1
Login and hide ads.
lisa @duwiry 10/07/2018 20:10:54 WIB
Buset. Pesawat carter rombongan brimob SumSel selesai tugas dr Jayapura tujuan Palembang, menyelundupkan puluhan burung hidup yg status dilindungi. Kelakuannya wow ya. Pantas lah kalau ada kata2, hanya kekayaan Papua yg menarik, ya tambang ya alam. Sisanya wasallam. pic.twitter.com/e0FPeUPOUI
 Expand pic
Timur Matahari @jayapuraupdate 10/07/2018 21:19:32 WIB
@duwiry @VeronicaKoman Sttt.. coba liat rumah dinas/pribadi pejabat tni/polri yg pernah menjabat di papua.. Sa sering liat ada burung merak.. nuri.. di kpad jatiwarna. Darimana coba? Hongkong..? πŸ˜‚πŸ˜‚
lisa @duwiry 10/07/2018 21:26:40 WIB
@jayapuraupdate setelah baca bae2. merak kan gede yaaa 😳😳 rumahnya segede apaan bs melihara merak
lisa @duwiry 10/07/2018 21:29:39 WIB
@jayapuraupdate Iyaa ini rumah jendral2 polisi semua πŸ™ˆ
dinnah @dinnah_ 10/07/2018 21:30:07 WIB
@jayapuraupdate @duwiry @VeronicaKoman ada info sebuah pulau yg dulunya virgin lalu dikuasai aparat 'tertentu' dan sekarang ekosistem rusak karena hewan diselundup, tanaman rusak.
Timur Matahari @jayapuraupdate 10/07/2018 21:44:04 WIB
@duwiry Itu yg keluar papua.. kalo yg masuk.. ?? Kam su dengar kasus miras ilegal yg diselundupkan lewat pesawat toh? Yg jelas bukan pesawat maf ato ama πŸ˜‚
lisa @duwiry 10/07/2018 22:12:24 WIB
@jayapuraupdate trus apa gunanya perda miras πŸ€¦πŸ»β€β™€οΈ
mawar @cullenfebr 11/07/2018 07:33:50 WIB
@jayapuraupdate @duwiry Perda cuma untuk memberi dan menolak ijin, ya jelas yg mampu bayar ijin berarti legal πŸ˜†
febriii @Pebpobs 10/07/2018 21:56:34 WIB
@duwiry Kalo boleh tau ini koran apa yah? Boleh liat full beritanya ga mbak? Hehe
lisa @duwiry 10/07/2018 22:02:45 WIB
@Pebpobs CePos. Googling aj udah ada kok berita onlinenya jg. Lengkap.
lisa @duwiry 10/07/2018 22:05:06 WIB
Yg pgn baca berita lengkapnya, dan gak diproses ya itu, banyakan ina inu nya πŸ˜‘πŸ˜‘ ceposonline.com/2018/07/10/pet… googling aj dg judul berita yg sama dr 3 hari lalu

Sebuah pesawat carter flight Lion Air JT – 3795 dengan rute penerbangan Jayapura-Palembang yang rencananya akan terbang pada Sabtu (7/7) kemarin terpaksa digeledah lantaran bermasalah. Bukan persoalan teknis melainkan dari perut pesawat ini ditemukan puluhan burung endemik yang dilindungi. Pesawat ini sendiri merupakan pesawat carter yang akan mengangkut rombongan BKO Brimob dari Sumatera Selatan yang baru selesai melaksanakan tugas BKO di wilayah hukum Polda Papua.

Dari kabin pesawat, petugas gabungan dari BKI TNI, Polri dan Avsec (Aviation Security) menemukan 17 ekor burung Kakatua Jambul Kuning dan 30 ekor burung nuri. Puluhan satwa dilindungi undang – undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya ini akan diterbangkan tanpa dilengkapi dokumen dari Karantina Hewan dan Kehutanan. Informasi yang beredar disebutkan bahwa sebelumnya petugas perwakilan Posko Asvec telah memperingatkan kepada rombongan BKO Brimob ini untuk melengkapi dokumen penerbangan yang berkaitan dengan satwa yang dibawa.

Namun anjuran ini tak diindahkan dan tetap memaksa membawa masuk satwa dilinduni tersebut ke dalam cabin. Sikap tak mengindahkan aturan ini langsung dilaporkan ke capten pilot dan gound handling untuk dilakukan sweeping. Alhasil anggota BKO Avsec yang terdiri dari TNI AU, Polri dan KSDA mendapati sebanyak 47 ekor satwa dilindungi jenis burung Kakatua Jambul Kuning dan Burung Nuri. Burung-burung ini langsung disita dan diamankan dan dibuatkan berita acara penyitaan.

Hanya sayangnya, informasi terakhir yang diperoleh, meski barang bukti sudah diamankan namun para pemilik yang notabene anggota BKO Brimob ini tak satupun yang diamankan. Kepala Seksi Balai Gakkum LHK Wilayah III Jayapura, Frederik E Tumbel yang dikonfirmasi membenarkan soal diamankannya sejumlah satwa dilindungi ini. Ia menyampaikan bahwa diserahkan kepada pihaknya yaitu 15 Kakatua Jambul Kuning dalam keadaan hidup, lalu 28 nuri dalam keadaan hidup namun ada 1 ekor Nuri yang mati hingga total keseluruhan ada 44 ekor.

β€œKami masih melakukan pendalaman dan mengkoordinasikan dengan pihak Polda atau Korwas PPNS sebab yang melakukan penanganan di lapangan bukan BBKSDA melainkan Balai Gakkum dan Seksi Jayapura,” kata Tumbel dalam pesan Whatsapp nya, Senin (9/7) kemarin. Dikatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dengan penyelidikannya, belum ke proses sidik mengingat masih harus berkoordinasi dengan Polda Papua.

β€œIni karena waktu penyerahan barang bukti ternyata tidak disertai dengan pemilik sedangkan ini pesawat carteran dengan personil penugasan sekitar 1 kompi atau diperkirakan berjumlah 150 orang,” imbuhnya. Terkait ini salah satu penggiat lingkungan, Rachmad Saleh mengungkapkan bahwa jika betul dibawa oleh petugas keamanan maka hal tersebut menjadi satu hal yang memalukan. Ini menunjukkan bahwa korps kepolisian juga tak memahami seluruh aturan yang berlaku terlebih yang berkaitan dengan aturan konservasi.

β€œYang jelas mereka ini adalah aparat penegak hukum yang seharusnya lebih memahami dan melakukan penegakan hukum. Tapi kenyataannya ya seperti yang ada sekarang, mereka sendiri yang melanggar,” kata Rachmad.

Pria yang lama mengikuti berbagai organisasi lingkungan ini menyindir soal kelakuan datang lalu bertugas di Papua dan pulang dengan satwa dilindungi menjadi hal yang biasa bahkan telah menjadi rahasia umum. β€œOknum-oknum inilah yang justru berada dalam urutan pertama daftar pelaku perburuan dan perdagangan satwa di Papua. BBKSDA atau Gakkum harus tegas dan tidak boleh mundur dalam penegakan hukum karena ini bisa menjadi contoh bahwa oknum aparat sekalipun bisa dijerat hukum,” bebernya.

β€œNamun jika ini tak berakhir dengan proses hukum dimana ada pelaku dan barang buktinya maka ini akan menambah catatan buruk proses penyidikan terkait UU nomor 5 tahun 1990 yang tak pernah ditegakkan. Ini menjadi preseden buruk bagi perlindungan satwa di Papua,” tegasnya. (ade)

Dapur @antilalat 11/07/2018 02:00:35 WIB
@duwiry @VeronicaKoman Mari dibaca dgn teliti...Yg mencegah justru petugas gabungan BKI , TNI/Polri dan Avsec. Ini tandanya pimpinan TNI/Polri di Papua sudah sangat tegas dlm menegakan aturan. Kam jang baca judul sa ade...
mawar @cullenfebr 11/07/2018 07:28:51 WIB
@duwiry @Hijaukudotcom Hanya ada 2 kemungkinan. 1. Mereka ini tidak mengerti satwa(burung2) ini dilindungi. 2. Mereka tahu dan mengerti, tp mereka tidak patuh hukum. Mirisnya, mereka2 ini para penegak hukum.
lisa @duwiry 11/07/2018 07:46:25 WIB
@BagusCHermawan Gak ditangkep, barang bukti aj disita πŸ˜‘πŸ˜‘
Load Remaining (12)

Bookmarked tags

No tags
Login and hide ads.