1
Login and hide ads.
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab Selalu menggetarkan belajar pada yang ahli, apalagi jika mereka juga rendah hati.  #GusMusdanNegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu bukan sekadar ulama yang mumpuni, ia juga budayawan yang memikat tanpa henti.  #GusMusdanNegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu Fasih bicara berbagai macam dalil-dalil, mahir berkarya dalam aneka seni mutakhir.  #GusMusdanNegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu Kampiun mengkritik dengan teduh tanpa kebencian, dihargai karena membela warga yang dikalahkan. #GusMusdanNegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu Kepada @gusmusgusmu kita bisa belajar bersama, tentang menjadi Islam sekaligus Indonesia. #GusMusdanNegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu Gus Mus @gusmusgusmu membuka #MataNajwa malam ini dengan membawakan puisi berjudul Negeri Teka-Teki yang diiringi pianis cilik @kafinsulthan (Di Atas Rata-Rata) pic.twitter.com/7mkgOYxV0M
 Expand pic
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan Puisi ‘Negeri Teka-Teki’ dibuat tahun 1997, dinilai masih relevan saat ini karena sesuai dengan kondisi bangsa saat ini yang penuh teka teki. @gusmusgusmu #GusMusdanNegeriTekaTeki.
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan Pada 2017, @gusmusgusmu adalah ulama pertama yang raih penghargaan Yap Thiam Hien. Walaupun bukan pejuang HAM, yang dilakukan @gusmusgusmu semasa hidup memang untuk keberlangsungan HAM #GusMusdanNegeriTekaTeki.
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan@gusmusgusmu tak pernah menyebutkan soal Hak Asasi Manusia, tapi membela hak beragama dan keberagaman, membela kedamaian, itu yang membuat kami memilih beliau untuk mendapatkan Yap Thiam Hien Award,” @TodungLubis #GusMusdanNegeriTekaTeki pic.twitter.com/U40t0EvzP9
 Expand pic
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan @TodungLubis@gusmusgusmu tidak ikut kamisan, bukan Munir yang berteriak lantang, bukan Kontras, bukan Imparsial. Tapi dari semua puisi dan khotbah yang dilahirkannya, itu membangun Indonesia yang hormat kepada Hak Asasi Manusia,” @TodungLubis #GusMusdanNegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan @TodungLubis .@gusmusgusmu mengaku tak pernah sekolah, hanya belajar dari Kyai di kampong, tapi terus memegang teguh untuk menghargai Hak Asasi Manusia #GusMusdanNegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan @TodungLubis “Indonesia ini rumahmu, jaga dan rawat, udah titik. Kalau ada yang mengobrak-abrik, lawan! Sesederhana itu,” kata @gusmusgusmu kepada @NajwaShihab #GusMusdanNegeriTekaTeki pic.twitter.com/tDzPnUEQ69
 Expand pic
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan @TodungLubis Menanggapi isu hoax di era medsos, @gusmusgusmu menilai saat ini banyak orang yang ingin kelihatan gagah dan pintar di dunia maya. Hal tersebut karena tak mereka dapatkan di dunia nyata #GusMusdan NegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan @TodungLubis “Dulu kita pakai surat kaleng, nggak suka sama orang atau gurunya, tulis surat kaleng nggak kelihatan, sekarang pun sama. Pakai akun foto nggak keliatan, bebas menghina siapa pun, kelihatan berani tapi, malah sebaliknya,” @gusmusgusmu #GusMusdan NegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan @TodungLubis Sering mendapat penghinaan di twitter, @gusmusgusmu justru memaafkan orang orang yang menghinanya. Menurutnya, orang yang berkoar koar di dunia maya lain sekali dengan keadaan di dunia nyata #GusMusdanNegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan @TodungLubis #MataNajwa bertanya apakah @gusmusgusmu tak pernah marah dan merasa tersinggung terhadap orang yang mengolok-oloknya di media sosial #GusMusdanNegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan @TodungLubis “Kalau ada orang yang menghina dan merendahkanmu, janganlah buru-buru emosi dan marah. Siapa tahu dia digerakkan Allah untuk mencoba kesabaran kita. Bersyukurlah bukan kita yang dijadikan cobaan,” kata @gusmusgusmu dalam cuitannya #GusMusdanNegeriTekaTeki pic.twitter.com/umZrt1SV1x
 Expand pic
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan @TodungLubis “Kalau mau marah sama politisi, karena omongannya nggak karu-karuan dan banyak mengumbar janji,” @gusmusgusmu #GusMusdanNegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan @TodungLubis Menurut @gusmusgusmu, adanya media sosial membuat orang menjadi “kemaruk”, padahal medsos bisa dimanfaatkan untuk hal yang baik #GusMusdanNegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan @TodungLubis “Saya sangat senang sekali diajarin anak saya twitteran, sekarang anak saya yang jadi guru twitter saya nggak ada apa-apanya followersnya sama saya,” @gusmusgusmu #GusMusdanNegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan @TodungLubis .@gusmusgusmu biasanya memposting cuitan di twitter ketika sedang macet di jalan, dan rutin setiap hari Jumat pagi #GusMusdanNegeriTekaTeki
Mata Najwa @MataNajwa
@NajwaShihab @gusmusgusmu @kafinsulthan @TodungLubis “Dari rongga itu sampah atau mutiara bisa keluar, membuat langit cerah atau terbakar. Dari rongga itu laknat bisa kau tebarkan, pujian bisa kau hamburkan.  Dari rongga itu perang bisa kau canangkan, perdamaian bisa kau ciptakan,” puisi berjudul Mulut  #GusMusdanNegeriTekaTeki
Load Remaining (82)
Login and hide ads.