1
PCH @inggaharya
Buat sebagian orang mungkin pernah beberapa kali berkunjung ke rumah sakit. Bahkan mungkin pernah dirawat di sana. Tapi kalau berkunjung ke LP atau penjara? Mungkin ngga semua pernah mengalami. Kemarin saya akhirnya pergi ke sana.
PCH @inggaharya
Buat sebagian orang mungkin pernah beberapa kali berkunjung ke rumah sakit. Bahkan mungkin pernah dirawat di sana. Tapi kalau berkunjung ke LP atau penjara? Mungkin ngga semua pernah mengalami. Kemarin saya akhirnya pergi ke sana.
PCH @inggaharya
Masih dalam rangka silaturahmi Lebaran, kemarin saya dan orangtua mengunjungi salah satu kerabat keluarga yang tinggal di LP Sukamiskin, Bandung. Beliau tinggal di sana karena terkait kasus korupsi btw. Saya canggung untuk "masuk" penjara pertama kalinya.
PCH @inggaharya
Di bagian pendaftaran tamu, para pengunjung, terutama yang laki-laki, diminta untuk mendaftarkan data dirinya. KTP dan sidik jari kita dipindai, dan wajah kita difoto pakai kamera. Mirip-mirip kaya bikin SIM lah.
PCH @inggaharya
Setelah mendapat secarik kertas yang berisi data diri dan foto kita, pengunjung akhirnya dipersilakan masuk melalui pintu depan. Pintu besi besar berwarna merah, dengan pengamanan ekstra. Ya namanya juga penjara ya.
PCH @inggaharya
Setelah lewat pintu, semua pengunjung laki-laki wajib menitipkan kartu identitasnya, dan menukarnya dengan name tag bertuliskan angka. Saat itu dompet saya tertinggal di mobil, jadi mau ngga mau saya balik lagi ke parkiran untuk ambil KTP.
PCH @inggaharya
Kenapa hanya pengunjung laki-laki? Asumsi saya, supaya tamu dan WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) tidak "tertukar". Karena di LP Sukamiskin ini penghuninya laki-laki semua (CMIIW, tapi saya memang ngga melihat satu pun WBP perempuan di sana).
PCH @inggaharya
Oh iya, segala bentuk alat telekomunikasi wajib dititipkan ya. Saya ngga tahu, apakah kamera juga harus dititipkan atau tidak. Karena HP dititip, jadi saya ngga bisa ambil foto di dalam LP, atau bahkan untuk selfie dengan kerabat keluarga kami tersebut.
PCH @inggaharya
Oh iya, saat awal di pos pendaftaran tamu, kita ditanya mau ketemu siapa. "Kami mau ketemu Pak X". Saat itu juga foto dan data Pak X ikut tercetak di kertas pendaftaran. Kertas ini wajib diperlihatkan ke petugas di pintu depan (gerbang merah).
PCH @inggaharya
Entah bagaimana sistemnya, Pak X, kerabat kami tersebut sudah tahu bahwa ada tamu yang datang untuknya. Jadi kami tinggal "kopdar" di bagian penerimaan tamu. Tempatnya cukup enak: area di ruang terbuka, dilindungi kanopi besar, dengan banyak meja dan kursi.
PCH @inggaharya
Di area ini bahkan tersedia kantin & gerobak tukang mie bakso. Jadi kita bebas makan minum, dan para WBP pun bisa "menyuguhi" tamu yang datang menjenguk. Di sisi area lain juga ada banyak penjual makanan, bahkan penyedia jasa foto keluarga. Langsung cetak!
PCH @inggaharya
Suasana siang itu cukup ramai. Banyak keluarga yang datang menjenguk WBP untuk silaturahmi Lebaran. Bahkan ada rombongan keluarga sekitar 10 orang yang datang dengan baju muslim seragam. Sang WBP pun pakai baju koko yg sama. Baju Lebaran keluarga :')
PCH @inggaharya
Setelah silaturahmi dengan Pak X, kami berempat memutuskan untuk solat Dzuhur di masjid di dalam LP. Saya yang baru pertama kali masuk LP lebih sering celingukan kanan kiri melihat kondisi sekitar. "Seru juga ya.."
PCH @inggaharya
Selesai wudhu, saya masuk ke dalam masjid. Saat itu lah saya berpapasan dengan seorang politisi terkenal, yang menjadi WBP di LP tersebut. Baru saya ingat, bahwa saya ternyata papasan dengan Anas Urbaningrum.
PCH @inggaharya
Selesai sholat, saya juga melihat sosok bapak yang wajahnya familiar. Saya ingat beliau adalah mantan kepala daerah (atau wakil ya?) di Jawa Barat. Saya ngga tahu pasti, pokoknya wajahnya familiar. Beliau juga WBP di LP tsb.
PCH @inggaharya
Selesai dari masjid, kami keliling area LP. Bangunan LP ini sudah dibangun sejak tahun 1918 kalau ngga salah. Jadi gaya bangunan nya memang Art Deco, khas kolonial Belanda. Foto saya ambil dari Google. pic.twitter.com/tX5AqBD1xN
Expand pic
PCH @inggaharya
Menurut Pak X yang tinggal di sana, design bangunan LP tersebut dipikirkan dengan sangat matang. Dengan bentuk bangunan seperti itu, masing-masing kamar di setiap blok mendapatkan asupan sinar matahari. Jadi kalau mau jemur rengginang gampang lah ya :))
PCH @inggaharya
Di sekeliling blok tahanan banyak terdapat ruangan. Baik itu ruang kantor bagian administrasi, atau bengkel kerja. Yes, setiap WBP di sini dibekali berbagai skill. Mulai dari bertani, membuat furniture, sampai kursus membuat roti bersama Pramuka.
PCH @inggaharya
Lanjuuut! Menurut Pak X, kami seharusnya bisa2 aja untuk masuk ke blok tahanan dan melihat kondisi di dalam blok. Sayangnya, saat itu penjagaan cukuo ketat, jadi pintu ke dalam blok dikunci. Hanya bisa dimasuki WBP atau petugas saja.
PCH @inggaharya
Di area tengah LP ada lahan untuk bercocok tanam dan beternak. Di bagian lain juga dilengkapi lapangan untuk olahraga, seperti bola basket dan tenis. WBP tidak akan krisis hiburan lah!
PCH @inggaharya
Trivia: LP Sukamiskin dirancang oleh arsitek Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker. Konon beliau adalah dosen Bung Karno di ITB. Beliau juga merancang Gedung Merdeka, tempat Konferensi Asia Afrika di Bandung.
PCH @inggaharya
Selain itu, ada sosok warga keturunan Tionghoa yang berperan sebagai pemborong saat penjara ini dibangun. Sayangnya, saya lupa namanya.
PCH @inggaharya
Ternyata, arsitek dan pemborong yang membangun penjara ini pernah merasakan menjadi tahanan saat zaman pendudukan Jepang. Mereka ditahan di penjara yang mereka buat sendiri :)
Load Remaining (9)

Comment

bukabpkbmobil @adiramaxitunai 24/07/2018 11:44:06 WIB
Gadai BPKB Mobil, pinjaman dana jaminan bpkb mobil, pinjaman dana cepat, proses mudah dan bpkb mobil aman, kendaraan anda di asuransikan dibiayai oleh leasing terbesar di Indonesia bunga kompetitif https://www.ideafit.com/profile/gadai-bpkb-mobil
Login and hide ads.