0
The Lost Book @kisahtanahjawa
“Apa salah dan dosaku, sayang. Cinta suciku kau buang-buang. Lihat jurus yang kan ku berikan, jaran goyang, jaran goyang” Membaca potongan lirik ini, tentunya tidak lah begitu asing di telinga kalian. #memetwit pic.twitter.com/5pR3X4UvDr
Expand pic
The Lost Book @kisahtanahjawa
Terdengar begitu angkuh bukan, menebar sesumbar akan sebuah jurus yang dirasa begitu ampuh untuk merengkuh? Jaran Goyang … apakah ini hanya sekedar judul lagu? Atau sejatinya kata ini sudah ada sejak lamanya waktu? #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Khusus dalam tema minggu ini @kisahtanahjawa secara ekslusif akan membahas tentang #merapalkataterlarang yang sejatinya pernah ada sejak dulu lamanya di tanah Jawa. Rangkuman ajian yang dirasanya sakti mandraguna oleh beberapa orang tua di masanya. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Di masa sekarang, mungkin Jaran Goyang tidak ayal hanya dikenal sebagai sebuah judul lagu saja. Hanya beberapa orang yang mungkin memahaminya sebagai sebuah ajian mantra tingkat tinggi warisan leluhur. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dan memang ilmu ini diciptakan untuk menggaet lawan jenis yang dikehendakinya. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Pada awalnya ajian ini diciptakan oleh pertapa sakti bernama Empu Ki Buyut Mangun Tapa, yang semasa masa tirakatnya menulis sebuah kitab yakni “Kitab Mantra Asmara”. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Sebuah kumpulan tulisan berisikan ilmu ajian pelet, cara merawat badan, bahkan sampe ilmu keperawanan abadi. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Terdengar sangat menjanjikan dan semua orang pasti ingin memiliknya bukan kapanpun masanya? Namun sayangnya, kitab ini ternyata hanya diajarkan secara turun temurun dan tersembunyi di beberapa kalangan spiritual saja. Agar supaya “keseimbangan ekosistem” tetap terjaga. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Mungkin saking istimewanya apa yg tertulis di kitab ini dan sifat dasar manusia yang selalu berujung pada serakah, maka tidak heran jika kemudian terjadi beberapa pembelokan dengan maksud untuk lebih menyempurnakan apa yang sejatinya sudah tertulis sebagaimana mestinya. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Salah satu ajian kemudian dikembangkan menjadi lebih dasyhat lagi oleh seorang wanita muda bernama Nyai Sekarjagad Arumsari. Ajian ini kemudian diberi nama Jaran Goyang yang efektifitasnya dikenal ampuh tiada lawan. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Saking terkenalnya ajian ini, Nyai Sekarjagad Arumsari bahkan sampai dijuluki dengan julukan Nini Pelet pada masanya. Seorang wanita yang selalu nampak muda, walaupun sebenarnya dirinya sudah makin lapuk tergerogoti usia karena efek ilmu hitam yang ia kembangkan tadi. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Namun tiada ilmu yang abadi selain ajaran dari Tuhan sendiri. Di akhir hayatnya, Nini Pelet kemudian kembali lagi ke wujud aslinya sebagai seorang wanita tua renta yang terkapar tak berdaya di umurnya yang (kami duga) sudah mencapai 120 tahun an. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Kembali lagi ke pembahasan Jaran Goyang tadi, ajian ini kemudian kembali berkembang di masa kolonial. Dimana para wanita pribumi banyak menggunakannya untuk menarik perhatian dari para meneer Belanda atau juragan lokal dengan maksud mendapat kesejahteraan secara instan. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Sang pelaku biasanya diharuskan untuk mandi kembang saat tengah malam dan melakukan lelaku puasa selama 35 hari dimulai dari tanggal weton sang pelaku. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Sampai disini masih terlihat normal-normal saja dan nampak seperti ajaran aliran putih ya? Perlu dicatat bahwa step ini hanyalah bagian dari awalnya saja. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Setelahnya sang pelaku harus merapal mantra Jaran Goyang sebanyak 111 kali sembari menyebut nama sang target. Sampai pada akhirnya si target akan mendadak luluh dan tergila-gila atau bahkan terbayang selalu di benaknya akan pesona si pelaku ajian. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Karena dalam tahap ini, sebenarnya yang dipanggil adalah qodam si target. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Metode dari ilmu ini adalah mengaktifkan siluman wanita berwajah kuda (atau sebaliknya tergantung jenis kelamin si target), dimana siluman tadi akan menjadi perantara untuk terus menerus mempengaruhi korban (dengan cara meliukkan tarian) #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Hingga kehilangan kesadarannya dan memanggil qodam si target untuk menurut semua apa yang dikehendaki oleh pemilik ajian Jaran Goyang. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Qodam siluman perantara tadi juga mesti dimasukan ke dalam batu mustika, yang pada hari – hari tertentu harus diberikan minyak seperti minyak apel jin sebagai upah atau makanan untuk qodam siluman tersebut. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Untuk sedikit penggambaran saja mantra Jaran Goyang berbunyi seperti ini : “Niyat ingsun amatek ajiku sijaran goyang. Tak goyang ing tengah latar, cemetiku sodo lanang Upet upet ku lewe benang. Tak sabetake gunung jugrug watu gempur, ..... (Sensor) ....sirep, #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Tak sabetake atine si jabang bayi …. (nama calon target) Pet sidho edan ora edan sidho gendeng ora gendeng Ora mari mari yen ora ingsun sing nambani”. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Namun kami tak akan membahas secara mendetail bagaimana mantra dari ajian ini sendiri. Apalagi membeberkan sebagaimana mendetailnya prosesi ritualnya. Karena mimin sendiri percaya, yang namanya cinta pasti butuh perjuangan hahaha. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dan sebagaimapun ampuhnya ajian ini, bisa kami pastikan tidak akan pernah bisa berfungsi kepada target korban yang selalu taat beribadah di tiap harinya. #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dan bagi kaum pria terutama kaum jomblo ... jangan pernah coba² menggunakan ilmu pelet, karena semua pasti ada kompensasi nya... Dan itu cukup berat. #memetwit
Load Remaining (3)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.