3
Irene @IreneViena
Mulai banyak orang yg paham situasi kondisi politik Indonesia hari ini ... gardaindonews.com/lsi-denny-ja-p…
URL www.GardaIndoNews.Com 17 LSI Denny JA Perkirakan Jokowi akan Ditinggalkan Partai Koalisinya GardaIndoNews - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Aji Al Farabi, memperkirakan masih ada kemungkinan parpol yang keluar dari koalisi pendukung calon presiden
Irene @IreneViena
Jaringan ini sangat berperan membentuk opini sesat dan mengarahkan opini internasional untuk mendukung Jokowi pada 2010-2014 lau lalu terutama melalui tulisan2 para akademisi univ2 di Australia dan Hongkong yg merupakan bagian dari Santamaria network presidenpribumi.wordpress.com/2018/07/01/jar…
URL presidenpribumi 41 Jaringan Santamaria Dalam Jagat Politik Indonesia Hanya beberapa jam setelah tentara Indonesia bergerak dalam invasi ke Timor Leste, 6 Desember 1975, Harry Tjan, salah seorang yang sangat tahu akan invasi ini makan malam di sebuah restoran di Hong…
Irene @IreneViena
Contoh "Jokowi is seen as a symbol of a better Indonesia, offering a better way of doing politics. He’s the white knight on the horizon" @MarcusMietzner (Jokowi simbol Indonesia yg lebih baik, menawarkan cara yg lebih baik dlm berpolitik. Dia ksatria putih di cakrawala)
Irene @IreneViena
Tulisan2 gombal hoax seperti yg dibuat professor Marcus Mietzner membanjiri media internasional terutama di Australia, Hongkong, Spore, Eropa dan AS Jaringan Santamaria erat sekali hubungannya dengan CSIS dan Kasebul (kelompok katolik ultrakanan di Indonesia) Dunia tertipu
Irene @IreneViena
1971-1988 CSIS - Ali Murtopo - Benny Murdani dibantu Jaringan Santamaria sukses menyingkirkan Islam dlm seluruh aspek kehidupan bangsa. Mereka menunggangi Rezim Suharto Strategi Pater Beek Cs Menyingkirkan Islam sejak awal ORBA Hingga Kini chirpstory.com/li/396752 l
Story "Strategi Pater Beek Cs Menyingkirkan Islam Pasca Penumpasan PKI Hingga Kini" by @Albert.. Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 3668 pv 40
Irene @IreneViena
Kehidupan bangsa dan negara selama era Jokowi, kembali ke situasi kondisi 1971-88 era Orba dg CSIS sbg think thank Suharto Sbb itu, kami langsung tahu ada CSIS-Kasebul dan jenderal merah plus kelompok radikal Evengelis di balik Jokowi yg jadi biang kerok carut marut bangsa ini
Irene @IreneViena
Berbeda sedikit dibanding selama era Jokowi, pada era 1971-88 China dan AS tak terlibat secara langsung. Penyingkiran Islam pada era itu dominan dilakukan oleh Rezim Orba/CSIS/elit Tionghoa/ katolik radikal tanpa partisipasi komunitas Tionghoa dan sempalan NU
Irene @IreneViena
Setelah PKI dan pengikutnya ditumpas secara brutal, rezim ORBA /CSIS mengarahkan sasaran penindasan kepada umat Islam. Penindasan yg dilakukan secara halus, bertahap namun terus menerus dlm jangka panjang untuk memastikan Islam Indonesia menjadi mayoritas marginal. Tak punya apa2
Irene @IreneViena
Strategis rezim ORBA/CSIS selama 16 tahun berhasil menutup akses umat Islam utk dpt berkembang di semua bidang kehidupan bangsa Umat Islam dibonsai, dikerdilkan di pemerintahan/birokrasi/negara, politik, ekonomi, industri, sosial budaya, hankam, dst Hanya jadi objek penderita
Irene @IreneViena
Kondisi Islam sbg mayoritas yg marginal/terpinggirkan sejak era kolonial ternyata terus berlanjut hingga masa setelah kemerdekaan sampai 1988 Siapa penikmat kemerdekaan? Elit TNI AD, Katolik, Tionghoa, Kejawen & kelompok minoritas lain Inilah hasil dari doktrin Lesser Evil
Irene @IreneViena
Untuk menutupi fakta bhw Islam adalah korban penyingkiran rezim Orba dan Tionghoa adalah penikmat kemerdekaan, strategi playing victim diterapkan Opini dibentuk seolah2 Tionghoa korban diskriminasi rezim Orba "Fakta CSIS Sebagai Biang Kerok Masalah chirpstory.com/li/395565 l
Story "Sejarah Politik Indonesia Dari Zaman VOC, Masuknya WN China Hingga Peran CSIS" by @Albe.. Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 2768 pv 18
Irene @IreneViena
Rezim Orba melarang budaya China, kontrol ketat adm kependudukan bagi Tionghoa adalah untuk pencegahan kebangkitan PKI/komunis dimana komunitas Tionghoa 90% adalah pendukung PKI pada masa ORLA Tetapi segala bentuk konsesi ekonomi diberikan seluas2nya sebesar2nya kpd tionghoa
Irene @IreneViena
Klaim bahwa komunitas Tionghoa sbg korban diskriminasi pada era ORBA padahal sbg pihak penikmat terbesar hasil kemerdekaan dan pembangunan Indonesia, sampai sekarang masih terus digaungkan. Banyak ditemukan di tulisan ilmiah, artikel, pemberitaan media dst di dlm dan Luar Negeri
Irene @IreneViena
Penerapan doktrin Lesser Evil ala Pater Beek (Pastur Katolik Ordo Jesuit) oleh Rezim Orde Baru menciptakan Islam marginal Politik, pemerintahan, negara, birokrasi, BUMN: Hegemoni elit TNI, non muslim, non tionghoa Ekonomi, keuangan, industri, perdagangan dsj:Hegemoni Tionghoa
Irene @IreneViena
Kesenjangan luar biasa antara komunitas Islam dg non Islam itu akhirnya menyentuh nurani Suharto. Sbg Pemimpin yg selalu blusukan ke seluruh Indonesia, Suharto tdk dpt menutup mata atas kemiskinan & ketertinggalan umat Islam RI Suharto melakukan koreksi pada kebijakan pemerintah
Irene @IreneViena
Pada 1986 utk pertama kalinya APBN disusun dgn memasukan Rasio Gini (kesenjangan), luar Jawa dan luas daerah sbg variabel utk menentukan program pembangunan dan jumlah DIP (daftar isian proyek) UKMK dan usaha pribumi mulai didukung pemerintah dgn pola BUMN sbg Bapak Angkat UKMK
Irene @IreneViena
Suharto menemukan faktor modal menjadi hambatan utama pengembangan UKMK (usaha kecil, mikro, koperasi). Akses utk mendapat kredit perbankan tertutup, bantuan modal dari BUMN tdk signifikan mendorong percepatan pertumbuhan UKMK Suharto menoleh ke konglomerasi tionghoa: DITOLAK !
Irene @IreneViena
Paguyuban Konglomerat Tionghoa (Prasetya Mulya) melalui juru bicaranya Sofyan Wanandi (CSIS) MENOLAK tegas permohonan Suharto agar konglomerasi Tionghoa sisihkan 1%-2.5% dari laba bersih perusahaan mrka utk dikumpulkan dan dikelola sbg sumber bantuan permodalan UKMK pribumi
Irene @IreneViena
Tak lama setelah penolakan ratusan konglomerat Tionghoa atas permohonan Suharto, koran2 nasional serentak memuat berbagai tulisan dan berita yg pada intinya berisikan 1001 alasan/dalih penolakan elit Tionghoa menyisihkan 1-2.5% utk bantu UMKM
Irene @IreneViena
1001 alasan dikemukan sebagai dasar penolakan. Semua bohong dan dusta. Kebenarannya adalah bahwa berdasarkan doktrin Lesser Evil: Tidak boleh dibiarkan peluang bagi ekonomi Islam-pribumi utk maju dan besar, apalagi menjadi konglomerasi 1 konglomerat pribumi = ancaman besar
Load Remaining (27)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.