0
Afwan Riyadi @af1_
1. Kita kaji QS Al-Baqarah 30 & 31 yuk. Saya bukan ahli tafsir, hanya mengajak tadabbur sambil membaca tafsir Al-Azhar & Ibnu Katsir.
Afwan Riyadi @af1_
2. Dalam 2 ayat ini, jika kita kaji lebih dalam ada sebagian frame dasar pemikiran Islam. Biar kita gak bablas spt #JiL
Afwan Riyadi @af1_
3. "Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah..."
Afwan Riyadi @af1_
4. Sblm mengkaji ayat ini, terlebih dahulu haruslah pegang apa yg tlh ada pd ayat yang tiga di permulaan sekali : iman pd yg ghaib.
Afwan Riyadi @af1_
5. Allah telah menyampaikan wahyu kpd Malaikat (bentuk jama'); bahwa DIA akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi.
Afwan Riyadi @af1_
6. Para sahabat & ulama salaf tak bertanya & membahas macam2 mengenai dialog Allah dg Malaikat ini. Mereka mencukupkan diri dg mengimaninya.
Afwan Riyadi @af1_
7. Allah tlh berkenan menceritakan dg wahyu tentang suatu kejadian di dalam alam ghaib, dengan kata yang dapat kita pahamkan.
Afwan Riyadi @af1_
8. Tetapi akal kita tidak mempunyai daya upaya untuk masuk lebih dalam ke arena ghaib tsb. Sebab itu kita terima dengan sepenuh iman.
Afwan Riyadi @af1_
9. Maka tak pernah para ulama salaf membahas dimana & bagaimana dialog Allah dg Malaikat itu berlangsung. Ini 1 prinsip pemikiran Islam.
Afwan Riyadi @af1_
10.Lalu dimasa ulama khalaf (ulama generasi pengganti) mulai dibahas mengenai dialog ini. Namun berhati2 karena mslh yg dibahas ghaib
Afwan Riyadi @af1_
11. Dimasa salaf (terdahulu), prinsip mereka adalah sami'na wa'atha'na. Kami dengar & kami taat. Mrk menghindari polemik dlm mendengar wahyu
Afwan Riyadi @af1_
12.Kalaupun pertanyaan mereka ajukan, lebih dalam upaya menyempurnakan amal yang akan mereka lakukan.
Afwan Riyadi @af1_
13. Tidak penting bagi mereka; dimana ALLAH berbicara kpd Malaikat? apakah dalam satu ruangan yang sama? Mrk hanya meyakini dialog itu ada
Afwan Riyadi @af1_
14. Maka sebagaimana Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin; api pasti membakar & air pasti membasahi. Namun bgm dg api dlm kisah Ibrahim?
Afwan Riyadi @af1_
15.Ibrahim tdk hangus dibakar api, dia menjawab bahwa hal iu tidaklah tugas filsafat. Itu adalah tempat iman. "Sebagai Muslim saya percaya"
Afwan Riyadi @af1_
16.Jadi ini prinsip pertama pemikiran Islam. Sejauh apapun berfikir tentang hal ghaib; tetap kembalikan bahwa akal tidak mampu membacanya
Afwan Riyadi @af1_
17.Sebagaimana ulama2 Khalaf; mereka hanya memikirkan bhw dialog ALLAH & Malaikat ini tidak mungkin dalam 1 majelis; karena ALLAH Maha Agung
Afwan Riyadi @af1_
18. Dialog Allah dg Malaikat itu tidak terjadi di satu tempat; karena kalau terjadi di satu tempat, tentu bertempatlah Allah Ta'ala.
Afwan Riyadi @af1_
19.Dan bukanlah Malaikat itu duduk berhadap-hadapan dg ALLAH. Karena kalau demikian tentu sama kedudukan mereka. Pdahal ALLAH Sang Khaliq
Afwan Riyadi @af1_
20. Maka sekali lagi, sejauh kita berfikir tentang hal gaib (Allah, Malaikat, Ruh, Hari Kiamat dll); kembalikan dlm keimanan.
Afwan Riyadi @af1_
21. Bahkan Emmanuel Kant berkata: "Betapapun kemajuan saya dalam berpikir, namun saya mengosongkan sesudut dari jiwa saya buat percaya"
Afwan Riyadi @af1_
22.Namun apakah keimanan buta ini buruk? Dogmatis & mematikan akal?
Afwan Riyadi @af1_
23. Jawabnya ada dalam lanjutan ayat yang luar biasa ini.. Saat malaikat bertanya kepada ALLAH :
Afwan Riyadi @af1_
24."Mereka (Malaikat) berkata: Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalamnya dan menumpahkan darah?" ..
Afwan Riyadi @af1_
25. Malaikat bertanya bukan dalam kapasitas memprotes atau mempertanyakan keputusan ALLAH. Default Malaikat adalah mengabdi total kpd ALLAH
Load Remaining (29)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.