1
Galuh Yudha® @dialektikayudha
001. Twit ini saya buat untuk menanggapi Akmal Sjafril (@malakmalakmal) dkk tentang Islam Nusantara.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
002. Islam Nusantara hanyalah sebuah tipologi sebagaimana dijelaskan oleh KH. Said Aqil Siroj. Ia bukanlah sebuah sekte yg memisahkan diri dari ajaran Nabi Muhammad saw.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
002a. Sebuah tipologi Islam di Indonesia ini tidak hanya dicetuskan oleh NU. Muhammadiyah punya Islam Berkemajuan. PKS punya Islam Terpadu. HTI punya Islam Kaffah. Sayangnya banyak orang yang tidak mengetahui.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
002b. Bahkan bentuk tipologi seperti itu tidak hanya ada di Indonesia saja. Negara tetangga, Malaysia mengeluarkan istilah Islam Hadhari. Di Barat pun terdapat istilah Islam Eropa. Bassam Tibi menyebutnya Euro-Islam, sedangkan Tariq Ramadan menamainya European Islam.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
003. Islam Nusantara bukanlah hal baru, ia adalah warisan sekitar satu abad yg lalu. Meskipun istilah ini baru dikenal belakangan, karena baru beberapa tahun lalu dicetuskan oleh PBNU.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
003a. Berikut hasil keputusan Bahtsul Masail Maudhu'iyah PWNU Jawa Timur tentang Islam Nusantara di Universitas Negeri Malang pada 13 Februari 2016. pic.twitter.com/kX0NDEYZRf
Expand pic
Galuh Yudha® @dialektikayudha
003b. Dari kalangan modernis, Islam Nusantara dituduh sebagai Islam yang sinkretis dan tidak murni, penuh takhayul, dan khurafat.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
003c. Dari kalangan liberalis, Islam Nusantara disebut sebagai Islam tradisional yang tidak mampu memahami Islam secara rasional.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
003d. Dari kalangan radikalis, Islam Nusantara dinilai dekat dengan liberalisme yang sangat permisif dengan pluralisme, sekularisme, multikulturalisme, dan nativisme.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
004. Islam Nusantara mencoba membedakan diri dengan budaya yg berkembang di kawasan Arab. Seperti yg kita ketahui, di sana terjadi peperangan yg tak tahu kapan akan selesai.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
005. Budaya Nusantara dikenal penuh dengan kesantunan, seperti halnya Wali Songo yg bisa mengislamkan penduduk Indonesia zaman dahulu yg mayoritas non-Muslim.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
006. Tidak ada kebaruan dari konsep Islam Nusantara, karena nanti apabila terlalu mencolok akan difitnah sebagai bid’ah. Ia hanya sebuah tipologi yg membedakan dari ideologi asing.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
007. Belakangan ini marak terjad impor ideologi asing yg masuk ke Indonesia. Sebut saja Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Salafi-Wahabi, ISIS, Al-Qaeda, dsb.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
008. Jika lebih teliti, berbagai ideologi asing tersebut kadang menyerang kalangan Muslim Tradisionalis seperti NU. Mungkin sebab itulah ide Islam Nusantara dianggap penting.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
009. Seperti yg dikatakan oleh KH. Ahmad Hasyim Muzadi pada acara ILC bahwa yg benar2 asli Indonesia adalah NU & Muhammadiyah. youtu.be/ROdRQUeiRU8
Expand pic
Galuh Yudha® @dialektikayudha
010. Berbeda dengan Akmal Sjafril (@malakmalakmal), kultwit ini akan saya buat lebih ilmiah. Beberapa buku & link sudah saya siapkan agar memiliki dasar yg cukup kuat.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
011. Buku “Khazanah Aswaja” ditulis oleh Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur menjelaskan bagaimana ciri dari ormas NU yg kini telah mengeluarkan istilah Islam Nusantara. pic.twitter.com/mjkEwIdymH
Expand pic
Galuh Yudha® @dialektikayudha
012. Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) tidak mudah mengkafirkan. Kata al-jama’ah mengacu pada arti menjaga kebersamaan dan kerukunan. Hal ini dijunjung tinggi oleh NU.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
013. Sikap kemasyarakatan NU bercirikan tawasuth (sikap tengah), tasamuh (sikap toleran), tawazun (sikap seimbang), serta amar ma’ruf nahi munkar.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
014. Dalam bidang aqidah, NU mengikuti manhaj dan pemikiran Abu al-Hasan al-Asy‘ari & Abu Mansur al-Maturidi.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
015. Dalam bidang fiqh, NU bermazhab secara qauli dan manhaji kepada salah satu al-Madzahib al-‘Arba’ah (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali).
Galuh Yudha® @dialektikayudha
016. Dalam bidang tasawuf, NU mengikuti pendekatan al-Junaid al-Baghdadi & Abu Hamid al-Ghazali.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
017. Ulama Aswaja dalam 4 mazhab fikih berpedoman pada sumber utama yaitu al-Qur’an, Hadits, Ijma’, Qiyas. Begitu juga dalam mazhab syafi’iyah yg lebih sering diikuti NU.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
018. Mazhab terbentuk dari banyak persoalan yg menjadi perselisihan di kalangan ulama. Lalu hasil pendapat ulama itu disebarluaskan & diamalkan oleh para pengikutnya.
Galuh Yudha® @dialektikayudha
019. Tradisi bermazhab inilah yg sering menjadi sasaran kritik oleh kalangan modernis, terutama dari mereka yg cenderung konservatif & tekstualis.
Load Remaining (108)

Comment

Login and hide ads.