0

Instagram Filters: Holiday Colorblind Filters

Rayenda Brahmana @raye_brahm
Instagram itu membunuh lingkungan dan pariwisata
Rayenda Brahmana @raye_brahm
Hutan pinus yg sengaja dikembangbiakan tuk eco-tourism dan memenuhi nafsu "instragamable", ternyata membunuh desa dan lingkungannya geotimes.co.id/kolom/hutan-pi…
Rayenda Brahmana @raye_brahm
Instagram itu membunuh education tourism, semua pergi ke tempat wisata yg mereka lihat di IG, lalu meracau, selfi trus pigi, tanpa ada eksplorasi apalagi edukasi nationalgeographic.com/travel/travel-…
Rayenda Brahmana @raye_brahm
Instagram itu mbunuh lingkungan Ada teman yg ngajak ke NZ trus bilang pake campervan? Local people in NZ start rejecting campervan tourist. Kenapa? Ada yg jorok BAB dimana2 (sampe di sungai), campervan yg masuk taman nasional trus ngrusak nzherald.co.nz/nz/news/articl…
Rayenda Brahmana @raye_brahm
Bahkan mindset pemerintah/entrepreneur di pariwisata pun dipaksa "for the sake of selfie". Jadi ingat tulisan di @jakpost berjudul: "Selfies: Root of all evil in Indonesian tourism" thejakartapost.com/life/2018/03/3…
Rayenda Brahmana @raye_brahm
Jadi ingat pas conference di surat thani, ada riset tentang dark tourism, ulikan mereka adalah bagaimana dark tourism bisa berhasil kalau skrg ini yang dikejar adalah selfie demi instagram en.m.wikipedia.org/wiki/Dark_tour…
Rayenda Brahmana @raye_brahm
Instagram, you hurt tourism and environment (?) Not really, sebenarnya perilaku ego-driven dan "biar eksis" yang memicu. "yang penting aku senang, aku menang"
Vira Trimadhana @Dewivie
@raye_brahm @Outstandjing Makanya ga pernah setuju sama wisata ngantri demi 1 2 foto, they dont feed the soul, ga ada petualangannya..dont want my children to loose the sense of fulfillment
martina prianti @martinaprianti
@raye_brahm sustainable tourism, pekerjaan rumah ( PR) atau homework untuk kita semua yang peduli pada dunia pariwisata wabil khusus yang berbasis pariwisata alam.
Rayenda Brahmana @raye_brahm
@martinaprianti Yups, benar banget. Pemerintah, swasta, dan konsumen tentunya
Rayenda Brahmana @raye_brahm
Thread yang ini jgn pake analogi pisau. Lagian, kesimpulannya kan: ada ego-driven, tapi instagram juga ada andil di situ yg mengstimulasi. Pemerintah dan swasta juga ada andil (kasus hutan pinus dsb) Ga mau debat panjang, saya kasih link ini biar ilmiah sciencedirect.com/science/articl…
URL www.sciencedirect.com 7 Instagram: Motives for its use and relationship to narcissism and contextual age Instagram is the fastest growing social network site globally. This study investigates motives for its use, and its relationship to contextual age and…
Rayenda Brahmana @raye_brahm
Buat yang tertarik tentang perilaku kita yang termodifikasi akibat apps, boleh ulik ulil "Computers in Human Behaviour" journal sciencedirect.com/journal/comput… Selamat berIG ria tweeps 😊
URL www.sciencedirect.com 1 Computers in Human Behavior | ScienceDirect.com Read the latest articles of Computers in Human Behavior at ScienceDirect.com, Elsevier’s leading platform of peer-reviewed scholarly literature
Angeline Soh @mbahnyinyir
@raye_brahm Kalau mau sinis gampang. Tapi mana ada yang kenal gunung kidul atau bahkan komodo island tanpa instagram. Kalau ingin bertanya apakah tourism berhasil apa ngga karena instagram tanya penduduk lokal apakah hidup mereka membaik. Jangan hanya melihat dari jauh.
Nabil Raditya @NabilRaditya
@raye_brahm Usernya sih ini mas yg bermasalah bukan aplikasinya. Btw, beberapa tempat rekreasi sekarang emang selling point nya itu bergantung pada penyediaan photospot loh. Silahkan cek beberapa tempat pariwisata di lembang / bandung raya.
Squidy @am_aini
@NabilRaditya @raye_brahm Nah ini, kebanyakan tempat(gk cuma yg emg dg tujuan pariwisata ya)ky resto/tmpt nongkrong, mereka terlalu fokus pada spot buat foto. Nanti pas promosi "..spot yg instagramable" menurutku sih itu gk bener aja, apalagi smp maksa bikin spotnya di tmpt yg gk seharusnya jln misalnya
Nabil Raditya @NabilRaditya
@am_aini @raye_brahm Setuju mba, jadi mengganggu malah tempat2 yg tidak seharusnya jadi photospot tapi malah dipaksakan menjadi photospot☺
... @kulacinoo
@raye_brahm Kalau menurutku ig justru membangun pariwisata, itulah knp skrg bnyak yg jual paket tour lewat ig, mereka tau betul ig tempat jualan yg pas. Nah masalahnya banyak wisatawan g paham bgmn cara menjaga lingkungan ketika sampai di tujuan. Taunya poto. Feed keren, tp lingkungan rusak.
An'nisa Mulahidlotul @annisamu97_
@raye_brahm Ngeri juga efeknya. That's why edukasi ttg dampak2 sosmed perlu ditanemin ke masing2 individu. Khususnya para pengejar ketenaran di sosmed.
ANTEJIHAN @nyonyapossible
@annisamu97_ @raye_brahm jan jauh" deh ngomongin soal lingkungan, terkadang orang yg datang hanya untuk beribadah saja bisa melakukan hal yg pikun ini 😅😅😅 youtu.be/LggateGX6_4
Expand pic
Load Remaining (14)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.