2
Lynda Ibrahim @lyndaibrahim
Di TL @kh_notodiputro, guru besar Statistika IPB, ada thread ttg Quick Count vs Real Count. Mencerahkan bagi yg bingung. Gw dari dulu merasa Matematika, Statistika & Logika hrs diajarkan s/d kuliah gak peduli jurusannya apa. Ngurangi ribut massa. Aplg jaman serba tech gini skrg.
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro

Professor of statistics . "An elementary training in statistical methods is becoming as necessary for everyone as reading and writing." Warga Nahdliyin.

https://t.co/z8lDBBVjvg
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
Quick count itu adalah statistik. Hasil KPU adalah parameter. Selalu ada beda antara statistik dan parameter. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
2. Statistik itu berubah ubah dari satu survei ke survei yg lain. Karena itu hasil lembaga survei berbeda-beda. Perbedaan hasil itu adalah keniscayaan bukan keburukan. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
3. Walaupun statistik itu berbeda-beda dari satu survei ke survei yg lain dan hasilnya selalu berbeda dengan parameter tetapi kalau dirata2kan semua hasil survei itu maka hasilnya akan sama dengan parameternya.. ini sifat unik dan keunggulan dari statistik. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
4. Asalkan survei2 itu dilakukan berbasis contoh acak (random samples) maka rata2 dari hasil survei itu akan konvergen ke parameternya. Jadi QC konvergen ke RC asalkan QC didasarkan pada samples yg representatif. Ini dikenal dg sifat takbias (unbiased). #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
5. QC itu tdk spt hitung cepat yg dilakukan di RM Padang. Hitung cepat harga makanan disitu tidak boleh salah. Tapi kalau QC selalu mengandung kesalahan. Jadi dlm QC kesalahan itu adlh suatu keniscayaan, bukan keburukan. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
6. Dalam bhs Inggris ada dua kata yg berarti kesalahan, yaitu “mistake” dan “error”. Kesalahan yg terjadi pada hitung cepat di RM Padang disebut “mistake”. Kesalahan yg terjadi pada QC disebut “error”. “Mistake” dan “error” adalah dua hal yg berbeda. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
7. Apa beda kedua istilah itu dalam khasanah ilmu pengetahuan? “Mistake” adlh kesalahan yg bs dihindari shg bisa ditiadakan. Sdgkan “error” adlh kesalahan yg tdk dpt dihindari shg menjadi keniscayaan.. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
7. Ketika mhs ditanya brp 2+7 lalu dijawab 10, maka mhs ini telah membuat “mistake”. Tetapi jk mhs janji bimbingan dg dosen jam 7:00 dan mhs tiba ruang dosen jam 7:01 atau jam 6:59 maka mhs itu membuat “error”. Yg pertama bisa dihindari, yg kedua tidak bisa. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
8. Untuk memperjelas beda kedua istilah itu misal kita menyuruh 2 anak dg kecerdasan yg sama utk menjawab 2+7 maka hslnya hrs 9. Jika hsl berbeda maka yg terjadi adalah “mistake”. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
9. Tetapi jika kita ambil 2 butir jagung dr satu induk, lalu ditanam dg cara yg sama dan dikendalikan secara ketat maka hampir bisa dipastikan pertumbuhan keduanya berbeda. Inilah yang namanya “error”. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
10. Lalu menjadi pertanyaan, jika QC itu jelas mengandung kesalahan (baca: “error”) apakah QC itu ada gunanya? Tidak perlu diragukan, pada saat pilkada kita masih menggunakan sistem pencoblosan manual spt sekarang ini maka QC banyak memberikan manfaat. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
11. Manfaat pertama adalah hasil QC dpt mengobati rasa ingin tahu masyarakat thd hasil pilkada secara cepat. Sistem pencoblosan yg manual spt saat ini cukup lama proses perhitungannya. Dengan mengetahui prediksi hasilnya maka antisipasi bisa dilakukan. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
12. Manfaat kedua adalah QC dapat menjadi pendorong atau penekan thd KPU agar bekerja serius, hati2 dan jujur dalam penghitungan perolehan suata paslon. Jika tidak maka hasil QC bisa menjadi pembandingnya. Perbedaan hasil QC dan RC hrs bisa dipertanggung-jawabkan. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
13. Manfaat ketiga adalah QC bisa digunakan untuk mendidik masy agar melek statistik (statistics literate) atau skr disebut sbg “statisticacy”. Statisticacy merupakan ciri dari masy moderen. Sebaliknya ciri masy primitif adlh percaya pd mistik, rumor, atau fitnah. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
14. Manfaat keempat adalah terbukanya lapangan kerja krn tumbuhnya industri lembaga survei. Banyak ahli pengumpulan data, analis data, pemrograman, dan ahli lainnya terserap bekerja di lembaga survei. Jadi ada kontribusi thd geliat ekonomi kita. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
15. Manfaat kelima QC dapat menjadi pendidikan politik bagi masy. Perbedaan hasil QC yang selalu terjadi akan mengajarkan kpd msy bhw berbeda itu biasa dan tidak perlu harus anarkhis. Akhirnya masy akan mampu menerima perbedaan dlm politik. #metodeIlmiah
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
16. Lalu bisakah kita menakar kualitas dari suatu QC? Bisa, tapi penjelasannya nanti saja ya.. mudah2an ada kesempatan berikutnya.. sekian dan TABIIIIK.. #metodeIlmiah
JEFFRI_ANADIGI @Cacuganteng
@kh_notodiputro Nah ini baru penjelasan yg rinci. Ilmiah. Tanpa ada embel2. Beda dengan kultwit paman kikuk @saididu. Udah panjang, selalu mengulang dan cenderung menyalahkan lembaga survey. Aneh
Hermance🇮🇩 @hermanceProles
@Cacuganteng @kh_notodiputro @saididu Penjelasan paman kikuk lbh dekat ke keterangan pak Noto no. 13, disitu ada 2 jenis masyarakat modern dan primitif, tebak sendiri lah...
Rocky Gerung @rockygerung
Statistik membatalkan statistik. Penjelasannya panjang. Artinya nipu.
#I am What I am.. @EdiIswardi
@kh_notodiputro Kalo bedanya jauh/njomplang dr margi error gmn Pak ?
Ajie @ajiehatadji
@EdiIswardi @kh_notodiputro Spt dijelaskan dgn rinci di atas, sample nya tidak representatif
#I am What I am.. @EdiIswardi
@ajiehatadji @kh_notodiputro Nah, pertanyaannya; apakah ada sangsi dr instansi/asosiadinys utk lmbg survey yg "sengaja" tdk taat azas norma dn kepatutan ini ?
Load Remaining (14)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.