0
URL tirto.id 480 Saat Aman Abdurrahman Menyambut Vonis Mati dengan Sujud Syukur Aman Abdurrahman bersyukur karena vonis hukuman mati adalah yang dikehendakinya.
tirto.id @TirtoID
Aman tak akan mengajukan banding atas putusan yang diberikan hakim, karena divonis hukuman mati adalah keinginannya. tirto.id/cMK6
PCH @inggaharya
Baca berita ini jadi flashback ke peristiwa 2 tahun lalu. Bom yang meledak di depan Sarinah Thamrin, Jakarta. Emang kenapa? Karena gue salah satu saksi hidup peristiwa itu. Mau tau ceritanya? ☕ A THREAD ☕ twitter.com/TirtoID/status…
PCH @inggaharya
Waktu itu, gue masih kerja di salah satu stasiun radio yang kantornya di gedung Sarinah lantai 8. Cuaca Jakarta menuju jam 11 siang saat itu cerah, ngga ada tanda2 mau hujan. Tiba-tiba ada suara ledakan besar. "Eh? Barusan suara petir ya?"
PCH @inggaharya
Gue & teman2 di kantor bingung, cuaca di luar jendela cerah banget kok. Masa iya ada petir? Selang beberapa detik, terdengar teriakan temen2 dari radio sebelah "Astaghfirullah! Pos polisi di depan meledak!" Buru-buru kita nengok jendela ke arah Jl. Thamrin.
PCH @inggaharya
Waaah, seketika gue lemes! Pos polisi di perempatan jalan udah hancur dimakan api. Dan ada beberapa orang tergeletak di deket situ. Semua berlumuran darah, dan mengepulkan asap. Yes, jasadnya hangus.
PCH @inggaharya
FYI, asap dari jasad para korban ini cukup lama mengepulnya. Mungkin sekitar 1 jam baru asapnya hilang. Bekas darah nya? Mungkin lebih dari 2 minggu baru bisa hilang di aspal jalan.
PCH @inggaharya
Yang gue sebutkan di atas ngga ada maksud lebay, menakut-nakuti, atau tidak menghormati para korban ya. Gue sangat respect sama para korban dan keluarganya.
PCH @inggaharya
Saat itu, kita semua di lantai 8 langsung panik. Tahu bahwa itu pasti ada ledakan bom. Di lantai 8 ada 4 stasiun radio, dan semuanya langsung menyiarkan breaking news. Ngga lama setelahnya semua siaran 4 radio itu dihentikan. Dead air.
PCH @inggaharya
Tiba2 ada salah satu temen yang masuk ke lobby kantor sambil teriak dan nangis histeris. "Tutup semua pintu! Tutuup!" Dia ternyata liat langsung ledakan bom nya dari area McD Sarinah. Persis di depan pos polisi yang meledak.
PCH @inggaharya
Dia juga lihat seseorang di tengah kerumunan deket pos polisi, tiba-tiba ngeluarin pistol, dan nembak-nembak. Asumsinya dia salah satu teroris. Pantes aja temen gue histeris yak!
PCH @inggaharya
Ngga berapa lama polisi dan tim gegana langsung dateng. Ngga berapa lama langsung clear area.Ngga ada kendaraan yg lewat. Saat itu langsung ada baku tembak antara polisi dan teroris. Terorisnya ternyata sembunyi di Menara Cakrawala, di sebelah Sarinah.
PCH @inggaharya
Wuiih, berasa nonton syuting film action! Dari jendela gue liat langsung polisi guling2 di tengah jalan, sambil membidik senapan ke arah Menara Cakrawala. Sesekali sembunyi di balik tank.
PCH @inggaharya
Seinget gue baku tembak itu cukup lama. Kita yang ngeliat dari gedung sebelah aja serem ya. Apalagi yang pada kerja di Menara Cakrawala? Mereka ada di gedung yg sama bareng teroris!
PCH @inggaharya
Kita di Sarinah ngga kalah panik. Selagi polisi ngelawan teroris di gedung sebelah, ada desas desus kalau salah satu teroris berhasil masuk ke Sarinah. Ngeri banget sumpah! Lift udah mati total! Ngga ada yang bisa naek atau turun.
PCH @inggaharya
Bahkan ada kabar di salah satu pintu darurat di lantai 8 ada yang gedor-gedor minta bukain pintu. Kita semua pada takut buat bukain lah! Siapa tau terorisnya naek lewat tangga darurat kan?
PCH @inggaharya
Pokoknya kita "stranded" di kantor. Ngga bisa kemana-mana. Cuma bisa nonton breaking news dari TV. Saat itu di chat group mulai banyak yg kirim berita soal teroris yang udah tersebar di beberapa penjuru di Jakarta. Ngga tau hoax apa bukan. Panik lah!
PCH @inggaharya
Masuk jam makan siang, kita ngga bisa beli makan ke luar. Laper kak! Di ruangan kita ngga ada makanan lain, cuma ada bakwan sisa sarapan. Alhasil kita cuma makan itu aja. 1 bakwan dimakan 4 orang :))
PCH @inggaharya
Oh iya, suara baku tembak sesekali masih kedengeran ya. Tiap denger suara tembakan kita cuma bisa nunduk dan dzikir. Takut ada yang jatuh ketembak, polisi atau terorisnya.
PCH @inggaharya
Setelah nunggu sampe jam 3 sore, akhirnya kita semua bisa keluar gedung. Tentunya lewat tangga darurat. Sarinah itu kalo ngga salah ada 14 lantai. Kebayang kan situasi di tangga darurat kaya apa? Penuh orang panik.
PCH @inggaharya
Kita semua keluar gedung masih dikawal beberapa polisi. Gue dan temen2 memutuskan untuk jalan ke arah Taman Menteng lewat gereja St. Theresia.
PCH @inggaharya
Secara ngga sadar, kita semua jalan dengan gaya bungkuk, karena takut kalau2 ada ledakan lagi. Sore itu masih berasa mencekam. Parah sih.
PCH @inggaharya
Dari daerah Menteng, kita sepakat kumpul dulu di apartemen temen di daerah Rasuna. Diungsikan lah ceritanya. Akhirnya gue baru balik ke kosan di daerah Kebon Kacang jam 5 sore.
PCH @inggaharya
Jam 6 gue udah tiduran di kosan. Saat itu baru berasa kalo badan dan pikiran capek banget! Berasa kaya abis digebukin warga gara2 nyolong spion. Mungkin karena selama di kantor kita selalu siaga. Jam 7 gue tidur, bangun-bangun jam 6 pagi. Tidur 11 jam :))
PCH @inggaharya
Dari jam 11 siang sampe jam 3 sore terkurung di kantor dalam situasi mencekam, harus selalu dalam kondisi alert. Ya jelas lah fisik dan emosi nya berasa lelaaah banget!
Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.