0
IG @ANJARISME @anjarisme
Hasil baik pertemuan @KemenkesRI dan MUI tentang #ImunisasiMR bisa jadi berantakan karena judul berita @detikcom dan @kumparan ini. Mengapa begitu? Demi meluruskan informasi, saya akan jelaskan. Bantu RT ya. Tks pic.twitter.com/4YHeGtFCpi
Expand pic
Expand pic
Story Hanya untuk Muslim yang Terikat Syari, Penjelasan dr @anjarisme Soal Simpang Siur Headli.. "Buat yang mau nunggu sertifikat halal silakan, yang mau tetap imunisasi juga boleh saja." 771 pv

Pernyataan keberatan dari Kumparan

Story "Seharusnya bukan membuat tuduhan tidak berdasar," kumparan Ancam Akun anjarisme Perihal.. Kumparan gunakan hak jawabnya terhadap rentetan cuitan @anjarisme soal pemberitaan imunisasi MR. 933 pv
kumparan @kumparan
Tuduhan saudara @anjarisme merupakan tuduhan yang sangat serius bagi kumparan, seharusnya keberatan disampaikan langsung kepada MUI atau melalui rilis resmi ke kumparan.
kumparan @kumparan
Untuk itu kami minta saudara @anjarisme mencabut tuduhan tersebut dalam waktu 1×24 jam. Apabila saudara tidak mencabutnya, maka kumparan akan mencadangkan hak-haknya secara hukum, baik secara perdata maupun pidana.

Pernyataan keberatan dari Kumparan kembali mendapat respon dari @anjarisme

IG @ANJARISME @anjarisme
Dear @kumparan , maaf baru bisa merespon tanggapan anda atas tweet saya ttg #imunisasimr . Pertama, terima kasih berkenan merespon tweet saya sebagai bagian percakapan era medsos. Kedua, terima kasih sudah menayangkan rilis resmi @KemenkesRI pic.twitter.com/q7Pwdmq90S
Expand pic
IG @ANJARISME @anjarisme
Selanjutnya, saya terima keberatan anda atas rangkaian tweet saya. Sebagaimana saya sebagai pembaca @kumparan dan warga biasa yg peduli program #ImunisasiMR juga keberatan ketika membaca JUDUL berita anda. Itulah mengapa saya mengkritisinya.
IG @ANJARISME @anjarisme
Melalui tweet ini, saya kembali menjelaskan apa maksud saya sekaligus menanggapi tweet @kumparan Pertama, @kumparan keberatan krn saya "menuduh pertemuan MUI & Menkes jadi berantakan akibat judul berita kumparan".... twitter.com/kumparan/statu…
IG @ANJARISME @anjarisme
... padahal tweet saya adl: "HASIL BAIK pertemuan @KemenkesRI dan MUI tentang #ImunisasiMR BISA JADI berantakan karena judul berita Kumparan" Mohon baca baik-baik. Ada beda signifikan keberatan @kumparan dg tweet saya. twitter.com/anjarisme/stat…
IG @ANJARISME @anjarisme
Saya tidak tahu mengapa dlm keberatannya @kumparan menghilangkan frasa "hasil baik" dan kata "bisa (jadi)". Penghilangan frasa dan kata itu menimbulkan makna yg berbeda. Saya yakin (admin) @kumparan faham dampaknya sebuah kata dihilangkan.
IG @ANJARISME @anjarisme
Kedua, saya tidak berniat dan tidak melakukan tuduhan bahwa judul berita @kumparan sbg penyebab "berantakan pertemuan". Sebagai pribadi, pembaca dan warga, saya mengkritisi judul berita @kumparan yg potensial menimbulkan salah persepsi atas program #ImunisasiMR ... pic.twitter.com/gZGrOJ592z
Expand pic
IG @ANJARISME @anjarisme
Bukti bahwa keberatan @kumparan yg menganggap "tuduhan" itu salah, ada pada tweet saya. Saya pakai frasa "hasil baik", artinya saya tidak merujuk pada "pertemuan". "Bisa jadi" artinya potensi, bukan kesimpulan spt dimaksud kumparan.
IG @ANJARISME @anjarisme
Jadi menurut hemat saya, apa yang menjadi keberatan @kumparan BERBEDA makna dengan konten tweet saya. Sekali lagi, mohon dibaca dan diresapi dg pikiran jernih dan hati yg tenang. Pls!
IG @ANJARISME @anjarisme
Ketiga, dalam tweet saya menggunakan kalimat "Hasil baik pertemuan @KemenkesRI dan MUI", tetapi @kumparan menyebut dalam tweetnya "pertemuan MUI & MENKES". Sy bertanya knp Kumparan selain menghilangkan kata, jg mengganti kata "Kemenkes" jd "Menkes" Beda makna kan? pic.twitter.com/Qk7HHN9979
Expand pic
IG @ANJARISME @anjarisme
Itu tanggapan saya atas keberatan @kumparan secara tekstual. Sekarang, sy jelaskan scr substansial, mengapa saya kritisi judul berita kumparan "Kemenkes Tunda Imunisasi Rubella Bagi Umat Muslim Hingga Dihalalkan". Jika baca judul berita itu, informasi apa yg kita tangkap? pic.twitter.com/jfxIaapcvR
Expand pic
IG @ANJARISME @anjarisme
Dengan membaca judul berita itu, saya mendapat informasi bahwa "program #ImunisasiMR ditunda bagi (seluruh) umat Islam (muslim) hingga dihalalkan". Ini berarti, Pemerintah tidak akan melakukan #ImunisasiMR pada setiap penduduk Indonesia yg beragama Islam? ....
IG @ANJARISME @anjarisme
... padahal "hasil baik pertemuan Kemenkes & MUI" salah satunya: "#ImunisasiMR tetap dilanjutkan". Sementara bagi Masyarakat (muslim) yg mau menunggu terbitnya fatwa MUI, dipersilakan. Dg kata lain, "penundaan" tidak diberlakukan kepada (seluruh) umat muslim. pic.twitter.com/jDe3sqCYjj
Expand pic
IG @ANJARISME @anjarisme
Hal ini jg dapat maknai pada kutipan pernyataan utuh rilis MUI pada point d. Mohon dg sangat dibaca dan dipahami dalam satu kalimat, konteks dan tarikan nafas. Jangan dipenggal, jangan dipangkas. pic.twitter.com/EG6oITQk1G
Expand pic
IG @ANJARISME @anjarisme
Dear @kumparan , Saya muslim yg percaya bhw imunisasi dibolehkan sbg upaya pencegahan penyakit berbahaya. Dan saya menyaksikan banyak muslim di Indonesia punya pandangan sama dg saya. Bagaimana kalau mereka membaca judul berita anda? #ImunisasiMR
IG @ANJARISME @anjarisme
Dear @kumparan , Saya muslim, dan saya memenuhi hak dasar anak saya atas imunisasi sbgmn dijamin UU Kesehatan, tanpa harus menunggu sertifikasi halal MUI. Saya menyaksikan, banyak muslim jg melakukan hal ini. Bagaimana jika mereka baca judul berita anda?
IG @ANJARISME @anjarisme
Dear @kumparan , Saya muslim yang yakin dan bertekad ingin melindungi anak saya dari bahaya penyakit campak dan rubella. Dan saya tahu, banyak muslim Indonesia melakukan hal yg sama ikut #ImunisasiMR Gimana kalau mereka baca judul beritamu?
Load Remaining (13)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.