7
Login and hide ads.
HIV Positive @ScotchandSoba_
Kenapa gue bisa tertular Human Immunodeficiency Virus ato HIV? *biar kayak orang banyak, dikasih embel-embel* -a thread-
HIV Positive @ScotchandSoba_
Jadi gue yakin banget penyebab utamanya adalah; KURANGNYA SEX EDUCATION dalam diri gue. Gue waktu itu mulai tercebur ke dunia yang bikin gue menyesalinya seumur hidup (sampe sekarang) dari usia yang sangat muda, 16 tahun.
HIV Positive @ScotchandSoba_
Apa sih yang bisa diharapkan dari remaja tanggung usia 16 tahun, pada era awal 2000-an? Bahkan sampe sekarang pun, masyarakat kita masih susah untuk menciptakan garis tegas untuk memisahkan antara ‘sex education’ dengan ‘porno’
HIV Positive @ScotchandSoba_
Terlebih lagi, gue saat itu tinggal di kota kecil di Jawa Timur (yang belakangan gue tau, tingkat persebaran HIV/AIDS nya bisa dikatakan sangat tinggi) Jadi gue yakin banget, tertularnya masih di kota kelahiran gue sendiri, bukan di kota besar tempat gue merantau,
HIV Positive @ScotchandSoba_
Balik lagi ke pertanyaan di awal, apa sebab gue bisa tertular? Karena gue maen celup kelamin gue ke sana-sini. Gak laki gak perempuan. Penjaja seks pun pernah gue rasakan. Kotor? Hina? Gue gak butuh label itu dr kalian, karena gue udah me-labelling diri gue sendiri sejak awal.
HIV Positive @ScotchandSoba_
Mungkin Tuhan juga mengamini label yang gue sandingkan tadi. Ah, untuk urusan begini masih berbicara Tuhan? gue malu banget sama Tuhan tiap inget semua dosa gue di atas. Sampe detik ini pun. Jadi gue gak perlu judgement dari kalian, yang bertatap muka aja gue belum pernah.
HIV Positive @ScotchandSoba_
Cukup judgement dari diri sendiri dan Tuhan pun sebenernya udah sangat menyakitkan. Cukup untuk gue berpikir mengakhiri hidup. Lagi-lagi gue hipokrit, bicara Tuhan, tapi bicara bunuh diri? Seperti itu lah kalutnya pikiran gue. Sejak ini semua dimulai, sampe detik ini.
HIV Positive @ScotchandSoba_
Kenapa gue yakin tertularnya di kota kelahiran bukan di kota besar tempat gue merantau? Karna gue inget banget, awal gue merantau untuk berkuliah, pada 2011, udah berkomitmen mengakhiri perjalanan kelam gue. Alasannya satu. TAKUT KENA HIV
HIV Positive @ScotchandSoba_
Terlebih gue berpikir, waduh... tinggal di kota besar. Tempat semua pelajar dari berbagai daerah berkumpul, kalo gue gak bisa jaga kelamin gue, fixed bakal kena HIV nih!! Ok, sekarang mending fokus sama kuliah, lupakan itu semua urusan kelamin. Apa daya, semua sudah terlambat...
HIV Positive @ScotchandSoba_
Inget banget, itu bulan September 2011. Bau seragam ospek pun masi melekat di badan. Suasana deretan sekretariat organisasi kampus pun diciptakan semeriah, friendly, dan semenarik mungkin oleh kakak-kakak senior, tak lain untuk menarik minat adek2 bau kecur ini.
HIV Positive @ScotchandSoba_
Kalo ada dana, penonton bayaran yang biasa seliweran di acara TV, mereka rekrut untuk menciptakan suasana seru di sekretariat mereka 😅
HIV Positive @ScotchandSoba_
Saat berkeliling, ada salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yg mengadakan donor darah. Tiba-tiba aja tergerak untuk donor. Mikirnya, kali aja bisa rutin dan baik bagi tubuh. Ternyata itu menjadi donor darah pertama dan terakhir gue. Terbuang sia-sia lagi itu darah! Hahaa
HIV Positive @ScotchandSoba_
Ternyata virus ini telah bersemayam di darah gue jauh sebelum jarum suntik transfusi menancap ke lengan, jauh sebelum komitmen untuk berhenti mencelupkan kelamin ke sana sini gue jalankan, Tapi setelah itu gue bersyukur dengan cara Tuhan mengingatkan...
HIV Positive @ScotchandSoba_
Gue bersyukur bisa terdioagnosa dini, jauh sebelum AIDS mulai menyerang. Saat itu, gue didiagnosa dalam kondisi CD4 (tingkat kekebalan tubuh) yang lumayan tinggi, sekitar 350. Masih jauh dibandingkan 200. Bahkan orang normal jumal sel CD4 ada di rentang 500-1200 sel/mm3
HIV Positive @ScotchandSoba_
Awal 2012, gue ditelpon oleh PMI Kota, katanya untuk follow up lebih lanjut terkait donor darah yg pernah gue lakukan (sebenernya sejak detik itu udah mulai khawatir, bahkan kekhawatiran itu gue sampaikan ke sahabat gue) “Jangan-jangan?” Ah, gak mau berandai-andai terlalu jauh
HIV Positive @ScotchandSoba_
Ternyata kekhawatiran itu benar. Orang PMI merujuk gue ke rumah sakit dengan klinik spesifik, dan dokter spesifik pula, untuk melakukan test lanjutan. Baiknya mereka, gak bilang kalo darah gue gagal screening karna ada virus HIV.
HIV Positive @ScotchandSoba_
Tapi kekhawatiran itu makin menjadi, karena sesampainya di klinik yang dituju, ada logo pita merah di mana-mana, di banner dan poster. Yaelaaahh..... fixed ini mah gue disuruh test HIV. yakali kalo darah tinggi disuruh test ke klinik seperti ini 😴
HIV Positive @ScotchandSoba_
Gue gamau cerita lebih lanjut gimana pengalaman setelah VCT pertama gue, karna pernah dibahas di bawah ini. Jadi sekarang balik ke awal lagi, ‘dosa’ apa sih yang mengantarkan gue sampe ke klinik VCT? twitter.com/scotchandsoba_…
HIV Positive @ScotchandSoba_
Sebagai remaja yang lagi puber, pasti kita ada di moment mencari jati diri. ‘Siapa sih aku sebenernya?’ Kita mulai mengidentifikasi organ vital kita, mulai mengenal yg namanya kasih sayang, bahkan nafsu. Bahkan momen2 pencarian jati diri ini moment paling rentan kalo menurut gue.
HIV Positive @ScotchandSoba_
Seperti itu lah gue pada saat itu. Beranjak dari anak-anak, menuju remaja yang jauh dari kata dewasa, mungkin orang sekarang bilangnya labil. Gue mulai kenal internet (ya, bagi anak 90an, internet baru kita kenal pada usia segitu kan?) mulai sering ke warnet...
HIV Positive @ScotchandSoba_
Dan yang pasti mulai mengenal caranya download video porno dari warnet yang filenya bahkan sampe ribuan! Bingung gue mana yang mau didownload. Eh, ditonton ding... karna gue nontonnya di warnet, maklum belum punya laptop. Hahaa mau ngopy ke PC di rumah takut, yakali!!!
HIV Positive @ScotchandSoba_
Pengetahuan termutakhir gue adalah......... Bisa maen MIRC (bagi kalian yg gatau MIRC itu apa, jangan nanya di kolom reply, takutnya dibully sama anak 90an 🤣🤣) Jadi dari sini ‘petualangan’ kelam gue dimulai. Gue bisa nemuin nickname ‘ce_im0et_sang3’ sampe ‘co_nYari_c0’
Load Remaining (57)
Login and hide ads.