1
Irene @IreneViena
Teman tuips ada kenal sama mereka di foto ini? Siapa saja mereka? . pic.twitter.com/BG6l5pUpCn
Expand pic
Irene @IreneViena
Ulama dikriminalisasi petinggi diam Al Quran dinista Ahok pejabat diam Perrpu langgar konstitusi, diam Rupiah hancur, elit negeri diam Negara rusak, pemimpin diam Fitnah SARA, provokasi bejat dari Kornelis, semua diam Kalian petinggi negeri sebenarnya siapa? ALIEN??? . pic.twitter.com/PDrHa5T2vP
Expand pic
Irene @IreneViena
KPU Jawa Barat baru saja menetapkan RINDU sebagai pemenang Pilkada Jawa Barat 2018 Suara sah 21.979.995 DPT 31.735.133 Partisipasi pemilih 70% KPU Tetapkan Pemenang Pilgub Jabar 2018 Paslon Rindu sumo.ly/Wud5 lewat @idntimes
Irene @IreneViena
Pilkada serentak 2018 menurut kami dimenangkan oleh: 1. Pemilih tak terdaftar di DPT tapi punya hak memilih karena punya EKTP atau SUKET 2. Petugas KPU khususnya di Tingkat Kecamatan 3. Semua oknum non KPU non Pemilih yang memungkinkan terjadi pencurangan Pilkada
Irene @IreneViena
Pemilu Indonesia TIDAK AKAN pernah jujur jika masalah EKTP tidak dituntaskan. Tidak akan pernah jujur jika DPT masih carut marut. Pemilu hanya melegitimasi penjahat jadi pejabat.
Irene @IreneViena
Dari pelaksanaan Pilkada Jawa Barat, kita dapat menarik kesimpulan: Partisipasi pemilih 70%, di mana hampir 10 juta pemilih tidak menggunakan hak pilih. Benarkah begitu? Tidak benar. Yang benar adalah DPT lebih besar dari jumlah pemilih yang seharusnya
Irene @IreneViena
Kekacauan DPT pertama terjadi pada pemilu 2004 di mana rasio jumlah pemilih terdaftar dibanding jumlah penduduk = 67% Atau 10% lebih besar dari rasio tertinggi selama 7 kali pemilu sebelumnya yaitu 53-57% Biang kerok pertama dalam pencurangan pemilu
Irene @IreneViena
Pada 2009 KPU dan pemerintah SBY tidak memperbaiki DPT agar lebih akurat melainkan makin menggelembungkan jumlah pemilih dibanding jumlah penduduk hingga mencapai 76% ! Edan ! Gila ! Artainya lebih 30 juta pemilih di DPT adalah fiktif
Irene @IreneViena
Pada 2014 DPT tetap dipenuhi pemilih siluman di mana rasio DPT = 74%. Artinya 26-30 juta adalah pemilih siluman. Lebih setahun kami terus menerus mempersoalkan penggelembungan DPT. Pada Pilkada 2018 ada perubahan. DPT 2018 di banyak Propinsi ditetapkan lebih rendah dari 2014
Irene @IreneViena
Namun karena jumlah pemilih fiktif di DPT 2014 sangat besar. Puluhan juta. Pengurangan jutaan pemilih pada DPT 2018 tidak berarti banyak untuk mewujudkan pemilu yg jujur Ditambah lagi 73 juta blanko ektp yang hilang 2012 sampai skrg tdk ditemukan Hebat WNChina bisa punya EKTP
Irene @IreneViena
Masalah Pemilu 1. Puluhan juta pemilih fiktif masuk DPT 2. Pemilih tak terdaftar di DPT boleh memilih dgn EKTP dan Suket 3. Penyelenggara pemilu partisan, memihak, curang 4. Pengawasan aparat lemah / memihak 5. Pengawasan rakyat lemah 6. Kontrol Media/pers tidak jalan (memihak)
Irene @IreneViena
Contoh dalam Pilkada Jawa Barat 10 juta pemilih dalam DPT TIDAK menggunakan hak pilih Sementara ada puluhan ribu pemilih di setiap kabupaten kota yg memilih dgn hanya membawa EKTP dan SUKET Ini kontradiksi. Anomali. Ga masuk akal Gilak !
Irene @IreneViena
Jika sistem yang salah ini dipertahankan mending tdk usah bikin pemilu. Setidaknya, kita harus terapkan aturan hak memilih hanya dimiliki oleh pemilih yg tercantum dalam DPT. 73 juta blanko ektp dikuasai bajingan Belum lagi lebih 100 juta nomor KK dan NIK dikuasai TELCO
Irene @IreneViena
Contoh Pemilih di Bekasi Dari sekitar 1 juta suara sah 92 RIBU pemilih pakai SUKET 68 RIBU pakai ektp Mereka tdk terdaftar di DPT yg sebesar 1.6 juta pemilih Artinya 15% lebih suara sah adalah dari pemilih 1/2 legal Pemilih yg diragukan legalitasnya selaku pemilih Bekasi
Irene @IreneViena
Indikasi pencurangan masif di Pilkada Jawa Barat sangat banyak Kalau kekacauan ini tidak jadi pelajaran dan dasar pembenahan, pemilu bukan wujud kedaulatan rakyat tapi kesempatan penjahat menjadi pejabat 10 kali pemilu tidak membuat bangsa ini menjadi lebih cerdas dan beradab
Irene @IreneViena
Cermati partisipasi pemilih pilkada jawa barat rata 70% Di kabupaten kota yg dimenangkan RINDU partisipasi pemilih rata2 hampir 80%. Bahkan ada satu kabupaten 100% Sebaliknya di kabupaten kota dimenangkan ASYIK, partisipasi pemilih hanya 61-72% Kesimpulan: banyak kecurangan
Irene @IreneViena
Statistik tak berbohong Ketika rasio DPT sekitar 53-57%, pemilih menggunakan hak pilih selalu di atas 85% bahkan pernah mencapai 94% ketika pemilu pertama era reformasi 1999 Sekarang, dengan mark up DPT 30 juta lebih, makin tinggi persentase partisipasi pemilih, makin bahaya !
Irene @IreneViena
Nama adik saya tercantum 4 kali sebagai pemilih di DPT. Kok bisa? BPS sejak 2004 tidak mengeluarkan data akurat penduduk 17 tahun ke atas atau sdh menikah. Sengaja disamarkan dgn range 15-17 tahun Pasti ada intervensi penguasa ke BPS utk menutupi jumlah pemilih sebenarnya
Irene @IreneViena
Pemilu TIDAK jujur selama prasyarat mutlak tidak dipenuhi 1. Jumlah penduduk yg akurat 2. Jumlah DPT akurat 3. Pemilih non DPT tidak boleh memilih dgn alasan apapun 4. Kejahatan EKTP di era SBY harus dituntaskan 5. Sanksi berat penjahat pemilu 6. KPU dan aparat yg tdk memihak
Irene @IreneViena
Perhatikan pilkada Jakarta 2017 lalu Kalau TNI tdk pagar betis, ahok pasti menang Kenapa TNI pagar betis semua TPS ? Karena perintah SBY bukan presiden Jokowi Kalau presiden Jokowi, maunya ahok yg menang dgn segala cara
Irene @IreneViena
Pilkada 2018 jadi pelajaran Kecurangan harus dicegah. Gugatan pasca pemilu itu hanya menimbulkan masalah baru karena kita tahu kualitas MK. Sama saja dgn aparat hukum lain. Jauh dari harapan. Tdk pernah benar dan adil
Irene @IreneViena
Sekali lagi Pemenang Pilkada khususnya di Jawa Barat bukan rakyat pemilih tetapi Pak Lurah penerbit SUKET Penjahat penerbit EKTP pemilih ilegal non DPT Estimasi Jumlah SUKET & EKTP ilegal yg digunakan pemilih aspal di Jawa barat 1. 2 juta pemilih Plus oknum KPU bejat
Irene @IreneViena
Penutup Coba anda perhatikan rekap suara Kabupaten Pengandaran ini. Pemilih di tiap2 kecamatan lebih besar dari DPT Tapi DPT kabupaten lebih kecil dari suara sah Mungkin KPU pikir semua rakyat dungu mudah ditipu . pic.twitter.com/ryFHAPYpMT
Expand pic
Irene @IreneViena
Penutup Coba anda perhatikan rekap suara Kabupaten Pengandaran ini. Pemilih di tiap2 kecamatan lebih besar dari DPT Tapi DPT kabupaten lebih kecil dari suara sah Mungkin KPU pikir semua rakyat dungu mudah ditipu . pic.twitter.com/yJZZ3GRos1
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Irene @IreneViena
Jkwi = SBY Jkwi jadi gubernur & presiden krna SBY Mobilisasi cukong dukung jokowi ya SBY dkk Di balik SBY - Jokowi >> cukong Cukong anti Prabowo SBY sampai harus tipu rakyat, khianati besan & prabowo, curangi pilpres utk menangkan Jokowi Masuk akalkah Prabowo AHY? Dungu !

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.