13
Login and hide ads.
PS @PartaiSocmed
TIPS & TRICK MENGHADAPI DEBT COLLECTOR CC, KTA DAN FINTECH pic.twitter.com/DQYIkweRzu
 Expand pic
PS @PartaiSocmed
Dahulu kala kami pernah kultwit tentang cara menghadapi Debt Collector leasing yg nakal. Dan kultwit tersebut ternyata telah banyak membantu masyarakat yg jadi korban. Berikut kultwitnya chirpstory.com/li/45134
PS @PartaiSocmed
Jujur saja kami banyak memberikan konsultasi gratis lewat DM perihal masalah2 akibat debt collector dari bank atau leasing yg nakal. Dan atas izin ybs kami akan tunjukkan salah satu DM hasil nyata yg didapat ketika kita tahu cara menghadapi debt collector itu
PS @PartaiSocmed
Berikut adalah percakapan kami dgn follower yg mengadukan masalah temannya pic.twitter.com/WFzhoK0bpN
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
PS @PartaiSocmed
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
PS @PartaiSocmed
Dari percakapan tadi dapat disimpulkan bahwa masyarakat sering jadi korban atas ketidaktahuannya. Dan pihak lembaga keuangan seringkali memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat untuk keuntungan mereka, bahkan bila perlu dengan cara yg melanggar hukum
PS @PartaiSocmed
Namun ketika lembaga keuangan tersebut berurusan orang yg paham aturan dan berani melawan (karena benar) maka biasanya mereka akan berhati2. Sebab jika sampai jadi urusan hukum maka bisa dipastikan mereka akan rugi sendiri
PS @PartaiSocmed
Contohnya yg dialami oleh Standard Chartered yg kena denda 1M akibat meneror nasabahnya yg tidak bisa membayar KTA-nya ini m.detik.com/news/berita/26…
PS @PartaiSocmed
Yang sekarang sedang viral adalah teror yg dialami para nasabah perusahaan Fintech. Tapi sebenarnya persoalannya sama saja. Baik KTA, CC maupun Fintech adalah pinjaman tanpa agunan sehingga posisi lembaga keuangan sebenarnya justru sangat lemah.
PS @PartaiSocmed
Bagaimana posisi mereka tidak lemah? Mereka meminjamkan uang kepada nasabahnya namun jika terjadi kemacetan tiada jaminan yg bisa disita. Mau menuntut secara hukum pun tidak ada manfaatnya karena kasusnya adalah kasus perdata
PS @PartaiSocmed
Pernah dengar ada bank yg menuntut secara hukum nasabah CC atau KTA yg macet? Tidak pernah kan? Apalagi pada kasus Fintech yg pinjamannya kecil itu. Selain sia2 menuntut debitur tanpa jaminan yg macet juga mahal ongkosnya
PS @PartaiSocmed
Nah, karena memahami posisi mereka yg lemah itulah maka akhirnya jalan satu2nya yg ditempuh oleh Bank atau Fintech untuk mengatasi kredit macetnya adalah meneror secara psikologis para nasabahnya sendiri
PS @PartaiSocmed
Kami bikin sederhana persoalannya. Posisi Anda sebagai nasabah kuat sedangkan posisi Bank/Fintech sangat lemah. Mereka tidak bisa menyita jaminan karena memang tak ada yg di jaminkan, mereka pun tak bisa menuntut Anda.
PS @PartaiSocmed
Namun justru karena posisi mereka yg lemah secara hukum itulah maka mereka menempuh cara2 di luar hukum agar nasabah mau membayar utangnya. Salah satu senjata andalan mereka adalah teror psikologis
PS @PartaiSocmed
Teror psikologis dilakukan dgn seribu satu cara. Intinya tujuannya adalah membuat Anda sebagai debitor menjadi risih bahkan malu, sehingga tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan mereka
PS @PartaiSocmed
Biasanya teror dilakukan melalui telpon. Tapi selama yg ditelpon adalah Anda sendiri sebagai debitur tidak perlu terlalu dipermasalahkan. Mereka mau teriak2 sampai mengancam lewat telpon sekalipun biarkan saja.
PS @PartaiSocmed
Tanggapi saja secara santai. Mereka tak akan berani menjalankan ancamannya. Justru jika Anda merasa takut maka tujuan mereka berhasil. Tapi ingatlah, sesungguhnya mereka lebih takut dibanding Anda. Buktinya mereka cuma berani ngancam lewat nomor telp yg tidak bisa dihubungi
PS @PartaiSocmed
Yang jadi masalah adalah ketika para debt collector itu kebablasan dalam menjalankan misinya meneror nasabah. Yg sering terjadi adalah mempermalukan nasabah di sosial media atau melalui no telp emergency yg dimintakan saat mengisi aplikasi
PS @PartaiSocmed
Dan dalam kasus Fintech proses meneror nasabah sering dilakukan adalah dgn meneror nomor2 kontak di HP anda karena dalam proses instalasi aplikasi mereka Anda telah memberikan akses ke kontak hp Anda pada mereka
PS @PartaiSocmed
Siapapun akan risih, malu dan kehilangan harga diri jika dipermalukan dihadapan saudara/teman/koleganya. Lalu bagaimana mengatasi ulah debt collector yg kebablasan ini?
PS @PartaiSocmed
Rumusnya sederhana: "Pelanggaran hukum yg mereka lakukan adalah peluang Anda!"
PS @PartaiSocmed
Menagih lewat telpon kepada nasabah langsung bukan pelanggaran hukum, tapi menelpon pihak lain terkait utang piutang Anda adalah pelanggaran hukum. Apalagi sampai mempermalukan di sosial media, bisa kena UU ITE.
PS @PartaiSocmed
Hal yg pertama harus dilakukan nasabah yg diteror melalui teman2/saudaranya adalah mengumpulkan bukti. Capture pengaduan teman/saudara Anda yg mereka telpon gara2 utang Anda.
PS @PartaiSocmed
Lalu laporkan lembaga yg bersangkutan ke OJK disertai bukti2 terornya. Selain ke OJK Anda juga perlu melaporkan ke kepolisian.
Load Remaining (9)
Login and hide ads.