Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Thread Mencerahkan dari Guru Besar Statistika di IPB, Prof Khairil Anwar Notodipuro Mengapa Hasil Polling via Twitter Tidak Layak Dipercaya dan Cukup Sebagai Hiburan Saja

Ada banyak kelemahan dari polling twitter shg tidak sesuai dengan kaidah ilmiah
0
Kaum Milenial @pak_sebon

Hasil polling di Twitter. Pak @prabowo dan babang tamvan @sandiuno unggul #2019PrabowoSandi #2019GantiPresiden pic.twitter.com/P0DeNl2U3z

12/08/2018 08:29:29 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

Bisakah hasil polling di twitter kita percayai? Pada umumnya polling di twitter tidak sahih secara metodologi, jadi tidak usah dipercaya.. cukup dijadikan lucu lucuan dan/atau hiburan saja..

11/08/2018 17:38:58 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

-• MENGAPA HASIL POLLING TWITTER TIDAK LAYAK UNTUK DIPERCAYA? •- 1. Polling mrp salah satu teknik pengumpulan data dlm survei utk mengetahui pendapat dr sekelompok orang. Sdgkan survei pd dasarnya adlh mengamati sebagian orang utk memperoleh gambaran dari seluruh orang yg ada.

13/08/2018 00:04:58 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

2. Sebagian orang yg dikumpulkan datanya itu lazim disebut “sample” sdgkan keseluruhan orang itu lazim disebut “population”. Jadi “sample” adalah bagian dari “population” dan kita hanya mengukur “sample” walaupun “population” yg ingin diprediksi.

13/08/2018 00:06:21 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

3. Survei lazim dilakukan dalam kegiatan riset dan menjadi alat penting untuk mengumpulkan data secata sahih. Jadi survei itu kegiatan ilmiah, bukan kegiatan biasa. Polling sbg salah satu teknik mengumpulkan data dlm survei juga harus dijamin kesahihannya.

13/08/2018 00:08:41 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

4. Mengapa harus sahih? Karena metode pengumpulan data yg sahih ditambah dgn teknik dan model analisis yg tepat akan memberikan hasil dengan akurasi yg terukur. Jika datanya tidak sahih maka akurasinya menjadi tidak terukur.

13/08/2018 00:10:03 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

5. Jadi kesahihan itu akan membuat akurasi dari hasil polling dapat terukur dan dengan demikian risiko salahnya pun terukur. Itulah sebabnya hasil dari proses pengumpulan data yg sahih dapat dipercaya.

13/08/2018 00:12:24 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

6. Harap dicatat disini bhw “dapat dipercaya” itu tidak sama dengan “benar”. Begitu juga “tidak dapat dipercaya” itu tidak sama dengan “salah”. Dapat dipercaya disini artinya akurasinya terukur, risiko salahnya terukur, dan presisinya terukur pula.

13/08/2018 00:16:12 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

7. Apa syarat dari metode pengumpulan data agar sahih? Syarat pertama, “sample” yg kita pilih merupakan representasi dari “population”. Jadi “sample” itu haruslah mrp miniatur dari “population” dan sample itu bagian dari “population” yg ingin diprediksi.

13/08/2018 00:19:55 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

8. Bagaimana agar “sample” itu representatif? “Sample” bisa representatif jika “sample” itu ada dalam kendali kita. Jadi “sample” itu harus terkendali. Pengendalian ini sangatlah penting.

13/08/2018 00:21:24 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

9. Pengendaian di sini maksudnya kita tahu bhw “sample” yg terpilih adalah anggota dari “population”. Selain itu “sample” yg terpilih bukanlah sembarang orang (“voluntary”) melainkan orang yg terpilih. Jadi sample itu dipilih, bukan sembarangan.

13/08/2018 00:22:39 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

10. Bagaimana memilih “sample” supaya data yg terkumpul sahih? Banyak cara untuk memilih “sample” ini. Disini diperlukan pemahaman ilmu statistik agar dapat memilih “sample” yg sahih.

13/08/2018 00:23:48 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

11. Tapi apa pun teknik memilih “sample”nya prinsipnya adalah “sample” dipilih dari “population” menggunakan teknik peluang (“probability”) tertentu. Mengapa pakai teknik peluang? Supaya risiko salahnya terukur dan supaya hasilnya tdk berbias. Lagi2 ini perlu ilmu statistik.

13/08/2018 00:26:11 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

12. Syarat kedua dari metode pengumpulan data agar sahih adalah jumlah “sample”nya cukup. Ukuran “sample” mencerminkan akurasi dan juga presisinya.

13/08/2018 00:27:10 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

13. Nah, sekarang bagaimana dengan polling via twitter? Ada banyak kelemahan dari polling twitter shg tidak sesuai dengan kaidah ilmiah. Ini menjadi masalah ketika akan kita gunakan untuk menyimpulkan populasi, khususnya populasi rakyat Indonesia.

13/08/2018 00:30:58 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

14. Pertama, siapa yg menjadi populasinya ketika kita melakukan polling via twitter? Kita tdk bisa mengatakan bhw pengguna twitter adalah populasi Indonesia. Tidak bisa juga dikatakan bhw semua pengguna twitter berhak memilih. Tidak ada jaminan bhw satu org hanya punya satu akun.

13/08/2018 00:32:43 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

15. Kedua, siapa yg menjadi “sample”nya? Apakah teknik peluang bs digunakan disini? Sayangnya tdk bs digunakan krn yg ikut polling twitter bukan mereka yg terpilih tetapi mereka yg mau ikut polling saja. Juga brp jumlah “sample” yg tepat utk mencapai akurasi dan presisi tertentu?

13/08/2018 00:34:27 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

16. Berbagai kelemahan tsb menjadikan data yg terkumpul tidak sahih adanya, sehingga sulit mengetahui akurasi dan presisinya. Jadi hasil polling twitter tidak layak untuk dipercaya. (Ingat kembali ya nomor 6)

13/08/2018 00:37:16 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

17. Dari uraian itu jelas masalah utama dari polling twitter adalah yg melakukan polling tidak bisa mengendalikan “sample” dan “populasinya”. Seandainya kita bisa mengendalikannya, maka kita bisa mendapatkan data yg valid. Tapi apakah mungkin dilakukan pengendalian itu?

13/08/2018 00:40:06 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

18. Sependek pengetahuan saya pengendalian “sample” dlm polling twitter sangat sulit dilakukan. Mengapa? Karena kita tdk bisa memilih “sample”nya, tdk bisa memastikan apakah yg mengisi orang Indonesia, apakah berhak memilih atau tdk, bahkan kita tidak bisa menolak robot.

13/08/2018 00:42:45 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

19. Hal penting lainnya karena wawancara tidak mungkin dilakukan dlm polling twitter maka sulit melakukan verifikasi atas kebenaran atau kejujuran jawaban yg diperoleh.

13/08/2018 00:44:24 WIB
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

20. Demikianlah mengapa hasil polling via twitter tidak layak dipercaya, dan cukup sebagai hiburan saja.. Terimakasih dan tabiiiiiik...!!!

13/08/2018 00:45:42 WIB
ershad mohamad @ershad

@kh_notodiputro yang paling kritikal adalah metodologi penelitian. ilmu statistik hanya sampai pada sampling sajo. jadi soal polling twitter, jelas saja itu metode yg tidak dapat diandalkan. asumsinya: pengguna twitter tidak mewakili populasi warga, pun tidak mewakili populasi warganet

13/08/2018 00:45:02 WIB
why yuni ute @siljeindonesia

@Ershad @kh_notodiputro Ilmu statistika juga sampai pada metodologi untuk menguji hipotesa, sehingga nntinya dpt diperoleh kesimpulan

13/08/2018 04:19:31 WIB
Zhentinel @zhentinel

@kh_notodiputro @Netizen_NU Mohon kepada @TwitterID Tuk mnghapus aplikasi polling krna merupakan HOAX & TAK BISA DIYAKINI KEBENARANNYA.

13/08/2018 14:43:00 WIB
Load Remaining (7)

Comment

No comments yet. Write yours!