1
Story "Ketahuannya 'Permainan' Lembaga QC Pada Pilkada Jabar 2018 Lalu" by @IreneViena Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 28988 pv 336
Batak Modern @BatakModeren
Menebak hasil pilkada serentak 2018 sebenarnya tidak terlalu sulit Perhatikan saja "publikasi" hasil survey elektabilitas dari para kandidat 2 - 10 hari sebelum hari H Pilkada Kandidat yg tdk mengumumkan ke publik hasil survey (tdk berani) terakhir adalah kandidat yg kalah
Batak Modern @BatakModeren
Sdh menjadi aksioma politik, bahwa para kandidat pasti antusias mengumumkan ke publik jika hasil survey elektabilitasnya memenangkan si kandidat Sebaliknya, dia pasti sembunyikan jika hasil surveynya menunjuk kekalahannya
Batak Modern @BatakModeren
Survey elektabilitas jika dilakukan secara benar oleh lembaga survey kredibel, hasil surveynya 99% pasti benar, karena statistik tidak pernah berbohong Sebaliknya, politisi yg tidak pernah jujur
Batak Modern @BatakModeren
Hasil survey itu ada 2 jenis 1. Hasil survey yg sebenarnya (riel) 2. Hasil survey yg diinginkan (tool of campaign) Hasil survey yg sebenarnya (riel), jika kandidat unggul harus dijadikan sebagai alat kampanye (tool) utk mengukuhkan keunggulan si kandidat
Batak Modern @BatakModeren
Sebaliknya, jika hasil survey menunjukan si kandidat kalah, maka hasil survey riel itu pasti disimpan dlm laci dan tdk boleh diketahui publik Dalam situasi seperti ini, si kandidat akan mempublikasikan hasil survey bohongan (dimanipulasi): yg menunjukan 'keunggulan' kandidat
Batak Modern @BatakModeren
Selama waktu tersisa sampai pada hari H pilkada tiba atau batas terakhir yg diperkenankan UU, si kandidat yg kalah dlm survey, dapat terus mempublikasikan hasil survey yg dimanipulasi yg menunjukkan seolah2 si kandidat unggul Tujuannya utk meraih suara mengambang (swing voters)
Batak Modern @BatakModeren
Namun, tentu saja ada prasyarat agar publikasi hasil survey bohong itu bisa efektif, yaitu kekalahan si kandidat yg ditunjukn dari hasil survey riel tidak terlalu besar (selisih/margin tipis) Jika selisih kekalahan terlalu besar, publikasi hasil survey bohongan akan jd bumerang
Batak Modern @BatakModeren
Sebab itu, dengan mencermati publikasi hasil survey para kandidat selama 10 hari atau 2 minggu terakhir menjelang pilkada, kita dapat memprediksi kandidat mana yg bakal keluar sebagai pemenang Kandidat yg tdk pernah mempublikasikan hasil surveynya: pasti kalah Kecuali; ..
Batak Modern @BatakModeren
Kecuali, si kandidat itu berusaha segala cara untuk memenangkan pilkada termasuk dgn cara curang Padahal, jika kandidat sdh berniat curang, yakin dapat menang dgn kecurangan, dan yakin tdk bakal ketahuan, seharusnya publikasi hasil survey bohongan lebih gencar dilakukannya
Batak Modern @BatakModeren
Dengan demikian, dia membangun legitimasi (palsu) atas 'kemenangan' (palsu) yg berhasil diraih Strategi ini terbukti sangat efektif pada pilpres 2009 lalu karena diterapkan dg sangat baik oleh SBY
Batak Modern @BatakModeren
Curang mencurangi dlm pemilu adalah hal biasa, bagian dari strategi kandidat/peserta pemilu/capres/cakada Syaratnya: kecurangan tidak diketahui pihak lawan, publik, KPU, Bawaslu, aparat, terutama pada saat pemilu masih berlangsung Ketahuan curang setelah pemilu= no problemo
Batak Modern @BatakModeren
Bgmn dgn hukum, etika, moral dan seterusnya yg harus dijunjung tinggi dan dipatuhi para kandidat ketika si kandidat memutuskan akan berbuat curang? Terpulang ke nurani masing2 kandidat Menang secara jujur adalah yg terbaik Menang secara curang katanya lebih baik daripada kalah
Batak Modern @BatakModeren
Bgmn dengan prinsip /jargon/slogan: "Lebih baik kalah terhormat daripada menang curang?" Prinsip/jargon/slogan ini adalah hasil cipta/dibuat/dipopulerkan oleh para pelaku pencurangan Utk meredam kekecewaan saingan yg kalah karena dicurangi
Batak Modern @BatakModeren
Slogan itu efektif disosialisasikan kepada pihak yg kalah agar si kandidat yg menang curang dapat dipastikan tetap menang dan tdk timbul masalah di kemudian hari "Tidak ada kekalahan yg terhormat. Kalah adalah kalah. Kehormatan dan Kemuliaan hanya milik si Pemenang"
Batak Modern @BatakModeren
Pemenang (jujur atau curang) tidak ada beda Pemenang mendapatkan semua Kemenangan itu (jujur atau curang) rasanya manis, nikmat, sedap Kemenangan itu pemilik kebenaran Itulah sebagian dari realita di dunia politik Jangan bersikap naif. Orang naif jangan berpolitik. Kasihan
Batak Modern @BatakModeren
Kemenangan itu banyak ayah dan ibu Kekalahan itu yatim piatu Menang adalah menang Kalah adalah kalah Curang adalah curang Menang dan curang sering jalan bersama Kalah dan curang adalah saling bermusuhan
Batak Modern @BatakModeren
Bagaimana kalau kandidat tidak mau berbuat curang? Bagus banget. Hebat. Luar biasa. Jempol 2 tangan 2 kaki Tapi lebih bagus, lebih luar biasa, lebih hebat, jempol 20 jari jika si kandidat haram berbuat curang namun bisa menang. Sempurna
Batak Modern @BatakModeren
Juga sempurna jika si kandidat haram berbuat curang, mampu mencegah, menggagalkan atau menangkap kecurangan lawan, dan berhasil meraih kemenangan
Batak Modern @BatakModeren
Luar biasa hebat jika si kandidat haram berbuat curang, membiarkan lawan curang, tapi dia tetap menang 1 dari 1000 kandidat yg memiliki kehebatan seperti ini
Batak Modern @BatakModeren
Curang, tipu daya, muslihat, jebak, perangkap, menyesatkan, mengecoh, memperdaya dan sejenisnya adalah realita politik. Politik adalah perjuangan/pertarungan meraih kekuasaan dan atau mempertahankan kekuasaan Perang adalah bagian dari politik yaitu politik dg kekerasan
Batak Modern @BatakModeren
Perang adalah politik dengan senjata Perang adalah politik yg menghalalkan pembunuhan, pemusnahan dan segala jenis perusakan Perang adalah instrumen politik Teror adalah instrument politik Pada sikon tertentu Teroris= politisi Pembunuh = politisi Dan sebaliknya
Batak Modern @BatakModeren
Dulu banyak manusia percaya kekuasaan harus diraih dg kekerasan. Maka perang menjadi instrumen utama dlm politik Skrg lebih banyak manusia yg percaya ada mekanisme yg lebih baik dlm meraih kekuasaan, yaitu melalui pemilu
Batak Modern @BatakModeren
Karena motif dan tujuan perang dan pemilu pada dasarnya adalah sama, maka tdk heran jika strategi dan taktik dlm perang juga sering digunakan dlm pemilu: sadar atau tdk, sengaja atau tidak, suka atau benci, terima atau tolak
Load Remaining (8)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.