0

Jika melihat sekilas, orang tidak akan menyangka jika usia nenek-nenek yang tengah duduk mendengarkan penjelasan dari petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Donohudan, Boyolali, itu ternyata sudah hampir satu abad.

Pasalnya, jika jamaah calon haji (calhaj) berusia lanjut lainnya harus menggunakan kursi roda saat masuk asrama, perempuan bernama Toyimah Ahmah Ngali ini justru masih terlihat bugar, wajahnya juga sumringah saat meladeni pertanyaan wartawan.

“Saya Sholat Ashar dulu,” ucapnya sembari berjalan ke arah masjid yang ada di dalam kompleks embarkasi, Kamis (2/8).

URL AKURAT.co 1 News | Kisah Mbah Toyim, Calon Haji Berumur Hampir Seabad yang Masih Tetap Bugar Mbah Toyim berusia 91 tahun lebih lima bulan. Dia berangkat bersama suaminya, Mubbin (76).

Tak berapa lama, ia pun kembali menemui wartawan untuk wawancara.

Kepada media yang telah menunggunya, nenek dengan 22 cucu ini mengaku naik haji setelah menunggu selama tujuh tahun setelah melunasi biaya berhaji yang ia peroleh dari mengumpulkan uang hasil penjualan panen sawah dan hewan ternaknya.

Warga Wonosegoro, Boyolali ini memang dikenal memiliki banyak sawah yang selama ini dikerjakan orang lain.

“Saya bayar kontan, ndak pakai nabung-nabung. Uangnya dari hasil panen sama ternak. Senang akhirnya bisa naik haji, soalnya saya juga pengen karena dua anak saya sudah haji semua,” ujar Mbah Toyim, sapaan akrabnya dalam bahasa Jawa.

Ditanya usia, Mbah Toyim pun mengaku lupa. “Umur kula pun akeh nak (usia saya sudah banyak, nak. Red.)," ungkapnya.

Namun, menurut data dari PPIH, Toyim berusia 91 tahun lebih lima bulan. Dia berangkat bersama suaminya, Mubbin (76).

URL AKURAT.co 1 News | Duh! Banyak Calon Haji Tersesat, Kepala Kloter dan Regu Diberi Arahan Jumlah jamaah calon haji yang tersesat saat menjalankan umrah terbilang tinggi.

“Malah tidak tahu kalau jadi haji tertua. Tapi saya masih kuat. Wong nggendong beras 20 kilo(gram) sih kuat,” lanjutnya.

Soal resep bugar di usianya yang sudah kepala sembilan, Mbah Toyib dengan lugu mengatakan manusia dalam hidup yang penting makan nasi. Selain itu, ia juga rajin berolahraga dengan jalan kaki saat pagi hari dan minum jamu.

“Sing penting mangan sego (yang penting makan nasi,Red). Kulo mboten nateh sakit, mugi-mugi hajine lancar (Saya tidak pernah sakit, semoga naik hajinya lancar, red.),” imbuh Mbah Toyim.

Soal doa dan harapannya di tanah suci nanti, Mbah Toyim mengaku hanya ingin dia, anak dan cucu-cucunya sehat semuanya dan semua cucunya nanti juga bisa naik haji.

Sementara itu, Kasubag Humas dan Informasi PPIH Embarkasi Solo Afief Mundzir mengatakan, Mbah Toyim termasuk salah satu jemaah calhaj risiko tinggi (risti) karena usianya yang sudah kepala sembilan.

Oleh karena itu, ia dan suaminya dirasa sangat perlu mendapat pengawasan dan pendampingan selama melaksanakan ibadah haji.

"Harapannya, selain petugas, teman satu kelompoknya secara aktif ikut mendampingi," kata dia.[]

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.