0
Mbah Mijan @mbah_mijan
Cerita singkat ini dialami langsung oleh remaja tanggung yang baru saja masuk kuliah, tepatnya tahun 2007 silam. Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) Abdurrahman berujung terkulai lemas tak sadarkan diri setelah melihat gadis rupawan berlidah panjang, siapakah dia?
Mbah Mijan @mbah_mijan
Mbah juga mengalami kegiatan ini ketika awal masuk kampus, tapi kita menyebutkan "perpeloncoan", menyebalkan namun selalu mengenang. Mulai dari pakaian pernak-pernik, makan dengan durasi waktu hingga berbagai game kita lakukan, masih adakah perpeloncoan di era sekarang?
Mbah Mijan @mbah_mijan
Petang itu, Maman panggilan akrabnya, begitu semangat mengikuti OSPEK di kampus hingga tengah malam. Ia bercerita, game terakhir adalah mendatangi makam dimalam hari dengan kondisi mata tertutup kain, memang ramai-ramai tapi berasa sendiri"katanya.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Lokasi game terakhir adalah makam yang sudah lama tak difungsikan, jika sore hari tempat ini sering digunakan anak-anak bermain sepak bola. Menurut informasi, disfungsi makam karena sengketa dengan ahli waris, padahal sudah diwakafkan oleh mendiang orangtuanya semasa hidup.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Secarik kain melingkar dikepala tepat menutup mata, diputarnya tubuh Maman tiga kali oleh kakak senior, sebelum diantar jalan. Ia tahu kalau semua itu hanya game, tapi tetap saja, berjalan dengan kondisi mata tertutup membuat halusinasi kemana-mana.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Maman berjalan dituntun pelan sambil mendengarkan rules game "Ingat! ini makam, tidak boleh bersuara, semua harus fokus" terdengar suara dari Toa. Derap langkah teman-temannya yang ramai, sayup-sayup mulai tak terdengar lagi,"Man, ingat Man! ini game doang" katanya dalam hati.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Dia terus berjalan mengikuti tangan yang dipegangnya, lama kelamaan Maman merasa ada yang aneh, kok lama sekali tak sampai tujuan. "Kak, berhentinya kapan kak? tanya Maman. Dia hanya bisa terdiam saat jawaban dari pertanyaannya hanya "Hheemmm".
Mbah Mijan @mbah_mijan
"Saya merasakan tangan kakak senior yang tadinya hangat berubah dingin, tapi saya tetap fokus dan berkali-kali menguatkan hati bahwa ini hanya permainan". "Perasaan mulai berkecambuk namun saya tetap berfikir positif, efek dingin karena angin malam ditempat lapang" katanya.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Suara mendatar dan menggema tapi hanya satu kata "sampai", sedikit merinding namun lega, akhirnya Maman sampai juga ditujuan. Beberapa menit menunggu, kain yang menutup matanya tak kunjung dilepas, akhirnya ia berinisiatif membuka penutup mata sendiri.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Setengah jam dengan kondisi mata tertutup kain, efeknya adalah penglihatan kabur, butuh beberapa menit untuk menormalkan pandangan. Wajah Maman mendadak pucat pasi saat mengetahui ternyata dia sendirian, tanpa ada kakak senior maupun teman-teman disampingnya.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Tanpa pikir panjang Maman berlari sekuat tenaga, selain takut ia merasa sedih, ditinggal tengah malam di makam sendirian itu bukan permainan, ini kelewatan. Ia terus berlari tanpa peduli gelap, setelah dipikir cukup jauh, Maman menghentikan langkahnya, tapi apa yang terjadi?
Mbah Mijan @mbah_mijan
Sedikit membungkukan badan dengan posisi kedua tanggan dilutut, dia menarik nafas panjang kelelahan. "Jujur, saat itu saya menangis, saya bingung! saya takut! saya marah! ternyata saya lari ditempat dan saya masih dilokasi yang sama" aku Maman melengkapi ceritanya.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Seakan tak percaya, ketika Maman menoleh ke arah kanan dengan posisi setengah bungkuk, dia melihat "Gadis Cantik Berjalan Sendirian". Ia mengedipkan mata berkali-kali guna meyakinkan bahwa apa yang dilihatnya adalah halusinasi namun gadis itu tak kunjung hilang dari pandangan.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Saya pastikan gadis itu berparas cantik walaupun dalam kondisi remang, sebab jarak kita hanya dua meter saja. Sosok ini berjalan dengan santai tanpa peduli saya ada disebelah yang sedang memandanginya, namun kejadian ini tak berlangsung lama, nampaknya gadis ini sadar.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Tatkala wanita muda bergaun putih ini sadar bahwa saya sedang memandanginya, dia menoleh sambil menjulurkan lidahnya yang panjang sampai tanah. Setelah itu saya tak ingat lagi, karena pandangan mendadak berkunang-kunang, seketika gelap dan saya pingsan "The End.
Mbah Mijan @mbah_mijan
Kategori kunti tapi bukan om Hant, yang aneh cuma lidah aja yang bisa panjang, selain itu wujudnya normal dan berparas cantik, kalo dikampung Mbah namanya "Curing" twitter.com/TrioHantuCS/st…

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.