0
PRATAMA @sebelumNo1
Ini Soal Mencuri Momen, Bukan Soal Topcernya Lensa Kamera!
PRATAMA @sebelumNo1
Minder rasanya! Di saat kepercayaan diri mulai drop sampai level serendah-rendahnya.
PRATAMA @sebelumNo1
Sulit sekali menyembunyikan perasaan itu di saat melihat banyaknya fotografer yang berkeliaran dengan berbagai jenis kamera DSLR dengan lensa seukuran termosnya.
PRATAMA @sebelumNo1
Belum lagi kamera-kamera mirrorless yang mini dan kompak tetapi tidak kalah dari DSLR.
PRATAMA @sebelumNo1
Sementara, gue sendiri hanya berbekal sebuah kamera prosumer.
PRATAMA @sebelumNo1
FYI: 1 kamera DSLR dan lensa seukuran termosnya bisa dipakai untuk membeli 7-10 buah si Finepix HS35EXR. (gurauan teman)
PRATAMA @sebelumNo1
Dan untuk sebuah kamera Mirorless dengan lensanya yang meskipun mini, paling tidak senilai 3-5 kali prosumer di tangan gue.
PRATAMA @sebelumNo1
Belum lagi kalo terbayang dengan berbagai spesifikasi tehnis seperti sensor terbaru, autofocus yang sangat cepat, lensa lebar yang bisa menghasilkan “bokeh” yang sangat halus, dll. Sama sekali tidak bisa disamakan dengan prosumer di tangan gue. Huft~
PRATAMA @sebelumNo1
Begitulah rasanya~ Sulit sekali untuk meredam rasa rendah diri yang sekonyong-konyong timbul itu...
URL AKURAT.co Hiburan | Yuk Intip Cara Fotografer Menghasilkan Gambar Sempurna Tidakkah kamu bertanya-tanya bagaimana foto-foto indah di Instagram itu muncul?
PRATAMA @sebelumNo1
Kemudian terlitaslah pertanyaan dalam benak, yang berbiacara, "Mampukah hasil jepretan dari kamera ini bisa menandingi hasil jepretan hebat kamera mereka?"
PRATAMA @sebelumNo1
Ya, sudah DIPUTUSKAN! Fotografi itu soal mencuri momen, bukan soal topcernya lensa kamera!
PRATAMA @sebelumNo1
Yap, BETUL! Buat apa gue harus merasa minder? Pada kenyataannya, keadaan saat itu bukan untuk bertanding, bukan untuk pamer harga kamera, bukan untuk membanding-bandingkan hasil jepretan, bahkan bukan untuk berlomba.
PRATAMA @sebelumNo1
Semua yang memegang kamera di saat itu hanya datang untuk satu hal, yaitu MENGABADIKAN MOMEN. Tentu dengan tujuan dan berbagai alasan yang berbeda-beda.
PRATAMA @sebelumNo1
Semua datang dengan niat dan target masing-masing, begitupun juga dengan gue.
PRATAMA @sebelumNo1
Mengenai peralatan dan cara yang dilakukan akan berbeda antar juru kamera. Bahkan, meskipun sasaran lensanya sama, hasilnya pun dipastikan tak sama.
PRATAMA @sebelumNo1
Sebab, ga mungkin 2 juru foto berada pada posisi yang sama dalam satu waktu. Sepakat?
PRATAMA @sebelumNo1
Hasil akhir dari yang dihasilkan oleh kamera pun akan ditanggapi orang yang bisa dibilang BERBEDA.
PRATAMA @sebelumNo1
Contoh 1: Seorang wartawan akan menghadapi pemirsa utama, yaitu redakturnya yang akan memilah dan menilai hasil kerjanya.
PRATAMA @sebelumNo1
Contoh 2: Seorang yang memotret dengan smartphonenya hanya akan dibagikan ke wall IGnya, menghadapi followernya sebagai pemirsa utamanya.
PRATAMA @sebelumNo1
Semuanya memiliki target yang berbeda. Foto-foto yang berbeda. Pemirsa yang berbeda. YANG JELAS, ini bukanlah sebuah pertandingan dengan pemirsa atau juri yang sama.
PRATAMA @sebelumNo1
Kesamaannya hanya ada satu hal, yaitu mengabadikan momen itu sendiri. Lalu kenapa gue MINDER saat itu?
PRATAMA @sebelumNo1
Rupanya jawabannya ternyata sederhana. Berada dalam sebuah lingkungan masyarakat yang masih memandang status dan materi sebagai sebuah tolok ukur keberhasilan ternyata memberikan pengaruh cukup besar.
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.