Bagaimana Cara Menghadapi Orangtua Toxic, yang Rajin Menanamkan Pikiran2 Negatif ke Dirimu: Baca Reply-nya Bisa Dijadikan Pelajaran Bagi Orangtua Maupun yang Masih Calon Orangtua

Bahkan orangtua sekalipun bisa melukai anaknya.
toxic orangtua Thread Asik awesomes THREAD
2
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Katanya, kita harus menghindari orang-orang yang toxic. Tapi bagaimana kalau ternyata yang toxic buat dirimu itu orangtuamu sendiri? Bagaimana kalau ternyata orangtuamu yang rajin menanamkan pikiran-pikiran negatif ke dirimu?
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Duh maafkan gak bisa balas satu persatu. :( Eniwei kalau ada yg mau curhat via DM, dipersilakan ya. πŸ€— Tapi mohon maklum, mungkin balasnya gak bisa cepaat karena sambil mengasuh rumah dan 2 anak. Buat yg baru dibalas DM nya Subuh ini, mohon maaf πŸ™‡πŸ»β€β™€οΈπŸ€—
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Yang daku yakini, kalian semua berhak hidup bahagia. Kalian semua berhak mencari akses kesembuhan diri. Kalian semua berhak bergaul lahir batin dengan diri sendiri. Karena hanya dengan cara bergaul lahir batin ke diri sendiri, tumbuh kesadaran utk mental yg dewasa.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Semua orang berhak memfasilitasi diri sendiri akan kebutuhan mentor hidup yg bermental dewasa. Tidak semua orang gede itu dewasa. (Seperti misalnya akuuuuu belum dewasa pdhl punya 2 anak). Kalau kita tumbuh dgn ortu yg belum dewasa, dan kita merasa ingin membuat jarak,
Atika Nurkoestanti @tikabanget
.. maka kita adalah orang-orang yg sedang ada di gerbang. Gerbang apa? Gerbang menuju pencarian kesadaran yg lebih tinggi. 😊 Ucapkan terima kasih ke ortu (boleh dalam hati yg khusyuk, boleh dalam sholat, boleh dalam hening meditasi, boleh langsung), mereka ada di hidup kita.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Kenapa kok diterimakasihin? Karena keberadaan mereka memicu revolusi berpikir di otak kita. 😊 Mereka yg dengan sadar membuat jarak dr ortunya (yg dianggap toxic) krn merasa butuh bergaul dan mendengarkan diri sendiri, semacam mengalami revolusi berpikir. Level kesadaran.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Ketika kita berhubungan dengan orang yg dirasa toxic (apapun istilahnya, silakan disesuaikan), yg menimbulkan perasaan gak nyaman, apa yg sebenarnya terjadi sih? Perasaan gak nyaman (atau emosi negatif) kita tuh bersumber di PERASAAN BURUK DI DALAM DIRI KITA KE ORANG ITU.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Sumbernya di dalam diri kita, pemicunya si X. Ada Mbak ZZZ yg curhat, kl dekat2 dgn ibunya, dia merasa dadanya menyempit dan sesak nafas. Asmanya kambuh ratusan kali. Herannya kalo pisah rumah gak pernah kambuh. Pemicu perasaan buruknya adlh keberadaan ibunya di dekat dia.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Tapi karena dia sadar akan pemicunya, dia kemudian dengan sadar juga membuat jarak. Kenapa? Karena dia butuh bergaul lahir batin dengan diri sendiri. Bahagia itu urusan nanti, kalau sudah mampu menjadi TEMAN dan jadi PENDENGAR YANG BAIK UNTUK DIRI SENDIRI. (Katanya gitu..)
Atika Nurkoestanti @tikabanget
"Ya kalo gitu pikiran buruknya dihilangkan aja." 😊 Terima kasih sarannya. Tp yg negatif tidak bisa mendadak jd positif, harus melewati titik nol dulu. Air yg keruh tidak bisa mendadak jd jernih, harus melewati proses suling dulu. Hati yg cacat tidak bisa sembuh sendiri.πŸ€—
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Menurut #MasPsikolog, ketika kita menghadapi situasi sulit (apapun itu), kita punya 3 pilihan. 1. Kuasai. 2. Adaptasi. 3. Pergi selamatkan diri. Pilihan manapun gak ada yg buruk. Karena cuma kita yg bisa mengukur resikonya. Pilihan manapun, asal kita sanggup terima resikonya.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Ingat, setiap perasaan adalah penting bagi si pemilik perasaan. Setiap pertanyaan adalah penting bagi si pemilik pertanyaan. Perasaan kalian penting. 😊 Kalian boleh merawat dan menyayangi diri sendiri. Yg gak boleh itu apa? Yg gak boleh itu merusak dan merugikan orang lain.
Fajar Y Zakiy @princekit17
@tikabanget Katanya, kita harus menghindari orang-orang yang toxic. Tapi bagaimana kalau ternyata yang toxic itu diri sendiri namun gamau mengakuinya?
Atika Nurkoestanti @tikabanget
@princekit17 Setiap anak yg tumbuh dengan fitrahnya apa adanya, akan tumbuh juga sebagai orang besar dengan fitrah mental dewasa. :) Setiap anak yg dicederai fitrahnya ketika kecil (dan tidak diberi banyak pilihan hidup), akan tumbuh menjadi orang besar yg cedera juga mentalnya. :)
Justitia @justacoffe
@tikabanget :') Mbak tik.. :') :') Aku terakhir nuangis karena di posisi, ga bisa melawan. Namun ga kuat.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
@justacoffe Aaaaa peluuuukk πŸ€—πŸ€—πŸ€— Terus sekarang kondisimu gimanaaa..
Justitia @justacoffe
@tikabanget Berdamai dengan diri sendiri dulu. Baru berusaha menerima. Ga banyak-banyak nelpon dulu takut ketus, paling wa. Kalau beliau nelpon diangkat suami/gojek sama ilmi. Kakakku bantu ngewangi aku, pas diajak ngrasani aku..
Atika Nurkoestanti @tikabanget
@justacoffe πŸ€—πŸ€—πŸ€— Semoga nemu cara menyalurkan rasa kecewa dan emosi yg aman dan nyaman yaaa.. Biar tuntas πŸ€—πŸ€—πŸ€—
fara girisa kosasih @faragirisa
@tikabanget Kejadian di 2 minggu lalu, sampai akhirnya aku ambil langkah yg salah mo bunuh diri sangking ga kuatnya. Karena ga bisa nahan yg toxic ortu sendiri πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”
Atika Nurkoestanti @tikabanget
@faragirisa :( Peluuuuk.. Sekarang kondisimu gimana, kak? Kamu baik-baik?
fara girisa kosasih @faragirisa
@tikabanget Baik Kak... terima kasih... Pas kejadian ada yg nolong in... semua bilang aku mesti sabar dan ngalah karena aku yg muda dan watak ibu sdh ga bisa dirubah jadi mesti aku yg maklum in
Load Remaining (15)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.