1
Eliya @eliya_mkom
Selain pertarungan opini di alam maya (sosmed), para kandidat dan partai yang berkontestasi harus benar benar mendatangi pemilih secara fisik, melakukan kontak mensosialisasikan diri melakukan grass root campaign. Kawal suara saat hari pencoblosan perhitungan juga wajib dikawal
Eliya @eliya_mkom
Walau terlihat kedodoran di perang opini dunia maya, kelompok partai penguasa masih berjaya di pilkada Serentak 2018, terutama di jawa barat dan jawa tengah. Bagaimana didaerah lainnya menurutmu tuips ?
Eliya @eliya_mkom
Berdasarkan diskusi dengan beberapa kawan pengamat sosmed, dunia maya saat ini didominasi oleh koalisi Gerindra dan PKS. Walaupun dominasi ini belum berhasil 100 % bukan berarti peran penting pejuang sosmed dapat ditiadakan, justru harus ditingkatkan dari waktu ke waktu.
Eliya @eliya_mkom
Salah satu indikator kuatnya pejuang sosmed koalisi Gerindra-PKS di dunia maya adalah disetiap polling Twitter selalu dimenangkan oleh kandidat yang didukung Koalisi ini. Termasuk menangnya Prabowo disetiap polling pilpres di @TwitterID
Eliya @eliya_mkom
Jika dilihat lebih dalam lagi, dibedah dan dipisahkan pejuang Sosmed pendukung koalisi Gerindra- PKS ini lebih didominasi oleh kader dan simpatisan PKS tetapi secara formal tidak menonjolkan identitas ke-PKS- annya. Walaupun begitu dapat terbaca.
Eliya @eliya_mkom
Hal ini tentu juga disadari dan dipahami oleh lawan politik koalisi Gerindra-PKS. jangan heran serangan terhadap PKS lebih hebat dibandingkan pada Gerindra, padahal tokoh yang dikedepankan adalah ketum Gerindra Prabowo. Apasih yang mereka takutkan ?
Eliya @eliya_mkom
Kader dan simpatisan PKS yang berjuang di sosmed nampak tetap solid dengan satu tujuan, mengganti rezim yang ada saat ini, dgn tagar #2019GantiPresiden Harmoni itu tak terganggu oleh persoalan @Fahrihamzah vs @msi_sohibuliman mungkin dianggap sebagai persoalan pribadi saja.
Eliya @eliya_mkom
Termasuk soal pelarangan kader bertemu bang @Fahrihamzah dan tad @anismatta dari riak riak kecil di sosmed diantara mereka, tak meruntuhkan kesolidan kader dan simpatisan PKS utk terus meng-ugah goyahkan kursi penguasa. Berbeda cara tapi tetap kompak semua.
Eliya @eliya_mkom
Lapangan sosmed tetap menjadi hal yang penting bagi kandidat dan partai politik dalam memenangkan kontestasi. Semua partai mempersiapkan diri, yang tak punya sosmed army jangan berharap punya eksistensi, apalagi menangkan kursi di pemilu serentak. Walaupun bukan segalanya.
Eliya @eliya_mkom
Utk menang dalam pertarungan opini didunia maya, tak cukup hanya memiliki banyak selebtwit, akun biasa, akun bodong, akun anonim, opinion leader masing masing punya fungsi dan kontribusinya masing masing. Tak bisa semua dilakukan satu akun, walaupun followernya jutaan.
Eliya @eliya_mkom
Semakin banyak akun, semakin banyak individu yang berkontribusi semakin baik. Tetap saja banyak kepala lebih hebat ketimbang satu admin pegang ribuan aku, sebar konten pakai tools robotik, apalagi autorespon follow, unfollow, RT, Like dan Reply serta report.
Eliya @eliya_mkom
Pemahaman soal algoritma @TwitterID tentu juga sangat penting, tau mana yang boleh dan mana yang tidak menjadi modal untuk mencari celah utk menyerang lawan, tapi tetap aman dari RAS (Report as Spam) atau report lainnya yang dilakukan lawan. Tetap tak boleh langgar hukum UU ITE.
Eliya @eliya_mkom
Dan yang terpenting tentu strategi konten dan komunikasi massa serta komunikasi Politik tokoh dan partai politik dalam merespon setiap masalah dan issue yang berkembang, dengan sudut pandang yang tepat akan menjadi wow seperti #2019GantiPresiden walaupun hasilnya unpredictable.
Eliya @eliya_mkom
Nampaknya akun @Chilli_Pari benar benar tak mau lepas dari persoalan politik. Jelas minatnya lebih kuat pada politik ketimbang masak memasak. pic.twitter.com/UEpaiZot1z
Expand pic
Eliya @eliya_mkom
Semua bisa saja dijelaskan dengan berbagai sudut pandang, persoalannya apakah yang disampaikan benar benar sebuah kebenaran atau hanya cuma usaha utk pembenaran, apalagi ada indikasi partisan 😁 twitter.com/kh_notodiputro…
Eliya @eliya_mkom
Mhmm Bukannya masih menang kelompok penguasa. Walaupun cuma kalau satu suara, tetap saja kalah. Selain perang di sosmed, grassroot campaign juga harus diperkuat dan awasi segala modus kecurangan . twitter.com/Gemacan70/stat…

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.