Garis Kemiskinan Jokowi vs SBY, kelemahan-kelemahan dan alternatifnya

Melihat kembali ukuran-ukuran kemiskinan yang dipakai oleh Jokowi dan SBY, menakar resiko penurunan kemiskinan dan mencari alternatif ukuran kemiskinan yang lebih komprehensif.
1
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Sobat qismin, kita obrolin batasan kemiskinan, yuk. Biar kita ga bingung: kita ini qismin sejati atau qismin jadi2an? Ada 3 pokok bahasan yg musti kita cermati:

01/08/2018 16:59:14 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

1) ukuran kemiskinan yg dipakai BPS jaman Jokowi ini adlh juga andalan SBY utk klaim keberhasilan kepresidenannya; 2) "garis kekisminan" ini sesungguhnya banyak kelemahannya 3) sudah waktunya ukuran "garis kekisminan" ini diganti alat ukur baru.

01/08/2018 17:04:47 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Sobat qismin sekalian, garis kekisminan slalu aja dipakai agar pemerintah nampak sukses tapi apa itu garis kekisminan? Nama lengkapnya sbtulnya adlh Garis Kemiskinan Absolut. Di bawah batas ini, org dianggap hidup bukan lagi layaknya manusia.

01/08/2018 17:08:46 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Jadi, keliru besar sebtulnya kalo mengira bahwa mrka yg ada di atas garis kekisminan ini lantas sdh sejahtera... Mrka hanya org2 yg sdh memastikan besok msh bisa makan.

01/08/2018 17:12:23 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Garis kekisminan adlh batas bawah di mana org sdh mulai bs disebut sobat miskin. Di bawah garis itu, disebut "orang" saja belum.

01/08/2018 17:14:51 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

CMIIW, di jaman SBY lah garis kekisminan ini dijadikan patokan utk "pengentasan kemiskinan", seakan2 kalo sdh di atas garis ini, org sdh tdk lagi tergolong qismin. Ini teknik statistical lie. Bohong, tp pake statistik.

01/08/2018 17:17:21 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Ah, ayok kita lanjut utas ini, ya. Kita garis bawahi dulu bahwa Garis Kemiskinan yg dipakai BPS sejak jaman SBY itu adlh GARIS KEMISKINAN ABSOLUT, yg menggambarkan "abject poverty", kemiskinan yg naudzubillah.

04/08/2018 09:29:19 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Kelihatan ya, beda satu kata aja, bisa beda banget artinya. Jadi, jangan protes bhw "org miskin masih banyak". Sejak jaman SBY, yg diukur jumlahnya itu cuma jumlah org yg besok belum tentu bisa makan.

04/08/2018 09:32:13 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Trus ada lagi keributan soal batasan "garis qismin" ini berapa USD seharusnya... keributan yg menunjukkan para pihak ini gak baca dokumen Bank Dunia. Di sana disebutkan batasan "abject poverty" dalam USD, tapi ada tapinya... secara PPP. Purchasing Power Parity.

04/08/2018 09:34:19 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Yng dimaksud dgn USD 1,25 atau 1,3 atau 1,9 itu bukan kurs jual-beli seperti di bank tapi dlm skema PPP. Sederhananya gini: USD 2 PPP artinya barang apa aja yg bisa dbeli di Amrik dgn USD 2, di Indo harganya berapa? Itulah nilai kursnya.

04/08/2018 09:36:17 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Skema PPP ini sering dimainkan pemerintah negara dunia ketiga, dng memanipulasi jenis barang yg dimasukkan dlm pool standar pembanding; supaya jadinya kurs PPP serendah mungkin. Sayang aku tdk punya data apakah BPS melakukan juga hal ini.

04/08/2018 09:39:35 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Maka, kurs yg dipakai BPS untuk menetapkan batas garis qismin di Indonesia adalah USD 1 = IDR 5639. Ini adalah USD 1,9 PPP. Gapapa lah, ya. Toh batas ini sebenarnya sdh naik dr garis yg dipakai jaman SBY yakni USD 1,3 PPP.

04/08/2018 09:43:39 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Yang belum terjadi sampai sekarang adalah transparansi BPS tentang "pool barang pembanding" yg dipakai untuk menentukan kurs PPP itu. Dari jaman SBY smp sekarang, daftar barang pembanding ini ga pernah dikeluarkan.

04/08/2018 09:45:14 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Jelas, ya, sobat qismin...Kita itu bukan "miskin" tapi "TIDAK MAMPU"... 😄Solusi buat kita itu bukan lagi pengentasan kemiskinan tapi konsultasi ke dr Boyke.

04/08/2018 09:50:40 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Trus gimana dengan konsep "Bottom 40" yg sekarang dipake SBY buat nyerang "prestasi Jokowi" menurunkan "angka kemiskinan". Di sini pak Mantan salah dua kali: 1) ga pake perbandingan apple-to-apple; 2) dia salah memahami konsep "bottom 40" itu.

04/08/2018 09:55:37 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Jelas curang lah ya, pak Mantan ini. Kalo mau membandingkan, kan harus barang yang ekuivalen. Tapi dia terpaksa. Sudah Jokowi berhasil mencapai angka lebih rendah drpd dia, garis kemiskinan yg dipakai Jokowi jg sbnarnya lebih tinggi drpd yg dipakai jaman SBY.

04/08/2018 09:58:20 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Trus pak Mantan salah pula memahami konsep "bottom 40". Berlawanan dgn konsep "garis qismin" yg melihat berapa persen rakyat yg "masih qismin sejati"; Bottom 40 mengarahkan perhatian pda 40% rakyat berpenghasilan terendah.

04/08/2018 10:00:18 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Konsep Bottom 40 tdk akan pernah dipakai sebagai statistik resmi pemerintah manapun, krn jumlahnya tdk tergantung keberhasilan pembangunan, tapi akan terus bertambah sejalan dengan pertambahan penduduk.

04/08/2018 10:01:28 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Bottom 40 akan lebih berguna dalam perencanaan pembangunan karena konsep ini menyoroti "seberapa besar opportunity" yg dinikmati oleh 40% penduduk termiskin. Paradigmanya: pmerintah sediakan opportunity, terserah rakyat mau ga manfaatkan itu.

04/08/2018 10:05:25 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Saat ini, opportunity yg dicermati oleh konsep Bottom 40 mencakup di antaranya: Breast feeding, Pendidikan dasar, Imunisasi, Listrik, Sanitasi, Air, Pemberantasaan Stunting. Cermati lagi: ini semua adlh fokus program kesejahteraannya Jokowi.

04/08/2018 10:07:33 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Jadi, Jokowi pasti merencanakan pembangunan menurut konsep Bottom 40 ini. Tapi statistiknya ga dikeluarin, karena susah dicerna. Ga greng. Beda kalo kita lihat garis qismin, angkanya nonjok. Bottom 40 lebih berdampak tapi gak bisa dijadikan alat kampanye politik.

04/08/2018 10:10:32 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Nah, sepanjang itu, baru ngomongin standar kemiskinan ya... Kita musti tetap kritik, tapi jelas Jokowi menang 3-0 dari SBY di sini: angka statistik kemiskinannya turun, garis pengukur kemiskinan Jkw lebih tinggi drpd SBY, dan SBY gagap soal Bottom 40 smntara Jkw diem2 udah pake.

04/08/2018 10:27:23 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Skrg kita masuk poin no 2: Konsep Garis Kemiskinan itu tak mengukur seberapa permanen hasil "pengentasan kemiskinan" itu. Aku duga, angka kemiskinan di era Jokowi ini turun akibat naiknya public spending, anggaran publik trutama utk infrastruktur.

04/08/2018 10:31:57 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Berkat infrastruktur ada banyak peluang tambah penghasilan: jd buruh, buka warung di seputar daerah konstruksi dll. Tapi apa yg akan tjdi stlah proyek2 ini kelar? Watak lapangan kerja yg terbuka oleh infrastruktur ini non permanen, pengentasan kemiskinan bs jd non permanen juga.

04/08/2018 10:36:24 WIB
Kᴇɴ Nᴅᴀʀᴜ @kenndaru

Smp skrg aku belum melihat satu pun kebijakan Jokowi yg ditujukan untuk "mengunci" pengurangan kemiskinan ini, yg berupaya memastikan bahwa org2 yg skrg sdh meningkat kesejahteraannya tidak kembali jatuh qismin.

04/08/2018 10:44:35 WIB
Load Remaining (14)

Comment

No comments yet. Write yours!