0

Orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus karena masalah mental atau fisik harus sejak awal menghubungi ahli di bidangnya seperti dokter atau psikolog agar dapat menanganinya secara tepat. Selanjutnya, orangtua harus menghadapinya dengani ikhlas, sabar, dan tidak memaksakan kehendaknya kepada si anak agar anak tidak depresi.

Demikian kesimpulan yang dapat direntang dari percakapan dengan Donny Mardonius, ayah dari perupa tunarungu dan penderita asperger, Anfield Wibowo,13, di sela acara pameran lukisan anak-anak berkebutuhan khusus 'The Arts Force Awaken' di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Kamis, (2/8).

URL AKURAT.co Gaya Hidup | Belajar dari Kesabaran Orangtua Menangani Anak Penderita Tunarungu dan Autis "Dokter yang menangananinya menyebut Anfield unik dan memiliki kekuatan pada otak kanan"

Kepada AKURAT.CO, Donny Mardonius menceritakan pengalamannya menangani Anfield Wibowo sejak anak tunggalnya itu divonis menderita tunarungu sejak usia 9 bulan dan sindrom asperger setelah berkonsultasi dengan dokter. Sindrom Asperger (Asperger Syndrome atau AS) adalah salah satu gejala autisme di mana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya sehingga kurang mampu bersosialisasi.

URL AKURAT.co Hiburan | Selamat, Zee Zee Shabab Lahirkan Anak Kedua Zee Zee Shahab melahirkan seorang putra.

Namun demikian, penderita AS biasanya adalah seorang high functioning atau memiliki kemampuan tertentu di atas rata-rata. Anfield misalnya adalah seorang perupa di bidang seni lukis yang berbakat. Dia telah beberapa kali menggelar pameran tunggal dan bersama dengan sambutan hangat dari kolektor lukisan dan pengamat seni rupa. Karya lukisnya telah mencapai ribuan yang disimpan di rumahnya.

“Anfield diketahui menderita tunarungu sejak umur sembilan bulan. Kalau dugaan sindrom aspergernya diketahui pada umur tujuh tahun. Dokter yang menangananinya menyebut Anfield unik dan memiliki kekuatan pada otak kanan,” tutur Donny.

Menurut Donny, untuk mengetahui anak mengalami berkebutuhan khusus atau tidak, orangtua harus memiliki sensitivitas pada si anak. Kalau diketahui ada keanehan atau hal yang tidak biasa, segera konsultasikan kepada ahlinya baik itu dokter atau psikolog.

“Unfield dulu kami bawa ke psikolog agar kami bisa menanganinya dengan tepat. Kalau kita sudah tahu kekurangan atau kelebihan anak kita akan lebih mudah memetakan kebutuhan dan cara menanganinya,” kata karyawan sebuah perusahaan swasta ini.

URL AKURAT.co News | Sebanyak 722 Anak Korban Gempa NTB Tetap Sekolah di Area Pengungsian Ratusan siswa yang menjadi korban bencana, katanya, tersebar di sejumlah posko darurat pengungsian.

"Yang tak kalah penting, menurut dia, tangani anak dengan cinta yang tulus dan ikhlas. Jangan paksa anak untuk melakukan sesuatu sesuai kehendak orangtua. Kalau anak gemar melukis, jangan paksa anak untuk melukis ini atau itu. Biarkan dia memgalir dengan imajinasinya. Orangtua cukup memfasilitasinya saja," tegas Donny.

Kesabaran Donny dan Vera, istrinya, boleh dibilang cukup teruji. Pasalnya, Anfield menderita dua kelainan sekaligus. Yaitu, masalah tunarungu dan asperger. Masalah tunarungu inilah yang paling menguji kesabaran. Pada umur tujuh tahun yang seharusnya Anfield sudah bisa mengikuti norma atau kode-kode sosial, dia belum bisa.

URL AKURAT.co 1 Hiburan | Cantik dan Cerdas, Yuk Intip Perjalanan Hidup Tasya Kamila Saat kecil, Tasya pernah berkolaborasi dengan Duta Sheila on 7 lho!

Masalah utama Anfield adalah dalam berkomunikas karena dia hanya bisa lips reading atau membaca gerak bibir secara terbatas yang disebabkan tunarungunya. Secara akademis, dia ketinggalan dengan teman-temannya.

“Sewaktu dokter menyampaikan Anfiled menderita tunarungu, langit seperti runtuh. Saya, istri, dan dokternya bertangisan. Namun kami harus kuat karena ini berhubungan dengan iman. Ini sudah kehendak Tuhan. Kalau kami tidak kuat, Anfield akan lebih menderita,” papar Donny dengan mata berkaca-kaca, menirukan nasihat dokternya.

Pada umur tujuh tahun, Anfield kemudian dibawa ke Sanggar Pelukis Cilik Jakarta. Sampai dua-tiga bulan pertama dia masih mendapat bimbingan dari guru lukisanya. Tapi setelah itu, Anfield bisa melakukanya sendiri. Sampai sekarang, Anfield masih tercatat sebagai anggota itu namun gurunya membebaskan dia untuk datang sesukanya. Sesekali dia dibawa ke sanggar oleh orangtuanya hanya untuk bersosialisasi.

Sekarang, menurut Donny, karena sudah berusia 13 tahun, sudah merasa lebih ringan menangani Anfield. Namun sebagai orangtua, dia tetap saja khawatir tentang masa depan anaknya kelak.

URL AKURAT.co 3 News | Korban Gempa Lombok Bertambah Jadi 82 Orang Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi sebanyak 82 orang.

“Rata-rata kekhawatiran orangtua yang anaknya menderita seperti Anfield adalah apakah kelak anaknya bisa mandiri. Namun pelan-pelan kami terus mempersiapkan dia agar bisa mandiri. Tuhan pasti punya jalan. Mereka memang tergantung pada orangtua dan pada lingkungannya, namun negara juga harus hadir,” harapnya.

Kini Donny dan sejumlah orangtua yang anaknya mengalami penderitaan autis, bipolar, dan gangguan mental dan fisik lainnya membentuk komunitas yang disebut Art Burt. Komunitas ini memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus ini untuk mengikuti pameran. Baik itu dengan dana patungan sesama anggota atau bantuan donatur. Ke depan, mereka akan menjadikan Art Burt ini sebagai yayasan agar lebih leluasa mencari donasi dan melakukan edukasi.

“Dari sudut penderitanya, seperti kita yang normal, mereka juga senang diapresiasi. Dan dari sisi masyarakatnya, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa ada orang-orang yang menderita seperti itu namun tetap bisa berkarya. Di balik kelemahan mereka kalau kita tangani dengan rasa cinta, pasti bisa membuatnya berguna,” pungkas Donny.[]

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.