lihat sekarang; masuk fasenya, mulai yang centrang biru sampai akun menye-menye pelan-pelan spin pembusukan lawan politik junjungannya. "soft propaganda".
// Jax @JackVardan
9. Ya mereka emang circle, akan saling lempar wacana dan pembahasan. Seragam di waktu tertentu. Ada group, kadang kopdar, kadang bisik-bisik honor.
// Jax @JackVardan
10. Tujuannya bonsai jiwa kritis milenial dengan ciptakan badut seleb tuit anti politik. Ketika momen pas; masukin propaganda untuk giring opini; pembusukan lawan politik junjungan. Sedang media mainstream sudah dikuasai.
// Jax @JackVardan
11. Anak-anak muda digiring untuk tidak kritis dan anti politik. Padahal mereka sendiri bagian dari tools propaganda untuk bonsai jiwa kritis. Lihat sekarang selebtuit mana aja yang tiba-tiba nyinyir politik padahal sebelumnya bahas; ena-ena, ewita, tyda-tyda, akutu :)
// Jax @JackVardan
12. Mereka tuh jaringan, bergerombol. Kadang diskusi honor buat spin dan jadi buzzer. Tapi ya gitu, "bangsat malu-malu kucing", wajah malaikat (anti politik), sisi lainya (iblis berbuntut jumbo) diem-diem punya akun kloning dan sangar bahas politik.
// Jax @JackVardan
13. Sebagai penutup. Pesan buat milenial; awas topeng selebtuit yang kalian puja. Sok anti politik padahal mereka jaringan buzzer bermuka dua. Mereka bonsai jiwa kritis kalian, bahkan efeknya; kalian ikut menye" takut kehilangan circle, padahal nurani kalian ingin teriak. Sekian.
Story "Fenomena Kecebong Media Sosial Dan Jenisnya" by @JackVardan Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 2423 pv 13
// Jax @JackVardan
Kumpulan analisa setahun lalu tentang pola jaring media dan propaganda media sosial. Linimasa FFO - CA I paradok.hol.es/linimasa-ffo-c… Linimasa FFO - CA II paradok.hol.es/linimasa-ffo-c… Semoga bermanfaat.
URL Paradok Linimasa FFO - CA Part I | Paradok | Analisa Lini masa, false flag operations, character assasinations. Motor penggerak pembentuk opini yang tak bisa dipandang sebelah mata apalagi diremehkan. Perang pemikiran antara ledakan sosial dan persengkongkolan terstruktur remah oligarkian (buzzer) ring satu

Lini masa, false flag operations, character assasinations. Motor penggerak pembentuk opini yang tak bisa dipandang sebelah mata apalagi diremehkan. Perang pemikiran antara ledakan sosial dan persengkongkolan terstruktur remah oligarkian (buzzer) ring satu. Mass human hacking. Mungkin sebagian orang yang tidak memahami alur pembentukan opini menganggap remeh sosial media. Padahal lalu lintas data dari sosial media sangat tinggi. Kita juga paham, bahkan dalam politik medsos bagian penting sebagai bagian kampanye dan pembentukan brand. Kita jadi ingat pasukan cyber era 2012 yang identik dengan brand kotak-kotak. Maka kedepannya medsos adalah pertarungan pembentukan opini bahkan bagian kerangka penting dalam mengatur tempo politik, pemetaan politik, untuk itulah remah oligarkian (buzzer) dibuat.

Ada dua frekuensi di sini yang bergesekan. Kita sebut “haq dan batil” kita kupas hal ini karena memang ini yang menjadi basis pertarungan opini. Bukan masalah politik saja, sebab politik sebersih apapun pasti ada siasat, kelicikan, dan tipu muslihat. Pertempuran opini haq dan batil, bermula saat monsterisasi syariat, demonologi islam, dan character assasination yang serentak dimainkan oleh dalang melalui pion-pion B+ B C R dan M, menimbulkan perlawanan (ledakan sosial) kita sebut (X) terdiri dari beberapa faksi juang medsos. Massivnya spin dan framing, character assasination ulama, tokoh islam, monsterisasi syariat yang dilakukan dlm melalui pion tadi. Menimbulkan perlawanan dari ledakan sosial tak bertuan “MCA” tak terkoordinir, tak terpimpin, tanpa struktur, tanpa komando. Thats called cyber Jihad.

Fase ledakan sosial yang berawal dari group-group underground cyber, developer, inventor, programer, tweaker pada masanga telah bergeser. Di sini B+ B C R Bahkan K tak kenal latar belakang ledakan sosial ini. Karena mereka barisan baru melek teknologi & social climber. K mengira bahwa X yang menjadi lawan mereka terstruktur, memiliki ketua, komando. K tak mengerti siapa yang mereka lawan. X adalah ledakan sosial tak bertuan. Bergerak tanpa komando dan berjuang melawan pola framing dan spin M B+ B C dan R. Seiring berjalannya waktu, “MCA” yang dulu dikenal basis forum underground di bidang IT, berevolusi dan mengalami perubahan sudut pandang drastis di sebuah negara, yaitu Indonesia. Basis cyber jihad pada masanya adalah gerakan underground internasional dgn member seluruh dunia.

Apalah arti sebuah nama, sama- sama bertujuan membela agama Allaah. Hanya pola dan metode juangnya berbeda. Rasa tetap sama, bukan lagi netcut, ddos, blackle, shell, xss, ip jumper, carding, defacing, tapi masuk fase pertarungan opini melawan penista agama, pencela syariat. Sudah beberapa kali X mementahlan fitnah, spin, framing, yang dikomandoi K di ring satu. Pion B+ B R C selalu kewalahan saat lakukan propaganda. Bahkan hoax yang ditujukan pd tokoh islam, ulama, gerakan islam, mampu dimentahkan X. Kini pertempuran berlanjut. B atas komando K sering tergelincir dan cenderung hoax serta bodoh dalam mengelola konten. Sering terciduk hoax, miskinnya literasi, narasi kebencian membuat K sebetulnya juga dipusingkan oleh B dan C. Maka K pelan-pelan lakukan identifikasi gerakan X meski dengan dasar kebodohan.

K masih mengira bahwa X seperti Jasmev, projo, atau koloni remah oligarkian lainnya. Di sinilah K mengalami fase bimbang. Dalam kebimbangan ini K ring satu terpaksa merubah strategi untuk jatuhkan nama besar X yang terkenal militan dan ikhlas dalam berjuang tanpa dibayar!. M = M1 M2 M3 M4 M5 >< XB+ B C R (Framing, spin, hoax) >< X

X yang militan mampu mentahkan pola M dan sekaligus mematahkan semua hoax dan propaganda B+ B C R. Bahkan X memiliki pola branding dari berbagai lini, dan merontokan elektabilitas J secara drastis ( rontok ).

K yang pusing dengan adanya X saat B kemarin terciduk hoax B1UNO lantas pola yang dimainkan B lakukan framing menunjuk bahwa selama ini X sebar hoax, jelas kebodohan yang kaffah. Selama ini X memiliki bukti B dan C sering menebar hoax. Maka di sinilah awal “false flag”.

“false flag” ada beberapa isyarat yang mungkin menjadi perhatian. B dan C diintruksikan K untuk infiltrasi di sekitar X. Ini yang tengah terjadi, saya akan bahas dengan isyarat agar tak terlalu frontal dan saya masih bisa lakukan pemetaan terhadap mereka.

Melanjutkan. Pola false flag di lini masa ini sudah terjadi. Nama besar X yang merupakan ledakan sosial atas ketidakadilan membuat propaganda K terus gagal. Berbagai upaya mulai dari fitnah ulama, penistaan agama, opini sesat mesia mainstream dibenamkan X dengan massiv.

Pada posisi ini K sangat dibuat pusing. Kawasan ring satu juga mulai gerah dgn perlawanan X. Saat pion K, yaitu M, B+, C, R sll kalah dlm membangun opini buruk bahkan menutupi kebobrokan J. K mulai bermain false flag, infiltrasi, character assasination dilakukan secara terstruktur.

X mengintruksikan operator B untuk lakukan infiltrasi (KW) dengan objek pertama pada fase awal objek (Z; tokoh islam, tokoh lainnya yg vokal menyuarakan kebenaran) fase ini pernah dilewati dan benar-benar membuat X juga pusing. Karena Z adl kalangan awam dlm identifikasi B, C, R.

Fase awal false flag adalah menargetkan Z. Saat tragedi rohingya. Beberapa objek Z terciduk hoax akibat sodoran konten hoax yang disiapkan C dan R. Lantas capture. B Menerima data lalu menggoreng bahwa saat tragedi rohingya Z menyebae konten hoax korban rohingya.

Asal tahu saja. Z yang merupakan tokoh vokal,

Z1 Z2 Z3 Z4 Z5
B1 B2 B3 B4 B5
C1 C2 C3 C4 C5

Z dalam lingkaran B dan C untuk kedepannya. Baik respon caci maki pada Z oleh C dan K, kemudian sodoran konten hoax oleh B dan C berharap Z merespon dan B akan bermain di situ.

Fase awal masih bisa dibedakan, karena konten B dan C terindikasi kerap lakukan caci maki dikonten-konten Z. Untuk itu beberapa Z yang dianggap sentral membangun opini hendaknya mendapat pengawalan X sebagai counter hoax.

Z1=X1 >< B1 dan C1 dan seterusnya.

Pola seperti itu cukup ampuh intruksi K untuk infiltrasi dan lakukan false flag pada Z sempat berpengaruh pada perjuangan X yang total mengcounter B, C, R lakukan hoax dan berhasil terciduk berulang. Akhirnya X mendapat dampak sebagai penyebar hoax dan itu tidak benar. X = True.

Saat ini fase tersebut ditangguhkan K mengingat intruksi K untuk B dan C lakukan pengalihan isu dan katrol framing M menurtupi kebobrokan J untuk kuartal terakhir. Lihat saja M deras lakukan poles; sendal, mancing, delay bandara, bali, infastruktur. M1 M2 M3 M4 M5 serentak.

Yang terjadi untuk pengaliha isu skrng B+ B C R; toko kue, topi santa ulama, menutupi defisit, mangkrak, hutang, gas 3kg, sembako melambung. Lihat kerja M yg soroti kasus teroris massiv tak ada respon dan tak viral karena K ring satu tak intruksikan untuk bermain konten teroris.

Sejauh ini K ring satu memakai senjata andalan intoleransi. K dan operator lainnya juga gunakan taktikal lebih serius lihat kasus UAS itu sasaran empuk pengalihan isu bagian dari produksi gaduh. B dan C bermain di Area ini dan seputar DKI gorengan renyah.

Lanjut false flag selanjutnya. K intruksikan B, C, R lakukan pola bunglon. Abu jendes pernah jadi operator untuk membuat akun X kw. Namun olahan konten sangat standard macam bot yang bekerja, satu sama lain sama. Maka digunakan cara lain untuk false flag.

Flase flag ini, untuk merusak nama baik X maka ditanamlah XKW ke dlm lingkaran X. XKW bekerja dengan sempurna. Mulai dari produksi capture chat DM instagram, capture group WA, dilempar ke lini masa, dan sudah banyak yang mengunyah dan reshare konten bagian false flag.

Ada lagi saat ada oknum X duel, XKW yang dioperasikan ini lakukan false flag dgn share konten gambar comotan instagram dan Hoax. Lantas B, C mengolah bahwa X seakan omdo dalam duel. Padahal ulah XKW yang kerap lempar konten hoax. Untung X ada yang live sehingga tercounter.

Yang terbaru share chat group B dan C seakan itu terjadi, hoax ditelan X lainnya. Dan menjadi olahan counter bagi B dan C bahwa X selalu hoax. Ini yang perlu diperhatikan. Bahwa XKW kerap disebar ke lingkaran X guna merusak nama X dan B, C akan bermain stigma.

Melanjutkan, false flag dalam lingkaran X tak bisa dianggap remeh, B dan C selama ini mengandalkan “Stigma” maka atas intruksi K, B dan C diintruksikan memproduksi akun XKW, semua bertujuan merusak nama dan tentu kepercayaan public. Mari kita kupas kelanjutannya.

Kita bagi jenis pola false flag menjadi 3 bagian: Op1, Op2, Op3, dlm operasi false flag ini, B dan C yang infiltrasi ke dlm lingkaran X sangat lihai. Catat tulisan saya “Musuh terdekat adl kawan” kebanyakan orang kuat jatuh karena lingkaran sekelilingnya, sedang musuh lebih sedikit.

Op1 sudah saya awali dgn model sebar capture hoax baik capture berupa DM, Email, Maupun capture fake news. Kebetulan XKW yang sudah ada di lingkaran X sangat lihai memainkan peran, biasa interaksi, bahkan yang lbh ekstrim masuk ke group2 komunitas X baik DM group / WA.

Polanya sederhana, dlm jangka waktu tertentu dia berinteraksi dan sebar info seakan sebarisan. Ikut konvo dan akhirmya secara personal akrab bahkan targetnya agar diinvite ke dalam group juang X. Gerak XKW ini sangat lihai, manis, ramah, namun itulah strategi yg dintruksikan K.

Fase infiltrasi di #Op1 memang memakan waktu. Namun itulah target branding agar mengira XKW adl bagian X. Pada saat waktu Tertentu ketika semua dirasa sesuai perhitungan (konten, ritme, tempo) lantas dimulailah false flag dengan menyebarkan hoax ke lingkaran X.

Menyodorkan informasi palsu, share info hoax kelingkaran Z dan X, mengorek informasi X, membaca isu, pemetaan akun, lebih detail bisa mengumpulkan data pribadi X ketika sudah berhasil masuk ke Group DM/WA (sample; akun Mus palsu yang membidik sejumlah nama dan identitas).

Dalam fase #Op1 berbagai cara digunakan. Mulai dari gunakan ava berhijab, mengaku muslimah, dan celakanya barisan pejuang genit kadang percaya begitu saja. Intensifnya gerak itu kemudian infiltrasi ke group-group DM alhasil pemetaan X frontliner berhasil.

Dalam #Op1 ini juga B dan C ava berbumbu yang saya sebutkan tadi juga menyasar kalangan awam. Mulailah brainwash follower dgn massiv share konten citra dr situs rujukan. Permainan headline dilakukan. Ini bagian dari strategi K meredam C yg terkenal caci maki dan kasar.

Dalam #Op1 produksi konten hoax yang dimainkan ada dua tipe; branding diri sebagai X pdhl XKW lalu sebar hoax di kolom reply X dan Z. Sudah ada sample dan sering terjadi. Akun share capture DM pihak B, C, R seakan informasi valid, comot foto saat duel, kasus foto rohingya, dan lain-lain.

Dan yg terbaru samplenya pada #Op1 adalah fake news ttg kerajaan brunei dan kasus UAS, X ada yg jadi korban, banyak juga X yg selama ini berulang sebar hoax krn sodoran info dari XKW yg ada di lingkaran X. Atau capture FB pdhl editan, sering terjadi dan berulang terjadi.

Sadari bahwa B, C, R = XKW >< X maka perhatikan ini. Flase flag adl intruksi K ring satu. Bagian dr pengalihan isu dan rontoknya value J. Sekaligus operasi “Stigma” pada X yg terkenal cekatan, cerdas, dlm membongkar propaganda B+, B, C, R. Kita lanjutkan #Op1 ttg produksi konten.

Ops1 produksi konten. Kita tahu kala itu K lakukan penjaringan bloger via plat merah. K lingkaran satu ini juga intruksikan hasil jaring tersebut untuk produksi web-web propaganda. Diproduksi, diternak, dgn operator yg pandai memainkan narasi headline.

Ada dua tipe produksi konten yg diintruksikan K. Basis web false flag, konten hoax yang akan disebarkan B dan C yang sudah infiltrasi ke lingkaran X. Karena sebagian X punya kebiasaan buruk dgn hanya capture headline dan sebar link tanpa mau identifikasi link dan konten.

Jelas kebiasaan buruk X itu dimanfaatkan B dan C menyebarkan web konten hoax. Lain kali X harus waspada XKW yang sudah ada dilingkaran X. Periksa link, periksa domain (alamat web), jgn tergiur headline namun ternyata hoax. Kadang karena Xkw sudah masuk group disebar ke group X.

Basis web yang diintruksikan K ring satu adl web olahan syiah, koloni bloger syiah yg memang aktif di dapur sejumlah media. Mereka produksi polesan, atau isu islam versi mereka. Beberapa bloger ini pernah diundang ke ring satu, tentu atas K yg mengatur itu semua.

Jd pahami dlm melihat capture M, periksa link, baca artikel, identifikasi alamat web (domain) .co/.id/.com/.me/dll sangat gampang dipesan. X harus mulai bisa lihat konten. Sebab intruksi K pada B, C = Xkw adl counter dan alat false flag untuk lakukan “stigma” X = hoax. Pahami.

Sebelum melanjutkan ke #Ops2 mari buat gambaran #Ops1

X1~Xkw1 seterusnya dimana variabel X akan mendapat pengawalan Xkw perhatikan B dan C bekerja yang beroperasi di konten reply Z atau X lainnya itu-itu saja dan apabila bergerak ke X berbeda, B, C mendapat intruksi K.

K bisa memantau trafic dari awal seri twit “poles 2019” sudah dibahas gambaran agregator. Tinggal masukan keyword ke form agregator maka statistik, engagement, kontem, trending, bisa dilihat. K ring satu punya fasilitas canggih. Platform basic RSS feed.

Sekian.

URL Paradok LINIMASA FFO – CA PART II | Paradok | Analisa Poles-poles menjelang 2019. Kerja jaring laba-laba media, produksi konten lipstik, tembak anggaran, framing prestasi yang diproduksi buzzer amatiran untuk membangun opini kolam. Media (M) B+ (Seleb Medsos) B (Buzzer Katak) K (Konsultan) Relawan (R) Cebong

Poles-poles menjelang 2019. Kerja jaring laba-laba media, produksi konten lipstik, tembak anggaran, framing prestasi yang diproduksi buzzer amatiran untuk membangun opini kolam. Media (M) B+ (Seleb Medsos) B (Buzzer Katak) K (Konsultan) Relawan (R) Cebong (C) Objek (O).

Mendengar esemka beberapa tahun lalu membuat kita teringat awal kerja biro propaganda bekerja. Saat M lakukan eksploitasi dan B lakukan kerja poles kita menerima hal yang sebelumnya dianggap nyata hanya jadi dongeng yang dilahap buas oleh R, B, C dan kini akan di produksi ulang. Kata mobil yang mengingatkan kita fase terburuk sepanjang sejarah. Dimana M lakukan blow up dan produksi konten maasiv, dan kini mobil listrik menjadi fase dimana hal itu akan diulangi lagi namun dgn kekuatan propaganda yang lebih besar. Biro K bekerja untuk ini, dan B+, B, R, serta C.

Mobil listrik adalah kode kerja awal K dan akan dikelola dengan polesan lainnya. K melalui kaki tangannya M akan produksi massiv, ini pertanda. Tapi B, R, C belum dapat blue print untuk hal ini. Nampaknya K sedang buat format detail. C dan R tipikal bebekz menunggu komando B. Seiring mobil maka itu juga kode untuk mengurangi pola monsterisasi islam. Konten radikal, anti toleran ditarik dr standar pengalihan karena membuat K paham kontem seperti itu dilahap brutal tanpa kontrol oleh B, R, dan C. Kita lihat fase 2018 akan muncul lagi tuk sekadar redam isu.

Sebelumnya pahami asumsi saya,

K di ring satu sudah sadar adanya pola gak baik buat J. Sekat langsung dibuat antara B+, B, R dan C. Akhirnya K akan dipusingkan oleh C yg terkenal militan. Disikat merupakan amunisi, gak disikat jatuhin nama besar J. (B+)+B+R >< C / (B+)+B+R+C = J

Melanjutkan keadaan, bahwa masalahnya K > (B+)+B+R namun K+(B+)+R < C jadi sebetulnya K < C namun seharusnya K + C + (B+) + B + R = J tapi C+- dan akhirnya K membuat K = (B+) + B + R >< C.

Maka fase jilid (2) akan ditambah dengan kerja M dan B+ untuk lakukan poles menuju 2019.

Munculnya mobil listrik adalah kode keras awal mula titik propaganda dimulai. Namun K tak melihat borok masa lalu yg hingga kini tak bisa dipertanggungjawabkan. Polesan mengandalkan M lalu akan diikuti B+, B, R, dan posisi C yang masih sibuk DKI1. Di poles-poles (1) menjelaskan C.

Ada beberapa pos M yang ditugaskan untuk membuat alur isu demi menutupi bobrok. M basis framing BBC, Kompas, Detik, Tribunnews, Kata Data, Pojok Satu, adl basis M dlm lakukan framing pengalihan. Sementara K menyusun slot propaganda di akun resmi dgn sajian plus plus poles. Kita pahami alur dan ritme.

Namun K intruksikan M untuk awal kode dgn blow up mobil listrik. Seperti dejavu, pola yang sama. Sedang B+ tidak massiv, spin sesaat dr mengandalkan followers. Dan B, R, C lakukan order isu tetap seputar DKI ini sementara, fase pertengahan kerja mereka akan seirama B+ dan M.

Saat fase 2018, K akan produksi dan keluarkan konten maksimal prestasi. M akan umpan pada B+. Tapi tunggu, dimana mereka tembak pd fase itu? B+ akan bermain di instagram, twitter, B akan meluncur ke group FB, video dan foto tengah digarap K melalui tim grafis yg ulung.

Di 2014, alurnya adalah B+, B, R, total lakukan branding medsos. Dan C disebar untuk monsterisasi lawan politik. Fase 2018 sedikit berbeda, ada yg ditambal ada yg dipoles. K intruksikan C sbg pengalihan isu melalui M, wajar radikalisme, intoleran diproduksi si 2017. Fase test water.

Munculnya fase test water, mengandalkan konsep Social Media and Human Hacking. Pasca elektabilitas rontok, maka K pd beberapa saat lalu mengeluarkan maklumat content controll, be a liar, fake religious, fake words, no more false flag operations about radicalism.

False flag operations was ended. No more about radicalsm. Social engineering has been planted. Fase ini diredam, K di ring satu sudah intruksikan dan bangun sekat B+, B, R, >< C. Lihat produksi M dan awal aksi 171217 kemudian mobil listrik. Pola sudah dimulai.

Dalam fase ini yang mengerikan adalah pola lembut B+, target mereka O netral. B juga tagetkan O netral di group-group FB dan instagram. Tapi belu dimulai. Saat ini transisi B+, B, R, C untuk DKI dan kepentingan B untuk pilkada. High traffic ttp di C makanya K coba atur C.

Melanjutkan, saat ini B dan C erat kaitannya untuk alihkan isu strategis. Arus eksodus misalnya. Topeng wisatawan, dan pola labirin migrasi, lupakan kalian jg akan cuek. Dan akan ikut arus B dan C bermain isu dendam pilkada. Sementara yg lainnya ribut pilkada, habis sudah.

Dlm pertarungan ini kita identifikasi M: M1, M2, M3, M4, M5. Ini sempel M dalam jaring media, dijabarkan pun sama dgn sampel yg lebih banyak.

M adalah operator skala besar yg ditunjuk K mengolah isu untuk tutupi isu bahkan katrol citra dengan target O yg terbawa pola. Spin doctor.

Permainan logical fallacies, M akan produksi total dan akan bawa O dgn pola spin B+. Posisi B+ tak semassiv B. B+ bermain pd isu strategis. Ciri B+; jmlh followrs, manja, simple twit, social climber, eksklusif, modernis, feminis aktris. B+ punya pos dan samar antur konten & ritme.

Kembali pada pola dan pos M yg diintruksikan K ring satu. Dana besar, melimpah, K memainkan peran menjadi sutradara. K punya power dan aktif monitoring via agregator dgn pemilihan keyword sesuai basis data. O adalah pasar bagi M, K paham dan mari kita lihat pembagian jaring ini.

K mainkan dua metode. Umpan dan Tangkap. M kdng tak posisi umpan kadng tak posisi tangkap. Sempel M tangkap. “B 1 UNO” – B – C – M lantas posisi M umpan, “Banjir” M – B – C – respon – M = gaduh.

Perhatikan keyword, maka M1 M2 M3 M4 M5 = B error pada B, C = gaduh = K.

Sempel kasus kedua yg membuat keadaan skrng bahkan tak diindahkan dan sadari O.

LGBT M – (M1,M2,M3,M4,M5) – B+ – B – R – C adl produksi. Fakta; ada arus signifikan WNA asal China yg luput. Karena M = K = pengalihan. Please research about it. Next mobil listrik K. Passiv B+.

Jd jelas saat K ring satu kode M + (B+) + B + R + C = perfect O, zero respon. K wins O not responding, thats called spin doctor the real mass human hacking. Mari lihat jaring M, LGBT massiv, B+ high, B dan C pilkada. Betapa hebat K dalam ring satu mengolah isu.

3 twit sblm ini sempel M bermain dan K atur B+ B R C. Perfect sekrng kita bahas M pola jaring laba-laba 2019. M1, M2, M2, M3, M4, M5, etc.

M fix sudah terlihat, tapi M wannabe sedang memulai peran. Ring satu kondisikan ini 2 tahun lalu, mulai terlihat 2 bln terakhir M wannabe

Cth M yg terbaru adalah narasi papua. seperti itu kiranya nanti; M1 M2 M3 M4 M5 serentak. Saat ini M pd papua krn ada counter dan fakta kebobrokan. Mari simak narasi “benderang” kluar orbitz krn kebohongan terbongkar. “Benderang” papua adl proyek lama. Didongkrak kini. K bekerja.

Lanjut ke formasi dan formula M di 2018. K sudah bangun, ada fakta M terdiri dr bbrp jenis. Sempel M1 M2 M3 M4 M5. Variabel M sesuai sasaran tembak. Ini jaring kontemporer sblm fase citra. Namun bbrp waktu lalu pola M atas intruksi K; radikalisme, intoleran – B dan C bermain.

Sudah masuk periode baru maka produksi narasi radikal dam intoleransi hanya dimainkan B dan C sedang alur B+ dan M terus produksi citra infrastruktur dan ekonomi. Jaring M akam bermain lbh massiv dlm periode ini. Sdng B dan C tetap berkubang pd provokasi. Sebab target M adl O.

Pola M dengan variabel M1 M2 M3 M4 M5 maka menjadi.

M1 M2 = infrastruktur, mangkrak, prsentase, target, objek, daerah, fasilitas, tol, bendungan, perkebunan.

M2 M3 = hutang, suku bunga, kebijakan, pajak, anggaran, PDB, tambang, migas, pelosok, inflasi, bank, dollar.

… Lanjut

M5 = B+ B C R = DKI, sara, intoleransi, radikal, lgbt, banjir, natal, palestina, hrs, non konsep.

Lihat K mainkan peran saat K intruksikan M maka M1 M2 M3 M4 M5 tak akan bahas teroris, kalaupun M keluarkan, tdk akan viral. Sebab K tak intruksikan B+ B C R lihat zero respon.

K punya peran penting, ring satu atur alur dan produksi isu. Penyekatan juga dilakukan sesuai dgn intruksi “santun”. Jikapun ada C bukan C = B+ B. Mari lihat pola M dan variabel detailnya dan komposisi M untuk fase citra medio 2018.

M1 M2 M3 M4 M5
B+ B+ B+ B+ B
B B B B C
R R R R R
C C C C B+
M5 M4 M3 M2 M1

Fase M terbalik pd akhir adl klarifikasi jika ada error disusun terbalik untuk mengaburkan posisi media berpihak.

Intruksi santun dr K pad B+ B R C untuk bangun sekat. Sebetulnya C adl target sekat. Basis fans hoak ini mengancam elektabilitas J. Posisi ini dicoba untuk filter. Narasi HTI, bhineka, radikal, dikurangi. Posisi C dialihkan pada DKI. Sementara M kita lihat; infrastruktur, mulai.

Masuk jaring laba-laba ini dgn tembak anggaran. Dana desa, kerja rakyat desa, target infrastruktur, mulai dimainkan kan M. Namun hanya sebatas infrastruktur. Tak ada yg bahas defisit dan hutang, maka M leluasa mainkan mobil listrik, papua benderang, jalan, dan persentase ekonomi.

Medio 2018 sampai 2019 intensitas mangkrak, infastruktur, polesan video dan M akan dikeluarkan oleh K. Materi brand sedang diolah. Tingga B+ dan B nanti akan mainkan dengan massiv. C tetap mengalihkan formula X (ronin; mca, jr, ikhwan, andem) C akan produksi isu. Ini alert.

K tetap gunakan agregator. Sebetulnya bagi group juang harus punya agregator ini. Basis platform digital pemanfaatan RSS feed serta pemilihan keyword telah digunakan K di seluruh dunia. Produsen isu ring satu punya dana, analis, konten maker, jd ingat tenggelammnya nokia seperti ini.

Ini apa? Sampah! Yes sampah. Tapi pola lama ini telah merenggut nama besar nokia. Samsung gunakan pola ini juga. Dan 2014 lalu saat indonesia kecolongan juga pakai pola ini. Pola jaring laba-laba sudah biasa. Bagian mass human hacking, social control, bag. produk mossad type B.

Sekian.

Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.