0
Bitte langsam, Awe! @awemany
Ya kalo waras, sungguhpun pendukung Jokowi akan melihat penetapan Jendral Polisi aktif sebagai Plt gubernur sebagai kesalahan. Pelanggaran undang" dan ngapain banget. Problemnya ya kewarasan tadi. :).
Bitte langsam, Awe! @awemany
Kalo curiga bakal menangin TB Hasanudin itu kok rasanya maksa banget. Survey" yg bisa dipercaya itu mengindikasikan dukungan yg cuma 1 digit. Gimana ngangkatnya? Tapi sebagai Plt, dia bisa bikin pergub. Nah coba cek siapa yg lagi butuh pergub. Gitu.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Yang gue ngga ngerti itu keserakahan kayak apa untuk menghasilkan blunder sebodoh ini. Sudah pernah didiskusikan oleh para ahli TUN. Melanggar undang"!! Kok berharap orang lupa atau ngga perhatian. Suram.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Sekarang hal ini menjadi liabilitas bagi Jokowi. Yang saya yakin ngga terlalu tahu menahu soal deal dibalik pengangkatan ini. Jokowi mah pernah tanda tangan ngga pake baca. Ngga kaget kalo terulang lagi di sini. Hak angket akan digulirkan.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Golkar udah mulai bikin ini sebagai leverage. Meningkatkan bargaining positioning dengan Jokowi. Musti bikin deal lagi deh biar Golkar ngga ikutan. Nyusahin bukan? Blunder ngga penting.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Dan Golkar sangat berkepentingan di pilkada Jabar. Salah satu kadernya adalah cawagub yang sekarang ini lagi unggul di beberapa survey. Emang mau direlain gitu aja? Bakal panjang ini urusan.
Bitte langsam, Awe! @awemany
Tahun 2014 saya merasa Jokowi adalah pemimpin yang tepat bagi bangsa ini. Namun sampai 2018 ekonomi kita masih jalan di tempat. Sementara perasaan keadilan makin tercederai dengan tontonan kesewenangan kekuasaan. Saya kecewa dan ingin pemimpin baru. RT jika anda sepemikiran.
Prastowo Yustinus @prastow
Tahun 2018 ada 17 Provinsi yang menggelar Pilkada serentak. Jumlah pejabat eselon 1 di Kemdagri hanya 11 orang. Apapun, terjadi defisit kandidat penjabat gubernur yang harus dicari jalan keluar, bukan sekadar ribut tak bermutu.
Prastowo Yustinus @prastow
Jika diambil dari pejabat eselon 2, bisa timbul masalah karena di provinsi sendiri ada pejabat setara eselon 1 di Pusat. Jika diambil dari Kementerian lain, apakah punya pengalaman dan kecakapan? Ini soal yg sangat teknis.
Prastowo Yustinus @prastow
Pertanyaan kemudian yang perlu didalami: apakah ada kandidat lain selain dari Polri, yg punya pengalaman dan pemahaman terotirial, terutama di daerah2 "berat"? Jika ada, apakah kita bisa sebutkan dan diskusikan itu?
Bitte langsam, Awe! @awemany
@prastow Lha kalo di provinsi ada pejabat setara eselon 1, mengapa bukan mereka saja yang jadi Plt? Mereka sudah bekerja di situ. Apa kendalanya?
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany Secara hukum bisa, karena syaratnya Pimpinan Tinggi Madya, Sekda Provinsi termasuk. Mendagri yg bisa menjelaskan itu. Di bbrp daerah Sekda ikut kontestasi, utk Jabar kebetulan tidak.
Bitte langsam, Awe! @awemany
@prastow Sekarang hitung saja dari 17 propoinsi yang bertarung, berapa yang Sekda nya ngga bisa? Kenapa ngga ini dioptimalkan dulu baru diisi oleh orang kemendagri? Masak sih belum cukup?
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany Hal yang sama kan terjadi di DKI. Penjabat Gubernur bukan Sekda tapi Dirjen di Kemdagri.
Bitte langsam, Awe! @awemany
@prastow Apa lagi untuk kasus Jabar, sekdanya ngga ikut. Alasan mengangkat jendal polisi karena kurangnya eselon 1 di kemendagri jadi terasa dibuat". Nyari pembenaran doang.
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany Oh, Iriawan diangkat bukan karena jenderal polisi tapi karena Sestama Lemhanas. Kalau ikuti jabatan di Polri, ybs justru tidak memenuhi syarat krn setahu saya Polri/TNI tidak tunduk pd jenjang di UU ASN.
Bitte langsam, Awe! @awemany
@prastow Ini sedang didebatkan. Saya ngga mau masuk ke sini. Saya cuma mau bantah argumen anda yang mengada". Mempersoalkan kurangnya eselon 1 sebagai plt. Lha sekda ada kok. Manfaatin aja.
Bitte langsam, Awe! @awemany
@Amal_Alghozali Kalau ini, mungkin persoalan berbeda. Tapi @prastow tadi bilang ngga bisa pakai eselon 2 karena di provinsi ada eselon 1. Ya saya ikut. Manfaatkan eselon 1 yang ada di provinsi.
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany Saya tidak mengada-ada. Ini kan kalau hitungannya semua pejabat eselon 1 Kemdagri yg 11 orang jadi Pj Gubernur. Mohon dibaca baik2, saya tidak bicara soal Sekda. Kompetensi Sekda jg bisa jadi pertimbangan, apalagi biasanya "orang dekat" petahana :)
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany @Amal_Alghozali Eselon 1 di Provinsi ya Sekda. Dan bukan rahasia kalau Sekda itu "orang dekat" atau pilihan Kepala Daerah. Ini juga bisa menjadi pertimbangan. Apapun, itu kan diskresi Mendagri sesuai aturan.
Bitte langsam, Awe! @awemany
@prastow Ya sama aja plt nya orang dekat mendagri. Bedanya apa? Buat saya argumen kurangnya pejabat dilingkungan mendagri (termasuk yg kata anda ada di propinsi) itu sangat mengada".
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany Lho, Pejabat Kemdagri itu di Pusat Om. Pejabat daerah bukan domain Kemdagri. Piye tho....
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany Anda bisa saja bilang saya mengada-ada. Faktanya, soal stok pejabat ya demikian. Ini Pilkada serentak yang membuat semua pihak musti ikut berpikir, bukan sekadar ribut. Pj seyogianya jg yg kompeten, bukan asal-asalan.
Bitte langsam, Awe! @awemany
@prastow @Amal_Alghozali Kalo diskresi menteri dalam kasus jabar ini sesuai aturan ya orang ngga ribut. Ada yg menganggap ini tidak sesuai aturan. Ya saya sih liat yg jelas aja. Masih aktif kok. Melanggar 3 UU. Tapi biarlah yg lebih ngerti hukum yg berdebat. Saya nonton.
Load Remaining (73)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.