0
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
1. Sebagai seorang tokoh bangsa yang berlatarbelakang TNI, SBY adalah sosok yang efektif, efisien, tertib dan teliti. pic.twitter.com/yuEl6FoYxJ
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
2. Makanya, SBY tak pernah salah dalam membubuhkan tandatangan pada peraturan perundang-undangan. Setiap berkas yang disodorkan di mejanya selalu dibaca, dan ditelisik mendalam sebelum ditandatangani. pic.twitter.com/5tS2M6Vgrz
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
3. Demikian pula kebiasaan SBY dalam meresmikan proyek. Tak pernah serampangan, atau terkesan cari sensasi media massa. pic.twitter.com/V5SXtpkuOy
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
4. Pada umumnya SBY hanya meresmikan proyek-proyek yang sudah selesai. Tak jarang peresmian itu pun dilakukan pada banyak proyek sekaligus.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
5. Tujuannya jelas, untuk efisiensi anggaran. Jika serimonial peresmian proyek dilakukan sekaligus, tentu semakin banyak anggaran yang bisa dialihkan untuk pembiayaan pembangunan lainnya.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
6. Bahkan terkadang, proyek-proyek pemerintahan pusat tak harus SBY yang meresmikan, tetapi didelegasikan kepada pejabat kementerian atau pimpinan lembaga terkait.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
7. Mengapa begitu? Karena tugas presiden itu bukan pimpinan proyek apalagi mandor proyek. Tugas presiden bukan bagi tukang pukul gong atau gunting pita acara serimonial.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
8. Coba saja bayangkan. Berdasarkan MP3EI, selama 2011-2014, ada 545 proyek pembangunan. Ini belum termasuk proyek-proyek pembangunan yang digagas oleh Kementerian dan Lembaga Negara lainnya.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
9. Kalau semua proyek itu diresmikan satu per satu oleh SBY, mulai dari groundbreaking sampai operasional, bisa dibayangkan betapa sibuknya SBY. Bisa-bisa setiap hari pekerjaan SBY hanya pukul gong dan gunting pita saja. pic.twitter.com/Af7iUmyC0h
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
10. Padahal, pekerjaan presiden itu banyak sekali. Urusan Presiden RI adalah urusan mengelola pemerintahan.
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
11. Belum lagi tugas-tugas presiden sebagai kepala negara, termasuk dalam membawa martabat bangsa Indonesia di luar negeri. Betapa banyak waktu yang tersia-siakan. pic.twitter.com/b4mHZVC0Jz
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
12. Ini menunjukan SBY nyata-nyata seorang pemimpin yang efektif dan efisien. Saking apiknya manajemen waktu seorang SBY, sehingga publik kerap membaca kebiasaan SBY untuk mengonsep rencana pidatonya sendiri. pic.twitter.com/AkLJV8L0If
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
13. Hari ini saya lihat kebiasaan yang efektif dan efisien ini tergerus. Jokowi terkesan caper, mengejar publikasi media. pic.twitter.com/Bnpf5DbbHN
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
14. Awal proyek diresmikan, akhir proyek diresmikan lagi. Terkesan semua proyek mesti diresmikan satu persatu oleh seorang presiden. Akibatnya, waktu presiden yang berharga itu banyak tersia-siakan untuk sekedar gunting pita atau pukul gong. pic.twitter.com/xev81rNpsQ
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
15. Tidak percaya! Hanya pada era Presiden Jokowi-lah kita menemukan ungkapan: "saya tidak membaca apa yang saya tandatangi!" pic.twitter.com/QmjXlEHm1d
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
16. Semua ini jelas terjadi karena Jokowi kehabisan waktu untuk menelaah berkas-berkas kenegaraan yang sampai di mejanya. pic.twitter.com/MVrrRN4ygJ
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
17. Pidato Jokowi yang kerap jadi cemooh di dunia internasional tersebut mengkonfirmasi bahwa Jokowi tidak mengechek ulang naskah pidato yang telah dikonsep bawahannya. pic.twitter.com/NvmWW3nJFv
Expand pic
Hendi Kusuma @hendikusumaaa
18. Saya pikir, ini mesti menjadi pelajaran buat rezim hari ini. Presiden dan jajarannya mesti mulai menyusun mana yang jadi prioritas, bukan sekadar mengejar kilatan blitz pewarta atau festival foto bersama untuk mengisi konten media sosial. pic.twitter.com/w4v7MJfifZ
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.