0
Sandiaga Salahuddin Uno @sandiuno
Inilah inisiator pemasang bendera negara-negara peserta Asian Games di Pluit Selatan Raya, Jakarta Utara. Mungkin bendera yang dipasang tidak terlihat mewah, hanya menggunakan tiang bambu. Tapi niatnya ingin menyukseskan dan menguatkan demam Asian Games patut kita acungi jempol. pic.twitter.com/mM4f42Ykjn
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Sandiaga Salahuddin Uno @sandiuno
Ini merupakan inisiatif dan kreatifitas Mas Tamran dan teman-teman sendiri. Ini bukti bahwa demam Asian Games sudah semakin terasa, dan Asian Games bukan lah ajang olahraga yang hanya bisa dinikmati masyarakat menengah atas, tapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Sandiaga Salahuddin Uno @sandiuno
Buat Mas Tamran dan teman-teman, kami Pemprov @DKIJakarta berterima kasih banyak telah ikut membantu menggaungkan demam Asian Games. Kita harap akan banyak lagi warga yang ikut membantu menyemarakkan Asian Games dengan kreatifitasnya masing-masing.

Muhammad Tamran (41) mengaku berinisiatif mengajak warga urunan membeli bambu untuk tiang bendera negara peserta Asian Games 2018. Dalam penuturannya, Tamran mengaku membuat tiang bambu dan memasang bendera negara-negara peserta Asian Games 2018 atas inisiatifnya sendiri. Termasuk dengan mengeluarkan sejumlah uang dari koceknya sendiri, meski dia juga mengaku tak memiliki pekerjaan tetap. Ada 11 orang, termasuk Tamran, yang urunan untuk membeli bambu di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

"Sebelas orang patungan beli di Senen bersama kawan-kawan, spontan. Inisiatif dari saya," kata Tamran setelah bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2018).

Selain bambu, Tamran dan warga urunan membeli bendera negara peserta Asian Games. Total dana yang digunakan untuk membeli bambu dan bendera sampai jutaan rupiah.

"Bujet bambu Rp 200 ribu. Nggak enak disebut, malu. Satu bendera Rp 50 ribu. Tadi kami beli bendera 100 di Tanah Abang," ujar Tamran.

URL Tempo 24 Viral Bendera Asian Games Tiang Bambu, Tamran Dihadiahi Jaket Tamran yang mengaku sebagai pemasang bendera-bendera tiang bambu itu dianggap telah menularkan semangat Asian Games 2018 kepada masyarakat.
Lapendos Pademangan @gonkcil
@Dennysiregar7 @aniesbaswedan @sandiuno Apakah ini benar2 murni aksi spontan dr masyarakat? Krn seumur2, saya dan tetangga2 di rumah cuma punya bendera Indonesia saja, dan gak pernah kepikiran utk memiliki bendera negara lain, kerajinan amat... 😄😄
Hartono @hartono1777
@detikcom Mantap ya warganya bung @sandiuno Sangking kreatifnya warga sampai logo,warna dan motif bendera hafal semua,padahal blm tentu gub & wagudnya hafal lho.
STORMTROOPERS @ST0RMTRO0PERS
@sandiuno @DKIJakarta mas Tamran bilang beli benderanya di tanah abang 100 biji, tiap bendera 50rb harganya, jadi total 5 juta, terus beli bambu 200 rb, tamran dan teman2nya berjumlah 11, jadi sekitar lebih kurang 500rb tiap orang urunannya.... disini saya takjub, dan salut, ada ya warga sprt itu.
Iman Brotoseno @imanbr
Walau tak punya pekerjaan tetap, Tamran mengeluarkan kocek sendiri membeli bambu dan bendera bendera. Sementara kesaksian satpam berbeda. Auk ah gelap google.com/amp/s/metro.te… twitter.com/tempodotco/sta…
iwan @iwankecil
@tempodotco wah mulia sekali bapak ini, meski ga punya kerjaan tetap, tapi masih bisa beli bendera sebanyak itu 🙏
MumIggy @MumuyZG
@imanbr Pekerjaan boleh tidak tetap.. Penghasilan bisa darimana saja.. Oke Oce... ;) siap pasang 70 bendera lagi loh bapaknya..
Dhe PURNAMA @KakBejo
@edykrit22 @awemany Yang masang pasukan oranye, atas perintah kecamatan (artinya pemerintah kota Jakarta, bukan individu masyarakat). Maaf nyamber. Info ada di Tempo, ada saksi mata dan kecamatan juga mengakuinya walau dengan bahasa yg mbulet. Ini sekadar menjawab pertanyaan, siapa yang masang.

Bendera peserta Asian Games yang terpasang di tengah Jalan Pluit Selatan Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, depan Mal Emporium Pluit, dipasang oleh petugas PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) atau yang dikenal sebagai Pasukan Oranye.

Petugas security Mal Emporium Pluit Dede Fadilah melihat pemasangan bendera tersebut pada Senin malam, 16 Juli 2018.

"Dipasang sama petugas yang berseragam oranye," kata Fadilah pada Kamis, 19 Juli 2018.

Ia melihat dua petugas PPSU memasang bendera tersebut sekitar pukul 20.30, Senin malam. Sebab, saat itu, Dede sedang berjaga untuk membantu orang menyebrang di zebra cross jalan tersebut.

Petugas PPSU Kelurahan Penjaringan Endang Supriatna mengatakan tadi malam bendera tersebut sempat dicopot oleh petugas PPSU. Namun, dipasang lagi oleh warga.

"Sebab perintah Gubernur dipasang lagi. Jadi pas dicopot jam tujuh malam, tapi langsung dipasang lagi jam sepuluhnya," ujarnya. "Yang copotnya bukan dari tim saya."

URL Tempo 5651 Security Saksikan Pasukan Oranye yang Pasang Bendera Asian Games Bendera Asian Games dipasang di tiang bambu oleh petugas PPSU, seperti disaksikan security Mal Emporium Pluit.
avianti armand @aviantiarmand
Anies Baswedan, juga Sandiaga Uno, belum mengubah pernyataannya meski sejumlah satpam sekitar lokasi pemasangan itu menyebut pemasangan bendera oleh Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). 😊🤸‍♀️ twitter.com/tempodotco/sta…
anak metal @halomo_tambunan
@detikcom Yg ini dikasih kenaikan gaji dong... Ha..ha.... pic.twitter.com/p1K0qfZuhe
Expand pic
Aries @Panembahan_alit
@halomo_tambunan @detikcom Pake logika simpel aja bang, itu bendera sempat diturunin, trus anies tau, n suruh itu bendera dipasang lagi, baca ngapa baca! m.detik.com/news/berita/41…
anak metal @halomo_tambunan
@seiyamoon1111 @detikcom Elu yg baca tong, itu berita waktu bendera pertama kali dipasang, satpam juga sempet bicara sama pasukan oranye knp pakai bambu... pinter dikit ngapa
Aries @Panembahan_alit
@halomo_tambunan @detikcom Klo mnurut si satpam senin malam/tgl 16 dipasang PPSU ngapain jg anies besoknya kluarin memo utk dipasang kembali, dia kluarin memo karena bendera2 yg sdh trpasang dicabut
John @johnnie_muhan
@tempodotco ~ PPSU pasang bendera pakai bambu ~ Netizen komplain ~ PPSU copot benderanya ~ GABENER marah denger bender dicopot ~ PPSU pasang lagi benderanya ~ GABENER langsung #MenataKataManies ~ Tamran muncul sebagai "HERO" ~ ASU pikir semua Terima Cerita ini @aniesbaswedan @sandiuno @bloon
Suara Anak Bangsa @TeriakanAnak
@detikcom Dusta2 apa lg yg blom mrk lakukan @aniesbaswedan @sandiuno Bginilah prilaku pemimpin culas pic.twitter.com/AeJABBPhCZ
Expand pic
Bitte langsam, Awe! @awemany
@KakBejo @edykrit22 Tempo menurunkan dua berita yang kontradiksi. Ngga tahu malu mereka. Sudah diinvestigasi oleh kumparan, idn, tirto, detik dan kamu masih percaya Tempo. Good luck.
Dhe PURNAMA @KakBejo
@awemany @edykrit22 Ya ya, Anda tentu lebih percaya bahwa Tamran, seorang lelaki pengangguran, yang mengaku sebagai inisiator pemasang bendera di Penjaringan, dia juga ngaku beli sendiri bendera-bendera itu. Sementara saksi-saksi mata, tidak hanya satu orang, melihat petugas PPSU Jak Ut yg memasang.
Load Remaining (3)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.