Statistik Kemiskinan dan Pencitraan.

Angka kemiskinan punya daya politik luar biasa. Bila angka kemiskinan tinggi, daya rusaknya bisa merontokkan popularitas sebuah rezim. Sebaliknya, jika angka kemiskinan berhasil 'diatur' rendah, maka pemerintah akan dipuji setinggi langit.
Indonesia prabowo BPS kemiskinan National Jokowi statistik
0
Partai Gerindra @Gerindra
Sebuah hal yang menarik memang jika kita membahas tentang 'Statistik Kemiskinan dan Pencitraan'. @bps_statistics twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Hal pertama yg harus kita pahami angka kemiskinan mempunyai daya politik hebat. Bila angka kemiskinan tinggi, efeknya bisa merontokkan popularitas penguasa. Sebaliknya, jika angka kemiskinan berhasil 'diatur' rendah, maka Pemerintah akan dipuji setinggi langit. @bps_statistics twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Dalam statistik, kemiskinan bukan hanya angka-angka, tetapi juga politik. Dengan mengutak-atik metodologi dan alat ukur, politik statistik bisa menjadi senjata untuk menciptakan “gelembung citra” yang diperlukan oleh penguasa untuk meraih popularitas. @bps_statistics twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Pertengahan Juli lalu, @bps_statistics mengumumkan per Maret 2018 angka kemiskinan di Indonesia hanya 9,82 persen. Angka itu diklaim sebagai yang terendah dalam sejarah oleh Pemerintah. twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Tapi apakah kita tidak menyadari bahwa alat ukur kemiskinan @bps_statistics yang hanya mengukur pendapatan per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan, sudah kadaluarsa dan sangat tidak manusiawi? twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Ada hal menarik yang harus kita semua ketahui perihal 'Statistik Kemiskinan dan Pencitraan'. Pada zaman Hindia-Belanda tahun 1933. Bung Karno dan Bung Hatta sering melancarkan kritik pedas terhadap ukuran kemiskinan versi Pemerintah kolonial. @bps_statistics @jokowi twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Direktur Binnenlandsch Bestuur (BB) pada saat itu menyampaikan bahwa seorang rakyat Hindia-Belanda bisa hidup dengan 1 ½ sen atau segobang sehari. @bps_statistics twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Ya jika lihat dengan isu angka kemiskinan saat ini, situasi itu mirip. hari ini. Hitungan itu diambil dari hitungan jumlah kalori yang diperlukan seorang manusia untuk bertahan hidup. @bps_statistics twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Dan akhirnya pada saat itu, Bung Karno marah. Melalui Fikiran Ra’jat, koran yang dipimpinnya, Bung Karno melancarkan kritikan keras. Dia menulis artikel berjudul “Orang Indonesia Cukup Nafkahnya Segobang Sehari?” @bps_statistics @jokowi twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Bung Karno menuding Direktur BB tidak bisa membedakan antara “cukup” dan “terpaksa”. “Terpaksa hidup dengan sebenggol, dan cukup hidup dengan sebenggol." @bps_statistics twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
"Perbedaan yang sama lebarnya dengan perbedaan sana dan sini, antara kaum penjajah dan terjajah, antara kaum kolonialisator dan gekoloniseerde.” @bps_statistics twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Tidak hanya Bung Karno, Bung Hatta pada saat itu juga mempertanyakan kebenaran “riset ilmiah” itu. Ia menggugat metodologi itu, karena hanya mengambil sampel pada 5 keluarga buruh dan 15 keluarga petani untuk menggambarkan kehidupan keseluruhan rakyat Indonesia. @bps_statistics twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Bung Hatta memberikan argumentasi satire. "Kalau sekedar untuk bertahan hidup, maka nol persen pun pasti cukup. Sebab, naluri manusia untuk bertahan hidup akan memaksanya memakan apa saja, termasuk buah kayu, umbut (pucuk kelapa), dan rumput-rumputan." @bps_statistics twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Bung Hatta kemudian memperingatkan bahaya dari “quasi wetenschappelijk onderzoek”, sebuah riset yang tampak seolah-olah ilmiah. Termasuk dalam riset terhadap standar hidup layak manusia. @bps_statistics @jokowi twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Sebuah riset yang diutak-atik metodologinya untuk menggelembungkan citra penguasa, sekalipun diberi gincu ilmiah, tetap saja “riset palsu”. - Bung Hatta - @bps_statistics @jokowi twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Jika kita benar benar pikirkan arguementasi Bung Hatta benar. Manusia lahir bukan sekedar bertahan hidup, tetapi untuk maju dan berkembang. Untuk maju dan berkembang, dia butuh pangan, kesehatan, pendidikan, tempat tinggal. @bps_statistics twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Jadi kita juga berharap @jokowi dan @bps_statistics paham bahwa politik kemakmuran tidak bicara soal berapa standar pengeluaran agar seseorang tetap hidup, tetapi bagaimana setiap orang bisa berkembang maju, sejahtera dan bahagia. twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Statistik kemiskinan saat ini hanya menciptakan “gelembung citra”, bukan menggambarkan realitas. Ketika @bps_statistics mengkaim angka kemiskinan terendah dalam sejarah, negeri ini justru belum lepas dari bahaya gizi buruk dan kelaparan. @jokowi twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Pantauan Status Gizi (PSG) 2017 yang dilakukan Kementerian Kesehatan menemukan, bayi usia di bawah lima tahun (Balita) yang mengalami masalah gizi pada 2017 mencapai 17,8 persen dan stunting sebesar 29,6 persen. @jokowi twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Parahnya lagi, beberapa saat setelah @bps_statistics mengumumkan angka kemiskinan yang terendah dalam sejarah itu, ada 4 warga suku Mause Ane di Maluku Tengah, Maluku, yang meninggal karena kelaparan. @jokowi twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Kita butuh ukuran kemiskinan yang multi-dimensi. Tidak hanya mengukur kebutuhan fisiologis, tetapi semua kebutuhan dasar manusia untuk maju dan berkembang. @bps_statistics @jokowi twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Kita butuh ukuran kemiskinan yang sejalan dengan politik kemakmuran. Karena memang Indonesia diperjuangkan dan merdeka karena cita-cita besar: masyarakat adil dan makmur. @bps_statistics @jokowi twitter.com/Prabowo_AHY/st…
Partai Gerindra @Gerindra
Tidak usah panik jika Pak @prabowo membahas statistik kemiskinan yang diklaim oleh Pemerintah terendah dalam sejarah. Karena sejarah sendiri menuliskan bahwa Bung Karno dan Bung Hatta selalu mengeritik Statistik Kemiskinan ala Pemerintahan Kolonial. @bps_statistics @jokowi pic.twitter.com/hEwUkutUVs
Expand pic

Comment

Login and hide ads.
Login and hide ads.