Add to Favorite
0
Login and hide ads.
Potret Lawas @potretlawas
Harian Asia Raya terbitan Jakarta, 18 Agustus 1945 sore memberitakan lahirnya negara Indonesia Merdeka. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Kepala negara sudah diangkat. Konstitusi pun telah disahkan. Pembangunan negara sedang dijalankan. Rakyat diseru tenang dan menjaga disiplin~ #RI73 pic.twitter.com/7Zm5SBOZsT
 Expand pic
purwa agung @prwgng
@Donieharyanto @brianoerico @potretlawas 2605 tahun Jepang. Naskah asli Proklamasi pun memakai tahun itu, hari 17 bulan 8 tahun 05
Rakyatjelata @Donieharyanto
@potretlawas Koran tahun brp itu ya๐Ÿค”..dari tadi nyari ga ketemu tahunnya.
Rachmadiar Perdana @diarganatanatda
@potretlawas Tapi sedih melihat isi berita yang lainnya. Kontennya kebanyakan tidak beri tahu Jepang sebenarnya sudah menyerah 4 hari sebelumnya. Tidak ada informasi yg mumpuni ttg keadaan internasional ketika itu. Bahkan St. Sjahrir harus pke radio gelap utk dapat informasi macam itu.
purwa agung @prwgng
@diarganatanatda @potretlawas Wajar saja. Semua media dalam negeri adalah bentukan Jepang. Atau meng-endorse Jepang. Karena memang itu syarat supaya bisa beredar. Sehingga editorialnya pun pro Jepang. Tidak heran Sjahrir dkk memakai radio gelap untuk menguping berita dari luar negeri.
Tony Ashar @asharShortwave
@potretlawas Pemimpin Umumnya R. Soekardjo Wirjopranoto. Mohon diulas lebih lanjut, terima kasih.
Potret Lawas @potretlawas
Dalam editorialnya (pojok bawah) pemimpin harian Soekardjo Wirjopranoto menulis: "Djika perdjoeangan rakjat oentoek kemerdekaan kebangsaan dapat digambarkan sebagai soeatoe permainan voetbal, maka sekaranglah kita memasoeki kemerdekaan alias kita dapat meng-goal-kan kemerdekaan."
Login and hide ads.