0
ragilnugroho @ragilnugroho1
Saat ini Abangan milenial merupakan ceruk yang besar u mendulang suara. Mereka tidak sebodoh milenial perkotaan yg melihat sesuatu hanya berdasarkan tampang. Abangan milenial melihat sesuatu berdasarkan isi/esensi
ragilnugroho @ragilnugroho1
Abangan milenial ini rata rata pekerjaan ngarit, matun, angon kambing, macul, dll. Banyak tersebar di pedesaan-pedesaan
ragilnugroho @ragilnugroho1
Abangan milenial tidak ngongkrong di mall atau cafe seperti mileneal perkotaan, tapi di ladang-ladang. Klu malam mereka berkumpul diperempatan jalan kampung/pos kampling
ragilnugroho @ragilnugroho1
Hiburan abangan milenial ini dangdut, campur sari, organ tunggal, wayang.
ragilnugroho @ragilnugroho1
Di Jawa, dalam acara slamatan yang masih digelar di kampung-kampung, Abangan milenial berpakaian seperti satri: pakai sarung dan kopyah.
ragilnugroho @ragilnugroho1
Abangan milenial rata rata pendidikan SD/SMP, tapi mereka tidak sebanal milenial perkotaan yang berpendidikan tinggi yg hy membebek pada mode dan tren
ragilnugroho @ragilnugroho1
Di kampung-kampung di Jawa, Abangan milenial juga ikut yasinan dan tahlilal yang digelar setiap malam Jum'at. Tidak seperti milenial perkotaan yg setiap harinya di depan gawai
ragilnugroho @ragilnugroho1
Abangan milenial secara sosial aktif dalam kegiatan gotong royong, hajatan, orang meninggal, dll. Tidak seperti milenial perkotaan yang anti sosial dan individualitis
ragilnugroho @ragilnugroho1
Secara politik, Abangan milenial ini sulit di tebak. Berbeda dengan milineal perkotaan yang cenderung membebek
ragilnugroho @ragilnugroho1
Abangan milenial masih percaya pada mistik. Ketika hendak menikah mereka mendatangi orang pintar u menanyakan hari baik. Pun ketika hendak mendirikan rumah, berpergian jauh, membuka usaha, dll
ragilnugroho @ragilnugroho1
Dimusim bediding seperti saat ini, selepas bekerja di ladang, Abangan milineal berkumpul di lapangan u bermain layangan. Setelah layangan naik, kemudian mereka tinggal u mencari rumput/ramban u kambing/sapi
ragilnugroho @ragilnugroho1
Secara ekonomi, Abagan milenial ini mandiri. Di rumah mrk beternak, bebek, ayam, kambing sapi. Selain beternek, mereka juga mau bekerja apa saja. Tidak seperti milenial perkotaan yg menyusu pada ortu
ragilnugroho @ragilnugroho1
Abangan milenial pandai dalam matematika. Seminggu sekali mereka akan mengutak utik angka untuk dipasang di nomor buntut. Setiap masang biasanya 5 sampai 10 rb. Klu nyakin, 50 ribu u 4 nomor
ragilnugroho @ragilnugroho1
Idola Abangan milenial bukan JKT 48 atau K-Pop seperti milenial perkotaan, tapi via valen, nella kharisma, tasya rosmala, dan yg tetap abadi: Bang Haji
ragilnugroho @ragilnugroho1
Abangan milenial yang pergi ke luar negeri (sebagian besar Malaysia, hongkong, taiwan), setelah balik akan membangun rumah, beli sepeda motor atau tanah.
ragilnugroho @ragilnugroho1
Abangan milenial dalam berbahasa tdk ndakik ndakik. Mereka biasa menggunakan bahasa pergaulan seperti asu, damput, jancuk, matamu picek, dll. Mereka tak akan memakai bahasa semacam post islamisme, dll.
ragilnugroho @ragilnugroho1
Humor yang disukai Abangan Milenial bukan stad up comedy yg digandrungi milenial perkotaan, tetapi humor yang disampaikan oleh Joklitik, Joklutuk, Percil, dll
ragilnugroho @ragilnugroho1
Joklitik dan Joklutuk yang humor humornya disenangi Abangan milenial sering muncul dipentas2 wayang kulit. Selain bisa melawak, mereka juga bisa menyanyi lagu2 campur sari seperti Merapi Purbo, Banyu Biru, dll
ragilnugroho @ragilnugroho1
Dalam petas wayang dengan dalang Ki Rudy Gareng, misalnya, Joklitik n Joklutuk akan muncul di goro2. Abangan milenial akan ger geran di momen ini.
ragilnugroho @ragilnugroho1
Narasi narasi Abangan milenial bukan hedonisme seperti milenial perkotaan, tapi egaliterisme/. Mereka bergerak bukan krn politik, agama maupun kesukuan, tetapi karena kebersamaan.
ragilnugroho @ragilnugroho1
Dalam acara slametan (slamatan), Abangan milenial mengenal istilah "bandulan", bahwa yg tidak sempat dtang kenduri akan diberikan "bandulan" yang dititpkan tetangga terdekat/ yang melewati
ragilnugroho @ragilnugroho1
Dalam membangun rumah, Abangan milenial mengenal istilah "sambatan", maknanya mereka akan gotong royong membantu mendirikan rumah tanpa melihat identitas pemilik rumah n'tanpa diupah. Milenial perkotaan ga akan mengenal isitlah "sambatan", "bandulan", dll
ragilnugroho @ragilnugroho1
Abangan milenial ini hanya ada di Indonesia, tdk ada negara lain. Siapapun yang bisa mengambil suara mereka, maka akan dpt tambahan 15-20% suara.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.