CAK IMIN, THE REAL POLITICIAN | By @PartaiSocmed

Pertama karena Cak Imin dalam ikhtiarnya menjadi cawapres Jokowi juga menggunakan ancaman2, salah satunya adalah ancaman membentuk "Poros Islam". Dari sini tendensi politik identitas Cak Imin mulai terbaca
cakimin Jokowi pilpres
11260 View 0 comments
8
Login and hide ads.
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 12:18:39 WIB
Jika pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin menang dalam pilpres 2019 maka posisi Cak Imin akan kuat sekali. Bisa dikata beliau adalah Wapres de facto-nya, Wapres sesungguhnya.
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 12:23:25 WIB
Membahas haru biru penetapan cawapres Jokowi tahun ini tak lengkap jika kita tak menyinggung kekacauan yg terjadi di Muktamar NU ke 33 di Jombang tahun 2015 yg lalu.
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 12:27:09 WIB
Muktamar NU ke 33 di Jombang bisa dikatakan sebagai muktamar paling kacau dalam sejarah NU. Sebab penuh dengan intrik dan intervensi dari partai politik. Dan partai politik yg banyak disebut-sebut adalah PKB
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 12:34:57 WIB
Sedemikian kuatnya intervensi Cak Imin di Muktamar NU tersebut sampai2 ada peserta dari perwakilan Cabang NU yang tidak pernah ada cabangnya. Rupanya mereka adalah pengurus PKB. Toh mereka tetap bisa lolos dan punya hak suara.
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 12:42:44 WIB
Selanjutnya terjadilah kekacauan yg disebabkan adanya intervensi dari luar (parpol), penggiringan tata tertib yg dianggap menguntungkan salah satu pihak, hingga adanya temuan peserta penyusup yg mencoba bagi2 uang. pic.twitter.com/nDFJaSss5G
 Expand pic
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 12:50:58 WIB
Singkat cerita, dengan segala kekacauan yang membuat malu NU akhirnya pengurus yg didukung oleh Cak Imin yg keluar sebagai pemenangnya. Gus Mus tetap dipilih sebagai Rais Am dan Ma'ruf Amin sebagai Wakilnya. Sedangkan Said Aqil Siroj sebagai Ketum PB NU.
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 12:58:36 WIB
Namun Gus Mus adalah seorang Kyai humanis dengan hati yg sangat indah. Beliau tidak sreg dengan proses yg terjadi dan memutuskan menolak jabatan Rais Am NU. pic.twitter.com/b3JYBMVaBa
 Expand pic
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 13:01:14 WIB
Sebuah keputusan yg kelak akan disesali banyak pihak. Sebab seandainya Gus Mus adalah Rais Am NU saat ini maka bisa dipastikan serangan2 fitnah yg menuduh Mahfud MD bukan kader NU menjelang penetapan cawapres Jokowi tidak akan terjadi.
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 13:06:17 WIB
Namun Gus Mus sudah terlanjur kecewa bahkan sempat sampai menangis di Muktamar NU tersebut. Alhasil KH Ma'ruf Amin naik sebagai Rais Am NU menggantikan Gus Mus. pic.twitter.com/eYosviFhNN
 Expand pic
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 13:11:06 WIB
Oya, yg dikalahkan dalam Muktamar NU Jombang tersebut adalah adik Gus Dur, Gus Solah. Ini memberi alasan mengapa Cak Imin all out dalam muktamar tersebut pic.twitter.com/Iuqnppjls5
 Expand pic
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 13:16:43 WIB
Apapun itu, kubu Cak Imin sudah menang dan Rais Am serta Ketum PB NU terpilih adalah hasil dari perjuangan Cak Imin juga. Ini menjelaskan mengapa pengurus PBNU begitu kompak menafikan ke NU-an Mahfud MD ketika nama beliau menguat sebagai cawapres Jokowi.
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 13:25:58 WIB
Selanjutnya memasuki tahun panas politik ambisi Cak Imin menjadi cawapres Jokowi membuncah. Maka dipasanglah baliho2 raksasa "Cak Imin Cawapres 2019" di seluruh pelosok Indonesia. pic.twitter.com/UzVWi2dtRn
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 13:30:41 WIB
Meski NU sudah dipegang oleh Cak Imin berkat 'usahanya' di Muktamar Jombang. Tapi upaya menjadi cawapres tampaknya tidak mudah, rupanya Jokowi kurang berkenan berduet dengan beliau karena beberapa alasan
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 13:34:03 WIB
Pertama karena Cak Imin dalam ikhtiarnya menjadi cawapres Jokowi juga menggunakan ancaman2, salah satunya adalah ancaman membentuk "Poros Islam". Dari sini tendensi politik identitas Cak Imin mulai terbaca pic.twitter.com/FU2QgDnXob
 Expand pic
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 13:37:23 WIB
Kedua, karena issue kasus kardus durian yg terangkat lagi ke permukaan seiring dengan ambisi Cak Imin mencawapreskan diri. pic.twitter.com/c4VPsxVncT
 Expand pic
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 13:43:11 WIB
Sampai2 Jokowi harus memberi alasan khusus untuk menolak Cak Imin dengan menyatakan melibatkan KPK dalam memilih cawapres, padahal kenyataannya tidak. pic.twitter.com/r7UhQM8KIj
 Expand pic
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 13:47:33 WIB
Cak Imin bukanlah politikus kemarin sore. Beliau tahu secara tersirat Jokowi tidak akan memilihnya sebagai cawapres, maka dimunculkanlah nama 'orangnya' untuk menggantikan. Orang tersebut adalah KH Ma'ruf Amin yg berhasil naik sebagai Rais Am NU pada Muktamar Jombang tadi
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 13:52:11 WIB
Sementara Presiden Jokowi sendiri lebih cenderung memilih Mahfud MD yg akan dapat membantunya memperkuat bidang hukum di periode kedua pemerintahannya. Yg mana bidang hukum ini merupakan kelemahan pemerintahan periode pertama Jokowi
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 13:59:47 WIB
Disinilah sekali lagi kepiawaian berpolitik Cak Imin terbukti. Di belakang Jokowi parpol2 koalisi bersepakat mengusung Ma'ruf Amin seraya meyakinkan Jokowi sehingga merasa parpol2 berada di bawah kontrolnya dan akan kompak mendukung siapapun cawapres yg dipilihnya. Fatamorgana. pic.twitter.com/BI1JHyPa1y
 Expand pic
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 14:04:48 WIB
Parpol2 sepakat cara paling efektif memaksakan kehendak adalah dengan menekan Jokowi di detik2 akhir. Sebab jika ngotot menolak Mahfud MD sejak awal dikhawatirkan Jokowi akan bermanuver dan berbalik menawan parpol2 tersebut.
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 14:09:37 WIB
Maka terjadilah drama yg mengharu biru itu. Di detik2 akhir parpol2 pendukung Jokowi menolak Mahfud MD dan menyodorkan nama Ma'ruf Amin sebagai alternatif sambil mengancam tidak bersedia tanda tangan jika keinginan mereka ditolak.
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 14:13:35 WIB
Ini seperti menyodorkan surat untuk ditandatangani sambil menempelkan laras pistol ke kening presiden.
PS @PartaiSocmed 15/08/2018 14:16:37 WIB
Akhirnya seperti yg kita ketahui bersama. Dalam pengumuman pasangan cawapresnya Jokowi tidak menyebut nama Mahfud MD melainkan nama Ma'ruf Amin. Sebuah kemenangan gemilang bagi Cak Imin untuk yg kesekian kalinya.
Load Remaining (3)

Bookmarked tags

No tags
Login and hide ads.