"Tanggapan Atas Artikel Dalam Situs Islam Nusantara Yang 'Promosi' Daftar Pesantren" by @JackVardan

0
// jax @JackVardan

Mari kita kupas! Membuat daftar pesantren secara brutal. Ini bentuk label yang dibuat para penumpang gelap yg dompleng nama besar NU Situs "Islam Nusantara" ini jelas berkonten provokatif memecah belah ahlulsunnah. Stigma menuding wahabi, takfiri, dan aroma syiah kental sekali pic.twitter.com/2IoT07vVUB

01/07/2018 06:37:22 WIB
Expand pic
// jax @JackVardan

Dalam potongan artikel ini, jelas bau framing busuk dan pecah belah umat. Kegagalan dalam mencerna perbedaan mahzab dalam ahlulsunnah. Gawatnya, dengan narasi liar "dipastikan" tanpa tabayyun seenaknya lakukan pembusuk sesama ahlulsunnah serta brutal lakukan stigma. pic.twitter.com/Us8DqDei7M

01/07/2018 06:40:43 WIB
Expand pic
// jax @JackVardan

Ujung-ujungnya promosi dengan menjatuhkan pondok pesantren lain. Dan lucunya, oknum penulis artikel ini tak sadar telah salah menafsirkan bahwa ahlulsunnah hanya Nahdatul Ulama saja, ini jelas kooptasi NU sebagai ormas besar pemersatu bangsa. pic.twitter.com/YsQuij7u3T

01/07/2018 06:46:35 WIB
Expand pic
// jax @JackVardan

Jelas ini kekeliruan. Oknum penumpang gelap dalam NU tersebut, punya tujuan dengam dompleng nama NU. 1. Adu domba NU dan ormas lainnya lalulakukan demonisasi unsur dakwah di luar NU. 2. Mengatasnamakan NU dengan promosi sekaligus jatuhkan pihak lain. 3. Monopoli Ahlulsunnah

01/07/2018 06:59:11 WIB
// jax @JackVardan

Kooptasi ahlulsunnah. Menuding pihak lain bukan aswaja, namun mereka yg kerap lakukan stigma "wahabi" biasanya alergi hal berbau sunnah. Bahkan istilah "aswaja" tidak sejalan dgnrealita. Bukankah biasanya yg memusuhi ketaatan pd sunnah dan sahabat nabi adl liberal dan rafidhah?

01/07/2018 07:03:36 WIB
// jax @JackVardan

Jadi sampai sini saja, ada generalisasi larangan "ziarah kubur", ziarah dalam ahlulsunnah tidak dilarang, yang dilarang itu "menyembah kubur, merayap ketika masuk area makam ulama, menaburi kubur dengan uang, meratapi menggebu-gebu seraya mengkultuskan".

01/07/2018 07:12:14 WIB
// jax @JackVardan

Bicara mengkafirkan, lihat dulu konteksnya apa Melaknat sahabat Nabi dan keluarganya, menyembah kubur dan mengkultuskan utusan / sahabat Nabi sebagai sesembahan, menganggap Quran tdk sempurna dan mengaku islam tapi pedomannya bkn Quran dan hadits. Tapi tidak mau disebut kafir?

01/07/2018 07:15:12 WIB
// jax @JackVardan

Batasan khilafiyah itu nyata, batasan kafir juga nyata. Bahkan terminologi "kafir" dalam islam seenaknya ditafsirkan oleh orang di luar islam. Jadi ketika batasan khilafiyah dan kafir sudah jelas. Jangan generalisir perbedaan khilafiyah dan kekafiran. Inilah kekacauan nalar.

01/07/2018 07:17:02 WIB
// jax @JackVardan

Jempol ame otak kagak sinkron dan terlanjur benci ya begitu. Stigma yang gak maulid, gak tahlil, atau bernarasi melarang menyembah kubur (distigma anti ziarah). Kasusnya menimpa HRS dan FPI, rajin maulidan, tahlil juga, ziarah kubur oke. Dicap "wahabi" juga. Kan goblo' (``,)>

01/07/2018 07:29:28 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!