2
Darman Fauzi @darmanfauziii05
1. Menarik lagi iseng membuat kultwiit lagi mengenai TGB yg saya sadur dari artikel menarik rilisan @PolitikToday politiktoday.com/tgb-dukung-jok…
Darman Fauzi @darmanfauziii05
2. Kalau ada yang bilang politik itu penuh tipu daya, maka pernyataan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) mungkin bisa jadi contoh.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
3. Betapa tidak, TGB mendadak menyanjung Presiden Jokowi. Bahkan dia menyebut Jokowi layak untuk dipilih kembali pada Pilpres 2019. Manuver TGB ini pastilah membikin kalangan oposisi kecewa. “Sakitnya tuh di sini!” kalau meminjam judul lagu Cita Citata.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
4. TGB selama ini terbilang dekat dengan kalangan oposisi. TGB diketahui ikut aksi 411, dan juga mendukung aksi 212. Manuver ini membuat masyarakat menempatkan TGB masuk kelompok oposisi.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
5. Bisa dilihat dari berbagai status dan komentar masyarakat di sejumlah medsos yang menganggap TGB adalah bagian dari tokoh yang tak ingin pemerintahan Jokowi sampai dua periode.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
6. Tak heran bila TGB disambut gegap-gempita di basis alumnus 411 dan 212. Mayoritas roadshow TGB keliling Indoensia tak lepas dari dukungan kalangan ini.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
7. Meski popularitas dan elektabilitas TGB belum moncer, TGB sudah digadang-gadang jadi sosok representasi umat Islam untuk “menumbangkan” Jokowi pada Pilpres 2019.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
8. Bahkan ulama sekaliber Uztaz Abdul Somad bertegas-tegas menaruh harapan terhadap TGB. Puncaknya, TGB didaulat sebagai capres versi Presidium Alumni 212.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
9. Lantas, kok bisa-bisanya TGB berbalik arah? pic.twitter.com/GHmkdk2EXY
Expand pic
Darman Fauzi @darmanfauziii05
10. Ada suara-suara yang menyalahkan publik. Bahwa TGB yang antiJokowi semata-mata hanya persepsi masyarakat. Toh TGB belum pernah menyebut pemerintahan Jokowi cukup disini, bahwa 2019 mesti ganti presiden.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
11. Argumen ini justru menunjukkan betapa “licik” seorang TGB. Jika sedari awal dia mendukung Jokowi, mengapa dia biarkan salah persepsi itu kian berlarut-larut.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
12. Apa kedekatan TGB dengan massa anti-Jokowi cuma buat mendongkak popularitas dan elektabilitas? Targetnya, kelak TGB dipinang jadi cawapres-nya Jokowi? Atau minimal jadi menteri Jokowi dalam kabinet mendatang?
Darman Fauzi @darmanfauziii05
13. Jika skenario ini yang dipakai, TGB nyata-nyata telah melakukan kebohongan publik. Dia seorang politikus oportunis. Dan tragisnya, skenario dua kaki ini dimainkan di atas kepercayaan orang banyak, kepercayaan para pendukungnya yang anti Jokowi itu.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
14. Jika TGB jantan, jauh-jauh hari semestinya dia bertegas-tegas. Dalam roadshownya, TGB akan menyebut bahwa dia bukan kalangan yang ingin 2019 mesti ganti presiden. Dengan ketegasan ini, publik tak akan merasa dibohongi.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
15. Dengan kejujuran ini, Rakornas Persaudaraan Alumni 212 tak akan kecolongan. Nyatanya, TGB malah membiarkan dan terkesan cukup “menikmati” gegap gempita massa antiJokowi mengelu-elukan dirinya.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
16. Tetapi ada pula analisis kedua. Jangan-jangan, TGB ini adalah “agen” Jokowi. Sejak jauh-jauh hari TGB sudah bersepakat dengan Jokowi. Pembiaran TGB adalah satu upaya untuk memecah belah massa antiJokowi.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
17. Saat alumni 411 atau 212 sudah kepincut TGB, maka dia akan beralih. Dengan cara ini, alumni 411 atau 212 yang sudah jadi pendukung diehard TGB diharapkan akan kebingungan. Bahkan syukur-syukur kelak bisa digiring untuk mendukung Jokowi.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
19. Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin sudah dimintai keterangan oleh KPK. Dan konon, tinggal selangkah lagi dugaan korupsi ini akan menyeret TGB. Tak heran bila semerbak keyakinan bahwa dukungan TGB kepada Jokowi tak lebih dari manuver cari selamat.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
18. Terakhir, adalah skenario ketiga. TGB sudah terjerat skenario licik penguasa. Kita bisa mengeja sebab dukungan TGB ini bersamaan dengan penyelidikan KPK terhadap dugaan penyimpangan divestasi saham perusahaan pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
20. Terlebih, dugaan penggunaan aparat hukum untuk melanggengkan kekuasaan sudah menjadi isu keras di era Jokowi ini. SBY pernah mengingatkan perihal netralitas polisi, BIN dan TNI dalam politik praktis.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
21. Kita tentu masih ingat dugaan kasus Lukas Enembe, kader Partai Demokrat, yang dipaksa memenangkan Jokowi dan PDIP di Papua.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
22. Atau kisah Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo yang mendadak mendukung Jokowi, pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan SMS ancaman ke jaksa Yulianto.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
23. Atau penyataan Ridwan Kamil yang memilih diusung Nasdem di Pilgub Jabar sebab NasDem punya media dan Kejaksaan?
Darman Fauzi @darmanfauziii05
24. Bagaimana dengan KPK? Dua Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan Amien Rais bahkan menilai KPK menerapkan standar ganda terhadap kasus-kasus korupsi.
Darman Fauzi @darmanfauziii05
25. Betapapun KPK memang sulit lepas dari kepentingan politik, apalagi proses pemilihan semua pimpinannya harus melalui lembaga politik seperti DPR.
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.