1
fal @brochinos
Apasih kalian, sugar daddy sebenarnya adalah Oei Tiong Ham alias Si Raja Gula Asia dari Semarang. pic.twitter.com/aVqLUdEJNn
Expand pic
R. Hanityo @hanityo
Sugar Daddy di masanya itu adalah Oei Tiong Ham. bisnis gulanya luar biasa, gundiknya melimpah. tapi gw Males kultwit atau bikin thread. googling ae lah su..
aly🥀 @cokecainz
The real #sugardaddy Oei Tiong Ham, Si Raja Gula dari Semarang. pic.twitter.com/GSxLw9HT2b
Expand pic
Pikachu Tampan @nando_nurhadi
@hotradero @hanityo Bener banget, konglomerat di semarang pada jamannya. Si raja gula. Kekayaannya saat itu ditaksir mencapai ratusan juta dollar. (Tahun 1900 an). Tuan tanah pula. Punya anak perempuan Oei Hui lan, konon uang sakunya di awal abad 20 an nilainya puluhan ribu dollar.
BiLLY KHAERUDIN @BiLLYKHAERUDIN
Biografi Oei Tiong Ham jadi salah satu referensi skripsi gw. Konglomerat pertama di Asia Tenggara asal Semarang twitter.com/hanityo/status…
Erma Yuliati @ermayuliati
Si Raja Gula yang lahir di Semarang. Rumahnya di kawasan Candi Baru yang notabene permukiman khusus warga Eropa di Semarang. Punya banyak vila di Salatiga. Konglomerat Asia Tenggara. Menguasai seperempat wilayah Singapura. twitter.com/hanityo/status…
William Purnomo @williampurnomo
@hanityo Baca bukunya Oei Hui Lan dulu, rumahnya guede bener, sekarang jd Polda Semarang dan sekitarnya.
Iman Brotoseno @imanbr
@hotradero @hanityo Punya bukunya. Jaman itu kekayaannya luar biasa. Rumah dengan ornamen berlapis emas dsb
Cerita Dunia @HistoriDunia
Rumah Oei Tiong Ham - Raja Gula dan Candu di Semarang. Sumber : semarang.nl pic.twitter.com/HSqmE17In9
Expand pic
Pikachu Tampan @nando_nurhadi
@hotradero @hanityo Kalau ga salah, sepanjang Jl. Veteran semarang dan Jl Kyai saleh itu dulu semua tanah milik toean Oei Tiong Ham. Bekas salah satu rumahnya sekarang jadi bangunan cagar budaya, dan disewa jadi kantor OJK Regional III (Jateng-DIY), Cmiiw.
#2019IndonesiaBermartabat!✌️ 👆 @devieta
@hanityo Diabadikan Nama jln Di daerah elit Di spore Oei Tiong Ham Park 👍
Liongky Tan @LiongkyTan
Oei Tiong Ham (Raja gula dari semarang) dari jaman belanda hidup kyk raja.. bininya buanyak kyk raja minyak arab.. boro2 pelit
Eko Nurhuda @bungeko_
Dan, setelah ngubek-ubek Google Photo akhirnya nemu lukisan ini, menggambarkan kondisi kantor Oei Tiong Ham di masa lalu. #PesonaKotaLama pic.twitter.com/ll5sXSKPP0
Expand pic
hafid f @icangnito
Oei Tiong Ham dgn delapan istri n konon pemilik sebagian besar Singapura #SugarDaddy #RealRajaGulaAsia
Harian SURYA Tribunnews Family @portalSURYA
RADEN AYU KASINEM (1857-1935). Ia istri pertama dari Raja Gula Oei Tiong Ham (1866-1924). Kelak, Oei Tiong Ham kawin lagi dengan 7 wanita lain. Lihat foto-foto koleksinya di Kota Malang. --->>> suryamalang.tribunnews.com/2018/04/10/gal…
August Hnedri @Hnedri
Oei Tiong Ham dikenal dgn keberhasilannya mengumpulkan 200 juta gulden belanda dan ayah dari 26 anak dari hasil perkawinan dengan 8 istri.
Aviani Malik @AviMalik
8 istri dan 26 anak, 13 laki-laki dan 13 perempuan "@edwindianto: jadi penasaran orang sekaya Oei Tiong Ham jaman dulu pny istri berapa,ya?"
Liongky Tan @LiongkyTan
Oei Tiong Ham sendiri terkenal sangat kontroversial.. dia punya puluhan gundik dan lebih dr 100 anak.. yg ga semua diakui sama dia
Lynda Ibrahim @lyndaibrahim
@BiLLYKHAERUDIN @hanityo ... dan anak2 perempuan yg didudukkan sejajar dgn anak2 lelaki soal warisan cuma 2 anak perempuan dari istri pertama. Yg bungsu, Oei Hui Lan, menikah dgn Wellington Koo saat ia dubes Cina di AS dan lalu PM Cina jmn Chiang Kai-Shek. Terlalu tajir, IMO.
Yenni Saputri @yennisadja
@BiLLYKHAERUDIN Saya pernah baca kalau anak-anaknya sekolah di luar negeri dan bergaul sama sosialita-sosialita dan bangsawan Eropa. 😅
Yin @a_yin89
@rasjawa Iya ya.. bener e yg cocok disebut sebagai sugar daddy itu oei tiong ham.. Bapak2 bos gula asia dengan banyak wanita.. 😂😂

Sumber: tirto.id

Saat para konglomerat Indonesia melabeli grup usahanya dengan embel-embel nama pendirinya, Oei Tiong Ham sudah lebih dulu melakukannya. Ia menamakan bisnis keluarganya Oei Tiong Ham Concern, salah satu konglomerasi pertama di Hindia Belanda pada abad 19.

Jantung bisnis Oei Tiong Ham Concern memang campur aduk, dari perkebunan tebu dan pabrik gula, perusahaan dagang, pelayaran, konstruksi, lahan yasan (real estate), dan perbankan. Kiprah bisnis Oei Tiong Ham yang disebut terakhir merupakan bank Tionghoa pertama di Jawa.

Bisnis gula Oei Tiong Ham Concern cukup besar. Ia sempat memiliki lima pabrik melalui akuisisi sejumlah pabrik yang gulung tikar pada 1880-an. Lima pabrik gula ini antara lain PG Rejoagung, Krebet, Ponen, dan Tanggulangin. Perkebunan dan pabrik gula Oei Tiong Ham adalah imbas dari era liberalisasi ekonomi pertama di Jawa pada 1870 alias Agrarische Wet (UU Pokok Agraria). Undang-undang pengganti era tanam paksa (Cultuurstelsel) ini mengatur penguasaan tanah-tanah skala besar kepada swasta, yang gilirannya mendorong bisnis onderneming alias perkebunan swasta.

Besar lewat Gula
Gulalah yang membesarkan bisnis keluarga Oei Tiong Ham. Ia lahir pada 19 November 1866 dari ayah yang seorang pebisnis bernama Oei Tjien Sien, yang berasal dari Fukien atau Fujian, sebuah provinsi di pesisir selatan Tiongkok. Tiga tahun sebelum Oei Tiong Ham lahir, ayahnya mendirikan pabrik gula bernama Kian Gwan di Semarang. Pada umur 19 tahun, Oei Tiong Ham sudah diberi tanggung jawab buat meneruskan bisnis gula ayahnya. Oei Tiong Ham lantas mengubah nama perusahaan menjadi Oei Tiong Ham Concern (OTHC). Bisnis gula di bawah Oei Tiong Ham berkembang pesat.

Oei Tiong Ham bukan hanya bos dari grup besar dari sebuah gurita bisnis. Ia dan keluarganya ditunjuk pemerintah Hindia Belanda sebagai letnan, yang punya kewenangan mengatur lingkungan komunitas Tionghoa dengan, salah satu tugasnya, memungut pajak atau cukai candu dan mengontrol sistem pas yang ketat. Ini bagian dari kebijakan rasialis pemerintah Kolonial saat itu yang mencacah masyarakat berdasarkan pembelahan rasial.

Dalam Penguasa Ekonomi dan Siasat Pengusaha Tionghoa (1996), Made Tony Supriatma menyebut sosok Oei Tiong Ham sebagai kapitalis besar di Hindia Belanda dan mewakili kapitalisme Tionghoa: “...Kapitalisme besar yang hidup di Indonesia, seperti “Raja Gula” Oei Tiong Ham, berhasil menjadikan dirinya sejajar dengan kapitalis-kapitalis barat.”

Oei Tiong Ham merupakan kelompok bisnis Tionghoa terbesar di Asia Tenggara sebelum perang. Yoshihara Kunio juga menyebut hal sama dalam Konglomerat Oei Tiong Ham: Kerajaan Bisnis pertama di Asia Tenggara (1992).

Masa kejayaan Oei Tiong Ham Concern berselang pada 1920-an. Total kekayaannya diperkirakan mencapai 200 juta gulden. Surat kabar De Locomotief, yang terbit di Semarang, menyebut Oei Tiong Ham sebagai "The Richest man between Shanghai and Australia."

Kunci suksesnya mengelola bisnis gula karena mampu menjadi terdepan dalam teknologi. Pabrik-pabrik gula Oei Tiong Ham adalah yang pertama menggunakan teknologi elektrifikasi. PG Rejoagung merupakan pabrik gula pertama di Hindia Belanda yang dijalankan dengan tenaga listrik. Ia juga mempekerjakan para teknisi barat, akuntan, dan pengacara didikan barat. Para ahli dari Jerman juga didatangkan sebagai penasihat untuk mengolah hasil panen secara modern.

Hantaman Depresi Besar
Oei Tiong Ham meninggal pada 1924 di Singapura dengan meninggalkan delapan istri. Bisnis gula mengalami kelesuan pada era 1930-an akibat malaise alias Depresi Besar (1929-1939). Dampak krisis dunia ini salah satunya pada bisnis gula. Penggambaran jatuhnya industri gula yang punya efek besar pada bidang ekonomi pemerintah kolonial, menurut sejarawan John Ingleson (2013), "tak hanya ada sedikit pekerjaan di pabrik-pabrik gula, melainkan juga di bidang kereta api, pelabuhan dan industri pabrik serta sektor layanan yang bergantung pada permintaan dari pabrik-pabrik gula."

Di masa lesu itu, kerajaan bisnis Oei Tiong Ham dipegang putranya, Oei Tjong Hauw, hingga era 1950-an. Kejayaan Oei Tiong Ham Concern akhirnya berakhir pada 1964. Perusahaannya dinasionalisasi dan aset-asetnya disita oleh pemerintah Indonesia melalui vonis yang diputuskan oleh Pengadilan Ekonomi Semarang. Dakwaannya: perusahaan melanggar aturan mengenai valuta asing.

Sebagian aset Oei Tiong Ham Concern lantas disertakan sebagai modal bagi pendirian PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional (PPEN) Rajawali Nusantara Indonesia pada 12 Oktober 1964. Ia adalah cikal bakal PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), salah satu perusahaan pelat merah perkebunan tebu dan multibisnis lain di Indonesia.

URL tirto.id Oei Tiong Ham, Si Raja Gula dari Semarang Nama Oei Tiong Ham memang tak mentereng, tapi orang ini termasuk perintis jajaran konglomerat di Indonesia.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.