2
D I T Y A @aditnamasaya
Tau kenapa pencabutan DMO dibatalkan? 57% pembangkit milik PLN dan mitra PLN berbahan bakar batu bara. Dalam DMO (Domestic Market Obligation), diberlakukan HBA (Harga Batubara Acuan) khusus utk listrik. Kalau DMO dicabut, artinya PLN akan membeli batubara dengan HBA pasar.
D I T Y A @aditnamasaya
Kalo PLN & mitra PLN hrs beli batubara dgn HBA pasar, maka biaya operasional pembangkit akan naik drastis (ada selisih USD 34/ton, antara BHA pasar dan HBA listrik). Kenaikan biaya operasional itu akan membebani PLN. Dan PLN mau tdk mau hrs menaikkan TDL. m.detik.com/finance/energi…
D I T Y A @aditnamasaya
Menaikkan TDL untuk saat ini, menjelang tahun politik, tentu bukan tone positif untuk petahana. Sebaliknya, jika DMO tidak dicabut, maka potensi pendapatan negara (dalam devisa) dari ekspor batubara sebesar 30% volume, dikali selisih harga HBA acuan, akan hilang.
D I T Y A @aditnamasaya
Hendri Deterding a.k.a Napoleon of Oil sudah mengeksploitasi minyak di Sumatera ( kemungkinan di wilayah Riau dan Palembang ) pada awal 1900, dibawah bendera Royal Dutch Oil. Ia lalu berpartner dengan pemilik kapal tanker, mendirikan Royal Dutch Shell.
D I T Y A @aditnamasaya
Sir John Cadman ( 1st Baron Cadman ) CEO Anglo-Persian Oil Company ( Dikemudian hari dikenal British Petroleum ) adalah org yg dipercaya Winston Churchill utk menyuplai kebutuhan BBM bagi kapal perang Inggris yang saat itu berpindah dari penggerak berbahan bakar batubara ke BBM.
D I T Y A @aditnamasaya
Walter C Teagle, kepanjangan tangan John D Rockefeller, pemilik Standard Oil ( dikemudian hari dikenal Exxon ), adalah CEO yg telah berhasil menjadikan Standard Oil sbg kartel minyak di AS. Penyulingan, distribusi, dan penetapan harga minya di AS ditetapkan oleh Standard Oil.
D I T Y A @aditnamasaya
Ketiga tokoh tsb, mengadakan pertemuan rahasia di Achnacarry Castle, Highland, Skotlandia, pada tanggal 28 Agustus 1928. Tujuan pertemuan rahasia tersebut adalah mencari solusi atas ketidakstabilan pasar minyak saat itu, akibat Oil Booming sbg dampak dari revolusi industri 2.0
D I T Y A @aditnamasaya
Oil Booming yg dipelopori oleh Booming mobil berbahan bakar minyak, serta peralihan mesin produksi dari batubara ke BBM. Oil Booming tidak diikuti oleh kemajuan teknologi pengilangan minyak, akibatnya dunia mengalami 'kehausan' minyak. Masing2 zona berlomba berebut minyak.
D I T Y A @aditnamasaya
Pada saat kelangkaan minyak seperti itu, distribusi minyak akan mengarah kepada zona yang berani membeli minyak dgn harga tinggi. Akibatnya adalah terjadi perang harga, dan carut marut-nya jalur perdagangan minyak dunia, yang menyebabkan ketidakstabilan pasar minyak.
D I T Y A @aditnamasaya
Pertemuan rahasia tersebut, berhasil merumuskan pakta dagang ; produksi minyak, biaya pengelolaan & transportasi minyak akan dibagi rata. Penetapan harga minyak akan ditentukan bersama. Dalam pertemuan tersebut juga, rencana pembentukan sebuah kartel minyak dunia digagas.
D I T Y A @aditnamasaya
3 wakil dari perusahaan minyak besar tersebut, mengajak 4 perusahaan minyak besar yang lain ; Chevron, Mobil, Texaco, dan Gulf untuk bergabung. Ke-7 perusahaan tersebut kemudian mendeklarasikan kartel minyak dunia, yang kemudian dikenal sebagai The Seven Sister Oil Company. pic.twitter.com/NUOybMel6o
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.